Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi berulang pada Minggu, 19 Juli 2026. Hingga pukul 08.24 WIT, MAGMA Indonesia telah menerbitkan tiga laporan erupsi yang terjadi sejak pagi hari.
Erupsi terbaru terjadi pada pukul 08.24 WIT dengan kolom abu sekitar 500 meter di atas puncak atau sekitar 1.825 meter di atas permukaan laut. Kolom abu terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut.
Getaran erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan berlangsung selama 46 detik. (Sumber: MAGMA Indonesia)
Dua erupsi sebelumnya terjadi pada pukul 06.15 dan 07.33 WIT. Tinggi kolom abu yang terlihat masing-masing sekitar 400 meter dan 200 meter di atas puncak. Arah abu pada kedua kejadian tersebut juga bergerak ke timur laut.
Erupsi Berulang Dan Catatan Kegempaan
Aktivitas Gunung Ibu sudah terlihat sejak Sabtu, 18 Juli 2026. Halaman informasi letusan MAGMA mencatat laporan erupsi pada pukul 12.35, 16.36, 18.42, 20.17, 21.38, dan 22.19 WIT.
Kolom abu pada rangkaian erupsi tersebut terlihat mencapai sekitar 400 hingga 800 meter di atas puncak. Sebagian laporan menyebut erupsi masih berlangsung ketika informasi awal dibuat oleh petugas.
Laporan aktivitas selama 24 jam pada 18 Juli mencatat 93 gempa letusan atau erupsi. Alat pemantauan juga merekam 104 gempa frekuensi rendah, 141 gempa vulkanik dangkal, lima gempa harmonik, dan satu gempa yang terasa pada skala I MMI. (Sumber: PVMBG Melalui MAGMA Indonesia)
Jumlah gempa letusan tidak selalu sama dengan jumlah kolom abu yang terlihat atau laporan erupsi yang diterbitkan satu per satu. Sebagian aktivitas hanya terdeteksi melalui alat karena puncak tertutup kabut atau material erupsi tidak dapat diamati dengan jelas.
Karena itu, angka 93 sebaiknya disebut sebagai gempa letusan yang terekam dalam satu hari, bukan langsung disimpulkan sebagai 93 letusan besar yang terlihat oleh warga.
Status Waspada Dan Imbauan Untuk Warga
Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan bahwa hasil pengamatan visual dan alat mulai memperlihatkan peningkatan aktivitas, serta erupsi masih dapat terjadi. (Sumber: MAGMA Indonesia)
PVMBG meminta masyarakat, pengunjung, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif. Larangan juga berlaku pada perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.
Jika terjadi hujan abu, warga yang berada di luar rumah disarankan melakukan langkah berikut:
- Menggunakan masker untuk melindungi hidung dan mulut.
- Menggunakan kacamata agar abu tidak masuk ke mata.
- Menutup tempat penyimpanan makanan dan air bersih.
- Mengurangi perjalanan jika abu mengganggu jarak pandang.
- Tidak memasuki zona bahaya meskipun gunung terlihat tenang.
- Mengikuti arahan Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat dan petugas setempat.
Arah sebaran abu dapat berubah mengikuti kondisi angin. Warga sebaiknya tidak hanya berpatokan pada arah timur laut yang tercatat dalam laporan pagi ini.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan kabar yang belum jelas sumbernya. Perkembangan aktivitas, status, dan rekomendasi Gunung Ibu dapat dipantau melalui MAGMA Indonesia, media sosial resmi PVMBG, atau Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici.
Data dalam artikel ini diperbarui hingga 19 Juli 2026 pukul 08.24 WIT. Informasi dapat berubah apabila PVMBG menerbitkan laporan erupsi atau rekomendasi terbaru.