Senin, 26 Oktober 2026
Teknologi

Kelebihan Gemini, ChatGPT, dan Claude Sesuai Harga Paketnya

Kelebihan Gemini, ChatGPT, dan Claude dipetakan ke paketnya: tabel harga rupiah dan dolar, plus siapa yang dapat Gemini 4 Argon, GPT-6, dan Opus 5.5.

Ilustrasi tiga jendela chatbot AI berdampingan di layar laptop dengan label harga paket langganan
Model terbaru Gemini, ChatGPT, dan Claude tersedia di paket langganan yang berbeda. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Kelebihan Gemini, ChatGPT, dan Claude kini bergantung pada paket langganan yang dipakai. Model terbaru Google, Gemini 4 Argon, baru tersedia untuk pelanggan Google AI Pro seharga Rp309.000 per bulan. OpenAI membuka GPT-6 hingga ke pengguna gratis lewat varian GPT-6 Luna. Sementara itu, Claude Opus 5.5 hanya ada di paket berbayar Anthropic mulai US$20 per bulan.

Ketiga model itu dirilis dalam waktu berdekatan. Anthropic meluncurkan Claude Opus 5.5 pada Selasa, 22 September 2026. Google mengumumkan Gemini 4 Argon pada Rabu, 30 September 2026, lalu membukanya lebih luas mulai Selasa, 13 Oktober 2026. OpenAI menggulirkan GPT-6 ke pelanggan berbayar ChatGPT pada Rabu, 7 Oktober 2026, dan ke pengguna gratis mulai Kamis, 8 Oktober 2026.

Di Indonesia, Google dan OpenAI sama-sama punya paket seharga Rp75.000 per bulan. Namun, paket Google di harga itu belum memuat Argon. Claude belum mencantumkan harga dalam rupiah.

Berikut paket yang tercantum di halaman resmi Google Indonesia dan Anthropic per Senin, 19 Oktober 2026, ditambah paket gratis ChatGPT berdasarkan pengumuman OpenAI.

Layanan dan paket Harga per bulan Model yang didapat
Gemini Gratis Rp0 Flash-Lite
Google AI Plus Rp75.000 Flash
Google AI Pro Rp309.000 Gemini 4 Argon
Google AI Ultra Mulai Rp1.579.000 Gemini 4 Argon
ChatGPT Free Rp0 GPT-6 Luna
Claude Free US$0 Sonnet dan Haiku
Claude Pro US$20 (US$17 jika tahunan) Opus, Sonnet, Haiku
Claude Max Mulai US$100 Opus, Sonnet, Haiku

Gemini 4 Argon untuk kode, video panjang, dan keamanan siber

Google menyebut Argon dirancang untuk rekayasa perangkat lunak, pekerjaan pengetahuan perusahaan seperti hukum dan keuangan, serta pertahanan siber. Batas output model ini naik menjadi 1 juta token dari sebelumnya 64 ribu token. Menurut Koray Kavukcuoglu, SVP Google DeepMind, Argon mampu menemukan, memvalidasi, dan menambal kerentanan perangkat lunak secara otonom.

Google mengklaim Argon mencetak 77,9 persen di DeepSWE v1.1 dan 91,7 persen di LVBench, tolok ukur pemahaman video panjang. Model ini juga diklaim menempati peringkat pertama AutomationBench dengan skor 51,3 persen. Awalnya Argon hanya dibuka bagi pembela siber tepercaya lewat Fairwind Program.

Paket Google AI Plus Rp75.000 memberi model Flash, batas pemakaian dua kali versi gratis, dan penyimpanan 400 GB. Argon baru masuk di AI Pro Rp309.000, yang juga memberi batas pemakaian empat kali versi gratis, penyimpanan 5 TB, dan akses Google Antigravity. AI Ultra dijual Rp1.579.000 atau Rp3.399.000 per bulan, dengan batas pemakaian 5 kali atau 20 kali AI Pro dan penyimpanan mulai 20 TB.

