Mematikan ACR TV Samsung bisa dilakukan lewat menu privasi di pengaturan TV. Namun, peneliti keamanan dengan akun @log4j di X mengklaim langkah itu belum tentu menghentikan telemetri lain. Samsung menyatakan fitur pengumpul data tontonan itu opsional dan bisa dimatikan kapan saja.
@log4j mengunggah temuannya secara bertahap pada 21 hingga Sabtu, 24 Oktober 2026. Ia mengaku membongkar perangkat lunak Tizen pada satu TV Samsung keluaran 2025. Langkah itu ia tempuh setelah iklan di TV tersebut terasa terlalu tepat sasaran. Sebuah unggahan lain yang beredar luas di X menyebut TV Samsung seharga 3.000 dolar AS punya mikrofon selalu aktif, pelacak lokasi, dan pemeta jaringan rumah.
Hingga Senin, 26 Oktober 2026, Samsung belum menanggapi klaim spesifik tersebut. Laporan teknis lengkap sekitar 44 bagian yang dijanjikan peneliti juga belum terbit. Belum ada penyelidikan resmi atas temuan itu.
Klaim peneliti @log4j soal TV Samsung
@log4j menyebut ada layanan audio bernama csapi-tv-service-alwaysonvoice yang menurutnya aktif terus-menerus. Ia juga mengklaim telemetri TV memuat penghitung kejadian gonggongan anjing dan tangisan bayi dengan kode EV201/SOUNDSENSOR_ON. Data itu, katanya, dikirim ke server cloud Samsung.
Menurut @log4j, TV tanpa mikrofon bawaan akan mencari perangkat terhubung yang bermikrofon, seperti soundbar atau speaker Bluetooth. Perintah suara lalu diteruskan ke Bixby. Ia juga mengklaim TV memuat model kecerdasan buatan khusus wilayah yang memantau aktivitas di aplikasi seperti YouTube, termasuk iklan yang dilewati. Aktivitas itu disebut ditautkan ke pengenal iklan lintas perangkat.
Selain itu, @log4j menyebut akun OpenAI miliknya ditangguhkan lewat email berlabel “Cyber Abuse”. Ia menyatakan alat OpenAI hanya dipakai untuk membongkar perangkat lunak secara lokal, bukan untuk mencari celah atau menyerang.
Catatan peneliti sendiri menyebut penghitung kejadian suara itu tidak membuktikan rekaman suara utuh dikirim keluar dari TV. Alur data audionya juga belum ditelusuri sampai akhir. Insinyur Hugging Face, ngxson, menguji TV Samsung yang sudah di-root memakai Flipper Zero. Ia mendapati mikrofon terbuka sekitar lima detik lalu berhenti, dan mengingatkan bahwa TV bawaan pabrik bisa berperilaku berbeda.
Status tiap klaim menurut keterangan peneliti, Samsung, penggugat, dan Jaksa Agung Texas tersaji di bawah ini.
| Klaim | Sumber | Status |
|---|---|---|
| Mikrofon TV selalu aktif | Peneliti @log4j | Belum terbukti; uji ngxson di TV yang di-root hanya mendapati mikrofon terbuka sekitar lima detik |
| Data dikirim ke lebih dari 400 mitra | Peneliti @log4j | Hanya dari unggahan peneliti |
| Isi layar ditangkap sekitar setiap 500 milidetik | Penggugat di California | Masih tuduhan dalam gugatan |
| ACR bisa dimatikan kapan saja | Samsung | Pernyataan resmi Samsung |
| Pet Care hanya bekerja saat TV mati | Samsung | Pernyataan resmi Samsung |
| Persetujuan tegas sebelum data ACR dikumpulkan | Kesepakatan Jaksa Agung Texas | Berlaku untuk konsumen Texas |
Langkah mematikan ACR di TV Samsung
Di TV Samsung, ACR bernama Viewing Information Services. Menurut halaman dukungan resmi Samsung, fitur ini mengumpulkan riwayat tontonan, yakni program yang ditonton dan lama menontonnya. Data lain yang diambil adalah pengenal TV, termasuk Personalized Service ID, serta alamat IP. ACR hanya berjalan bila pengguna menyetujuinya saat pengaturan awal atau menyalakannya kemudian.
