Murid PAUD/TK, SD, dan SMP di Kota Padang tetap masuk sekolah pada Rabu (14/10/2026) pagi, ketika AQI Padang 223 masuk kategori sangat tidak sehat. IQAir pukul 08.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 sebesar 148 mikrogram per meter kubik (µg/m³).
Sekolah diwajibkan menerapkan penggunaan masker dan memulangkan murid paling lambat pukul 12.00 WIB. Setelah itu, pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlaku hingga Sabtu (17/10/2026), sesuai Surat Edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Nomor 400.3/35/Dikbud-Pdg/X/2026.
Aturan sekolah selama empat hari
Surat edaran itu mencakup PAUD/TK, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta. Pada 14 Oktober, murid dan tenaga pendidik harus bermasker selama kegiatan belajar di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Yopi Krislova menjelaskan jadwal hari pertama. “PJJ dilakukan mulai hari ini. Khusus hari Rabu ini, anak-anak akan dipulangkan paling lambat pukul 12.00 WIB,” kata Yopi.
Kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan tetap bertugas di sekolah selama PJJ. Murid belajar di rumah lewat platform digital yang ditentukan sekolah, dan guru diminta menjaga agar beban materi tidak memberatkan.
Orang tua diminta memastikan anak tetap di rumah dan mengikuti pelajaran daring. Jika anak dan orang tua terpaksa ke luar rumah, Dinas menganjurkan masker medis. Evaluasi PJJ, menurut Dinas, akan mengikuti perkembangan kondisi udara.
Perbandingan dengan hari-hari sebelumnya
Pada Kamis, 8 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, AQI Padang 168 dengan PM2.5 80 µg/m³. Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB, AQI turun ke 65 (sedang) dengan PM2.5 16,5 µg/m³.
AQI naik 158 poin dari 65 pada 10 Oktober menjadi 223 pada 14 Oktober, dan PM2.5 pada 14 Oktober sekitar sembilan kali lipat dibanding 10 Oktober. PJJ sebelumnya berlaku pada Jumat (9/10/2026) hingga Sabtu (10/10/2026) lewat Surat Edaran Nomor 400.3/33.
Kota lain di Sumbar juga tidak sehat pada 14 Oktober. AQI Pariaman dan Bukittinggi sama-sama 157, Payakumbuh 156, Kabupaten Solok 161, Kota Solok 160, dan Kabupaten Agam 155. Prakiraan per jam IQAir memperkirakan AQI Padang turun bertahap menjadi 154 pada pukul 20.00 WIB.
Asap diduga kiriman
Asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan dan Jambi, terbawa angin tenggara, menurut prakiraan BMKG Minangkabau. Pada Rabu, 7 Oktober 2026, lembaga itu mencatat hanya satu titik panas di Sumbar, yakni di Dharmasraya.
Ketua Tim Publikasi dan Diseminasi BMKG Minangkabau Yudha Nugraha mengatakan, “Ya, arah angin sangat menentukan dalam sebaran kabut asap.”
BMKG Stasiun Pekanbaru pada Selasa, 13 Oktober 2026 mencatat titik panas di Pulau Sumatera mencapai 3.663 titik, naik dari 2.440 titik sehari sebelumnya.
Tulis Komentar