Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Ende, Getaran Dirasakan hingga Bajawa

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Ende, Getaran Dirasakan hingga Bajawa
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Ende, Getaran Dirasakan hingga Bajawa. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat peristiwa gempa bumi tektonik dangkal bermagnitudo 5,0 dengan pusat getaran di 38 kilometer barat laut Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, pada kedalaman 10 kilometer per 26-27 Agustus 2026, yang dirasakan nyata oleh masyarakat di Ende, Bajawa, dan Nagekeo tanpa potensi gelombang tsunami.

Aktivitas kegempaan tektonik di kawasan busur kepulauan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan pelepasan energi sesar aktif. Stasiun geofisika BMKG merekam guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 yang terjadi di perairan dekat pantai utara Pulau Flores.

Guncangan ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik pascagempa utama Flores, dengan skala intensitas III-IV MMI yang dirasakan oleh warga di dalam rumah maupun yang sedang berada di area terbuka posko pengungsian.

Analisis Parameter Seismisitas dan Mekanisme Sumber

Hasil analisis pemodelan gelombang seismik menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan sesar naik (thrust fault) akibat kompresi lempeng di zona busur belakang Flores (Flores Back Arc Thrust). Kedalaman hiposenter yang dangkal pada 10 kilometer menyebabkan getaran terasa cukup tegas di daratan terdekat.

Berdasarkan laporan monitoring resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hingga saat ini belum dilaporkan adanya kerusakan struktur baru pada bangunan publik maupun permukiman warga.

Imbauan Kesiapsiagaan dan Pemeriksaan Konstruksi Bangunan

Pemerintah daerah bersama BPBD setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu bohong terkait ancaman tsunami. Warga yang rumahnya mengalami retakan dinding akibat gempa sebelumnya disarankan untuk tidak memasuki ruangan terlebih dahulu sebelum dinyatakan aman oleh tim verifikasi teknis sipil.

Petugas tanggap darurat terus bersiaga di tenda-tenda pengungsian mandiri dan memastikan jalur evakuasi di lingkungan perbukitan tetap bebas dari rintangan material longsor.

Rujukan Informasi Resmi dan Kewaspadaan Berkelanjutan

BMKG mengingatkan masyarakat pesisir dan wilayah lereng untuk selalu mengandalkan saluran komunikasi resmi melalui aplikasi InfoBMKG dan kanal radio kebencanaan daerah. Edukasi evakuasi mandiri dengan prinsip berlindung di bawah meja kokoh (drop, cover, and hold on) terus disosialisasikan oleh relawan di posko lapangan.

Melalui kesiapsiagaan yang terarah dan koordinasi solid lintas instansi, masyarakat Flores diharapkan dapat terus menjaga ketenangan dan keselamatan bersama selama masa pemulihan berlangsung.

Lokasi Berita:
35 Kali Dilihat