“Samsung tidak merekam atau menonton konten apa pun yang tampil di Smart TV Anda,” tulis Samsung di halaman itu. Perusahaan menyebut pengguna bisa mematikan ACR TV Samsung kapan saja lewat menu Settings.
Ada dua jalur menu yang tercatat untuk mematikan Viewing Information Services. Letak menu bisa berbeda menurut model dan tahun produksi TV.
- Settings, lalu Support, Terms & Privacy, Privacy Choices, kemudian matikan Viewing Information Services.
- Settings, lalu General, Privacy, kemudian matikan Viewing information.
Sensor suara Pet Care dan Family Care
Samsung mengiklankan Pet Care dan Family Care pada sejumlah TV kelas atas. Kedua fitur ini memakai kecerdasan buatan di perangkat untuk mendeteksi gonggongan atau tangisan. Peringatan lalu dikirim lewat aplikasi SmartThings. Menurut Samsung, Pet Care hanya bekerja saat TV mati.
Yang belum tentu ikut berhenti
@log4j memperingatkan bahwa mematikan ACR TV Samsung mungkin tidak menonaktifkan telemetri lain. Menurut dia, sebagian pemeriksaan di perangkat lunak TV tidak mematuhi pengaturan tersebut.
@log4j juga mengklaim jumlah kejadian suara dari sensor itu ikut dilaporkan ke Samsung, hal yang tidak disebut secara tegas dalam promosi Pet Care dan Family Care. Pada 2015, Samsung menyatakan data suara hanya dikirim saat pengguna mengaktifkan pengenalan suara lewat tombol di remote.
Gugatan di Texas dan California
Pada Desember 2025, Jaksa Agung Texas Ken Paxton menggugat Samsung, Sony, LG, Hisense, dan TCL soal ACR. Kesepakatan Samsung dengan Texas diberitakan pada Minggu, 1 Maret 2026. “Samsung harus menghentikan pengumpulan atau pemrosesan data tontonan ACR tanpa persetujuan tegas konsumen Texas,” kata Paxton.
Kesepakatan itu juga mewajibkan Samsung memperbarui TV-nya, menampilkan layar persetujuan yang jelas, dan merevisi pemberitahuan privasi. Sony, LG, Hisense, dan TCL disebut belum melakukan perubahan. Samsung tidak setuju bahwa Viewing Information Services melanggar aturan. “Kesepakatan ini menegaskan apa yang Samsung sampaikan sejak gugatan diajukan, yakni TV Samsung tidak memata-matai konsumen,” kata juru bicara Samsung Electronics America.
Gugatan lain diajukan pada Selasa, 6 Oktober 2026 oleh Danielle Tillery, Michael Walsh, dan David Rosenberg di Pengadilan Distrik AS untuk Northern District of California, perkara No. 3:26-cv-11448. Mereka menuduh TV menangkap isi layar sekitar setiap 500 milidetik saat Viewing Information Services aktif. Hasilnya disebut dikirim bersama pengenal tetap ke server yang memasok Samsung Ads.
Penggugat juga mempersoalkan layar pengaturan awal yang menggabungkan beberapa pemberitahuan dalam satu tombol “I Agree to all”. Mereka menilai pernyataan Samsung bahwa perangkat tidak mengumpulkan rekaman video maupun konten di layar tidak benar.
Jawaban Samsung atas gugatan itu belum ada. Sebelumnya, lewat surat tertanggal Jumat, 14 Agustus 2026, kuasa hukum Samsung menjawab somasi CLRA dari para penggugat dan membantah adanya salah representasi.
Tulis Komentar