Senin, 26 Oktober 2026
Teknologi

Google Perkenalkan Gemini 4 Argon tetapi Belum Membukanya untuk Publik

Google Perkenalkan Gemini 4 Argon tetapi Belum Membukanya untuk Publik
Google Perkenalkan Gemini 4 Argon tetapi Belum Membukanya untuk Publik. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Google memperkenalkan Gemini 4 Argon pada Rabu, 30 September 2026, sebagai model kecerdasan buatan terbarunya untuk menangani pekerjaan kompleks dalam waktu panjang. Namun, berbeda dari peluncuran model Gemini sebelumnya, perusahaan belum langsung menyediakan Argon kepada pengguna umum.

Akses awal diberikan kepada sejumlah pakar keamanan siber tepercaya melalui Fairwind Program. Strategi peluncuran bertahap tersebut menempatkan Gemini 4 Argon bukan sekadar sebagai chatbot baru, melainkan sebagai sistem berkemampuan tinggi yang masih harus diuji sebelum digunakan secara luas.

Google menyebut model ini dikembangkan untuk rekayasa perangkat lunak, riset keuangan, penyusunan dokumen hukum, analisis multimodal, dan pertahanan keamanan siber. Argon juga diklaim mampu mempertahankan proses penalaran dalam pekerjaan panjang yang terdiri atas banyak tahapan.

Gemini 4 Argon Belum Tersedia secara Umum

Pengumuman Gemini 4 Argon tidak berarti model tersebut sudah dapat digunakan semua pelanggan Gemini maupun pengembang melalui API. Pada tahap pertama, Google hanya memberikannya kepada kelompok terbatas yang bergerak dalam pertahanan keamanan siber.

Perusahaan berencana memperluas akses kepada pelanggan API berbayar dan pengguna Google AI Ultra setelah memperoleh masukan dari penguji awal. Google belum menyebutkan tanggal pasti ketersediaan Argon untuk konsumen, sehingga klaim bahwa model ini sudah dirilis bebas kepada publik tidak tepat.

Pembatasan tersebut berkaitan dengan kemampuan Argon dalam menemukan, memvalidasi, dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak secara mandiri. Kemampuan yang membantu tim pertahanan siber juga berpotensi disalahgunakan untuk mencari celah keamanan apabila diberikan tanpa perlindungan memadai.

Karena itu, Google masih memperkuat sistem untuk menolak permintaan berbahaya, menghadapi serangan prompt injection, memantau tindakan model yang menyimpang dari tujuan pengguna, dan mengisolasi lingkungan pengujian berisiko tinggi.

Batas Keluaran Mencapai Satu Juta Token

Salah satu perubahan terbesar pada Gemini 4 Argon adalah batas keluaran hingga satu juta token, naik dari batas sebelumnya sebesar 64 ribu token. Token bukan satuan kata, sehingga angka tersebut tidak tepat jika langsung disebut sebagai kemampuan menghasilkan satu juta kata.

Batas keluaran yang lebih besar memungkinkan Argon menyelesaikan laporan panjang, menganalisis banyak dokumen, atau mengerjakan migrasi perangkat lunak dalam satu rangkaian proses. Keunggulan ini ditujukan untuk pekerjaan profesional yang sulit diselesaikan melalui percakapan singkat.

Google mengatakan Argon telah digunakan secara internal oleh ribuan pekerjanya. Penggunaannya mencakup pencarian kesalahan program, perancangan algoritma, optimasi penggunaan memori pusat data, dan migrasi basis kode C maupun C++ ke bahasa Rust.

Dalam salah satu proyek internal, sejumlah agen Argon disebut menganalisis data penggunaan memori di pusat data Google. Perusahaan memperkirakan hasil optimasi yang ditemukan dapat membebaskan lebih dari 300 tebibyte memori setelah diterapkan. Klaim tersebut berasal dari pengujian internal Google dan belum menggambarkan hasil penggunaan oleh masyarakat umum.

Google Unggulkan Pemrograman dan Analisis Dokumen

Google melaporkan Gemini 4 Argon memperoleh skor 77,9 persen pada DeepSWE v1.1, pengujian untuk pekerjaan rekayasa perangkat lunak jangka panjang. Model ini juga mencatat skor 51,3 persen pada AutomationBench dan 91,7 persen pada LVBench yang mengukur pemahaman terhadap video berdurasi panjang.

Hasil tersebut menunjukkan fokus Argon tidak hanya terletak pada pembuatan teks. Model ini dirancang untuk membaca rangkaian dokumen, menganalisis grafik profesional, menemukan bagian tertentu dalam video panjang, dan mengambil tindakan berdasarkan informasi dari beberapa format.

Meski demikian, angka tolok ukur tidak otomatis menjamin hasil yang sama pada setiap penggunaan. Sebagian hasil diumumkan langsung oleh Google, sedangkan akses yang masih terbatas membuat pengujian independen terhadap kemampuan akhir Argon belum seluas model yang telah tersedia untuk publik.

Kemampuan Keamanan Siber Menjadi Alasan Pembatasan

Gemini 4 Argon dilatih untuk menemukan dan memperbaiki kerentanan perangkat lunak. Google menyatakan model tersebut pernah menemukan celah kritis dalam perangkat lunak kesehatan yang digunakan sejumlah rumah sakit. Celah itu disebut dapat membuka akses terhadap informasi pribadi sensitif dan sebelumnya tidak terdeteksi oleh model AI lain yang diuji.

Pada CWE-bench v1, Argon memperoleh skor 68 persen untuk kemampuan memperbaiki kerentanan keamanan. Model ini juga diuji pada basis kode yang mencakup 20 bahasa pemrograman serta pengujian sistem web tanpa akses terhadap kode sumber.

Kemampuan tersebut menjelaskan mengapa kelompok pertahanan siber memperoleh akses terlebih dahulu. Google ingin mengumpulkan hasil pengujian dunia nyata sambil mengurangi risiko penggunaan model untuk serangan digital, pengembangan senjata, atau aktivitas berbahaya lainnya.

Harga Gemini 4 Argon Sudah Diumumkan

Meskipun API publiknya belum tersedia, Google telah mengumumkan harga perkenalan Gemini 4 Argon sebesar 2 dolar AS per satu juta token masukan dan 10 dolar AS per satu juta token keluaran. Token masukan yang tersimpan dalam cache mendapat potongan harga 95 persen.

Setelah periode perkenalan berakhir, tarifnya dijadwalkan naik menjadi 4 dolar AS per satu juta token masukan dan 20 dolar AS per satu juta token keluaran. Google belum mengumumkan identitas model API maupun tanggal dimulainya akses berbayar tersebut.

Dengan demikian, pembaruan utama yang dibawa Gemini 4 Argon bukan hanya peningkatan kemampuan model. Peluncurannya juga memperlihatkan perubahan pendekatan Google terhadap AI berkemampuan tinggi, yakni menguji sistem bersama pengguna terbatas sebelum membuka akses lebih luas. Sampai jadwal resmi diumumkan, pengguna reguler masih harus menunggu untuk mencoba model tersebut secara langsung.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya