Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Kebakaran Gunung Sumbing 974,29 Hektare, Temanggung Paling Luas

Kebakaran Gunung Sumbing melahap 974,29 hektare, terluas di Temanggung 398,89 hektare. Api padam 24 Oktober 2026, jalur pendakian masih ditutup.

Lereng Gunung Sumbing dengan padang sabana yang menghitam setelah kebakaran
Kebakaran di Gunung Sumbing melahap 974,29 hektare lahan di Temanggung, Wonosobo, dan Magelang. Sumber foto: infojateng.id. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Luas kebakaran Gunung Sumbing mencapai 974,29 hektare di tiga kabupaten. Temanggung menjadi wilayah dengan lahan terbakar paling luas, yakni 398,89 hektare. Api dinyatakan padam sejak Sabtu, 24 Oktober 2026, tetapi jalur pendakian Gunung Sumbing masih ditutup tanpa tanggal pembukaan.

Angka itu berasal dari Perum Perhutani KPH Kedu Utara. Setelah Temanggung, ada Wonosobo dengan 362 hektare dan Magelang 213 hektare. Kerugian ditaksir Rp189,3 juta.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau kawasan itu pada Minggu, 25 Oktober 2026. Ia bertemu relawan di Basecamp Bimawari, Desa Wonosari, Kecamatan Bulu, Kabupaten Temanggung. Luthfi didampingi Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi Penanggungan, Bupati Temanggung Agus Setyawan, dan Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat.

Luas terbakar per kabupaten

Berikut rincian luas kebakaran Gunung Sumbing per kabupaten menurut data Perhutani KPH Kedu Utara. Angka untuk Temanggung dan Magelang sedikit berbeda dari satu keterangan ke keterangan lain.

Kabupaten Luas terbakar (ha) Catatan
Temanggung 398,89 Versi lain 398,9
Wonosobo 362 Sebagian vegetasi berkayu
Magelang 213 Versi lain 213,4
Total 974,29 Total menurut Perhutani

Lahan yang hangus didominasi padang sabana yang ditumbuhi ilalang dan rumput hutan. Wonosobo berbeda karena di beberapa titiknya api sampai melalap vegetasi berkayu.

Luthfi meminta dampak kebakaran didata secara faktual dan akurat. Pendataan itu menyasar kerusakan vegetasi, nasib satwa liar, serta luas petak yang terdampak di ketiga kabupaten.

Jalur pendakian Gunung Sumbing masih ditutup

Pendaki belum boleh naik ke Gunung Sumbing sampai kawasan itu dinyatakan aman. Penutupan sementara jalur pendakian gunung di Jawa Tengah juga belum dicabut karena hasil evaluasi masih ditunggu. Tanggal pembukaan kembali belum disampaikan.

Pengawasan di lapangan juga belum dihentikan. Administratur Perum Perhutani KPH Kedu Utara, Dimyati, mengatakan pantauan aplikasi Sipongi milik Kementerian Kehutanan tidak lagi menunjukkan titik api ataupun asap.

“Kita pantau hari ini dari Sipongi, Gunung Sumbing bersih dari titik api dan asap kebakaran,” kata Dimyati.

Patroli tetap dijalankan Perhutani bersama relawan dan pengelola basecamp untuk memastikan tidak ada bara tersisa. “Perhutani akan terus turun ke lapangan setiap hari sampai kondisi benar-benar dipastikan aman,” ujar Dimyati.

Bergas Catursasi Penanggungan memastikan tidak ada lagi titik api berdasarkan laporan dari tiga kabupaten. Menurut dia, hujan ikut menghambat api menjalar.

Api dipadamkan lewat jalur darat

Api di Sumbing dipadamkan lewat darat oleh warga, relawan, TNI/Polri, BPBD, dan Perhutani. Pemadaman dari udara dengan helikopter MI-17 sempat disiapkan bersama BNPB dan TNI. Rencana itu terkendala cuaca, awan tebal, dan hujan.

“Masyarakat sini (Gunung Sumbing) menggunakan jalur darat untuk pemadaman,” kata Luthfi. Ia juga menyebut, “Ini adalah tanggung jawab kita bersama.”

Pipa air warga dan usulan reboisasi

Luthfi meminta rehabilitasi kawasan dipercepat. Prioritasnya ialah perbaikan pipa air bersih warga yang terbakar atau rusak.

“Hari ini wilayah Gunung Sumbing telah padam, tetapi yang kita evaluasi adalah upaya pascabencananya,” kata Luthfi.

“Banyak pipa-pipa kita yang terbakar atau rusak itu harus kita recovery kembali,” ujarnya. Luthfi tidak merinci jumlah pipa yang rusak, desa yang terdampak, ataupun tenggat perbaikannya.

Dalam dialog di Bimawari, warga mengusulkan empat hal. Isinya embung sebagai cadangan air, bibit pohon puspa, alat pelindung diri bagi pengelola basecamp, dan drone untuk memantau titik api. Sebagian warga juga meminta bibit tanaman yang siap ditanam. “Reboisasi kita lakukan bersama,” kata Luthfi.

Bagi warga terdampak, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengirimkan bantuan berupa bahan makanan, obat-obatan, dan perlengkapan keluarga.

Penyebab masih diselidiki

Penyebab kebakaran Gunung Sumbing belum dipastikan. Luthfi menyebut indikasi awal mengarah pada kelalaian manusia. Ia meminta warga tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan keluar.

“Penyebab kebakaran atau titik mula api masih dilakukan penyelidikan, indikasi awal adalah human error. Jangan sampai nanti terulang, apalagi sengaja,” kata Luthfi.

Ia juga meminta aparat dan relawan lebih sering mengingatkan warga serta pendaki. Di kawasan rawan kebakaran, puntung rokok tidak boleh dibuang sembarangan dan api unggun tidak boleh dinyalakan.

Selain Sumbing, kebakaran juga terjadi di Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, dan Gunung Pakuwaja di kawasan Dieng. Di Gunung Lawu, pemadaman dilakukan lewat jalur udara.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya