PLTS Raksasa 1 GWp Mulai Dibangun di Gilimanuk Bali, Target Mandiri Energi

Peluncuran Proyek PLTS Gilimanuk 100 GWp di Bali: Langkah Strategis Menuju Kemandirian Energi Bersih 2026
PLTS Raksasa 1 GWp Mulai Dibangun di Gilimanuk Bali, Target Mandiri Energi. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Pemerintah Provinsi Bali bersama PT PLN (Persero) resmi memulai pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) skala besar di Gilimanuk, Jembrana. Proyek yang dimulai pada Jumat (28/8/2026) ini menjadi langkah strategis untuk mewujudkan target Bali mandiri energi bersih dan mencapai emisi nol bersih (Net Zero Emission).

Pembangunan PLTS ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan pasokan listrik dari pembangkit berbahan bakar fosil yang berasal dari luar pulau. Sebagai daerah kepulauan dengan pariwisata padat, kemandirian energi akan menjaga stabilitas ekonomi dan mengurangi risiko gangguan operasional yang bisa terjadi pada transmisi kabel bawah laut.

Secara teknis, PLTS Gilimanuk akan menggunakan panel fotovoltaik berefisiensi tinggi yang terintegrasi dengan sistem penyimpanan baterai atau Battery Energy Storage System (BESS). Teknologi ini dirancang untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil selama 24 jam, bahkan saat cuaca berawan. Menurut laporan ANTARA News Bali, proyek ini diperkirakan menelan investasi hijau hingga puluhan triliun rupiah secara bertahap.

Perkuat Citra Pariwisata Hijau

Kehadiran PLTS raksasa ini juga akan memperkuat citra Bali sebagai destinasi pariwisata hijau (green tourism) kelas dunia. Nantinya, kawasan perhotelan dan pusat bisnis di Denpasar serta Badung bisa mendapatkan sertifikat energi terbarukan (REC). Selain menekan ribuan ton emisi gas rumah kaca setiap tahun, proyek ini diharapkan membuka lapangan kerja hijau baru untuk masyarakat lokal, seperti yang dimuat di situs Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali.

Tahapan Proyek dan Target Jangka Panjang

Pembangunan PLTS Gilimanuk akan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada keandalan sistem dan sinergi regional. Berikut adalah rencana utamanya:

  1. Konstruksi Awal: Pematangan lahan dan pembangunan gardu induk terpadu di Jembrana.
  2. Integrasi Baterai: Pemasangan BESS untuk menjamin pasokan listrik stabil tanpa henti.
  3. Sinergi Regional: Penguatan interkoneksi listrik hijau Bali dengan potensi energi terbarukan di NTB dan NTT.
  4. Dekarbonisasi: Mengurangi pemakaian bahan bakar minyak impor untuk pembangkit listrik di Bali.

Dengan proyek yang terencana ini, Bali menegaskan posisinya sebagai pelopor transformasi energi hijau yang berdaya tahan di Asia Tenggara.

Lokasi Berita:
54 Kali Dilihat