Bagi pengembang, harga promo API Argon adalah US$2 per 1 juta token input dan US$10 per 1 juta token output. Harga itu berlaku sampai Senin, 30 November 2026. Mulai Selasa, 1 Desember 2026, harganya naik menjadi US$4 dan US$20.

GPT-6 membuat jawaban ChatGPT interaktif

Kelebihan utama GPT-6 ada pada Intelligent UI. Dengan fitur ini, satu jawaban ChatGPT bisa memadukan teks, gambar, grafik, tombol, formulir, dan elemen interaktif lain. OpenAI mencontohkan kalkulator pembagi tagihan makan bersama dan gim yang dimainkan tanpa keluar dari percakapan. Pada GPT-5.6, jawaban biasanya masih berbentuk teks panjang, daftar, atau tabel.

Tampilan visual tidak muncul di setiap jawaban. Menurut OpenAI, model menentukan sendiri bentuk yang paling pas untuk tiap pertanyaan, termasuk tetap memakai teks biasa. OpenAI juga mengklaim GPT-6 Instant rata-rata 44 persen lebih cepat dibanding GPT-5.6 Instant saat mulai menjawab pertanyaan berbasis pencarian web, dan Intelligent UI mendukung bahasa Indonesia.

GPT-6 hadir untuk pengguna Plus, Pro, Business, dan Enterprise mulai Rabu, 7 Oktober 2026 dengan varian GPT-6 Sol. Mulai Kamis, 8 Oktober 2026, pengguna Free dan Go mendapat GPT-6 Luna. Paket ChatGPT Go dijual Rp75.000 per bulan, termasuk PPN, sejak Selasa, 23 September 2025.

Claude Opus 5.5 untuk kerja agentik dengan biaya lebih rendah

Anthropic menyebut Opus 5.5 unggul dalam coding agentik, penggunaan komputer, dan pekerjaan pengetahuan. Menurut Anthropic, model ini mencetak 66,4 persen di Terminal-Bench 4.0 dan 81,8 persen di OSWorld 2.1. Output-nya lebih dari 30 persen lebih cepat, dan biaya kerjanya 40 persen lebih rendah dibanding Opus 5.

Anthropic juga mengklaim tulisan Opus 5.5 lebih jelas, dengan informasi terpenting diletakkan di awal. Model ini disebut lebih tahan terhadap serangan prompt injection. Harga API-nya turun menjadi US$4 per 1 juta token input dan US$20 per 1 juta token output, dari US$5 dan US$25 pada Opus 5.

Paket Claude Free memakai Sonnet dan Haiku. Paket ini sudah mencakup chat, pencarian web, Artifacts, Claude Design, Slides, dan Docs, tetapi tanpa Claude Code. Opus dan Claude Code baru tersedia di Claude Pro seharga US$20 per bulan, atau US$17 per bulan jika dibayar tahunan. Harga itu belum termasuk pajak.

Zimu Li dari Factory, salah satu penguji awal, menyebut Opus 5.5 sebagai model pertama yang akan mereka pakai sebagai bawaan pada tingkat usaha menengah.

Uji independen memberi juara berbeda

Pada Vals Index susunan Vals AI, Gemini 4 Argon berada di urutan teratas dengan 68,90 persen. Claude Sonnet 5.5 meraih 67,04 persen dan Claude Opus 5.5 66,97 persen. Argon juga menempati peringkat pertama Finance Agent v2 dari Vals AI dengan skor 65,40 persen.

Urutannya terbalik di Artificial Analysis Intelligence Index. Claude Opus 5.5 mencetak 58, Claude Sonnet 5.5 56, sedangkan Gemini 4 Argon dan GPT-6 Astra sama-sama 53. Dalam tabel yang dirilis Google sendiri, Opus 5.5 juga unggul di Terminal-Bench 4.0 dengan 66,4 persen, di atas Argon yang meraih 57,4 persen.

Anthropic mengakui bahwa di tingkat kemampuan setinggi ini, selisih skor tolok ukur makin kurang andal untuk menggambarkan perbedaan di dunia nyata. Saat ditanya apakah Argon model terbaik, Sam Witteveen dari Red Dragon AI menjawab ia justru tidak berpikir demikian.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya