Petarung Indonesia KKCal mengamankan tiket menuju Byon World Grandprix 2026 setelah mengalahkan Rendi Singgih melalui keputusan mutlak dalam Byon Madness 5 di Bandung Arena, Sabtu, 3 Oktober 2026. Kemenangan setelah tiga ronde tersebut membuka jalan bagi KKCal untuk tampil dalam persaingan kelas 61 kilogram.
Hasil di Bandung sekaligus menjadi momentum kebangkitan KKCal setelah kekalahan sebelumnya. Seusai pertandingan, ia mengungkapkan bahwa perjuangan kembali meraih kemenangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghadapi lawan, tetapi juga kesiapan mental untuk bangkit.
KKCal menyusul Nelson Julianto yang lebih dahulu mendapatkan tempat di Byon World Grandprix 2026. Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2026, sehingga kemenangan atas Rendi menjadi pintu masuk menuju tahap persaingan berikutnya.
KKCal Mengambil Inisiatif sejak Ronde Pertama
Pertarungan berlangsung dengan intensitas tinggi sejak ronde pembuka. KKCal mengambil inisiatif melalui kombinasi pukulan dan tendangan, sementara Rendi berusaha mencari kesempatan untuk membalas tekanan tersebut.
Dengan posisi bertarung southpaw, KKCal memperlihatkan variasi serangan, termasuk spinning backfist, tendangan ke arah kepala, dan superman punch. Tekanan yang dibangunnya membuat Rendi harus bekerja keras menjaga pertahanan sekaligus mencari ruang untuk melancarkan serangan balasan.
Memasuki ronde kedua, Rendi mencoba meningkatkan perlawanan melalui tendangan ke kaki dan pukulan hook. KKCal merespons dengan pertahanan rapat serta gerakan tipuan untuk mengatur serangan. Duel tetap berlangsung hingga ronde terakhir tanpa kemenangan melalui penghentian pertandingan.
Pada ronde ketiga, KKCal memanfaatkan tendangan ke tubuh, tendangan dorong, dan pergerakan kaki untuk menjaga jarak. Ia tetap berusaha mengendalikan tempo, sedangkan Rendi mencari celah untuk mengubah arah pertandingan sebelum waktu pertarungan berakhir.
Setelah bel terakhir berbunyi, hasil pertandingan ditentukan melalui penilaian juri. Seluruh juri memberikan kemenangan kepada KKCal, sehingga ia dinyatakan menang melalui unanimous decision atau keputusan mutlak.
Tiket Byon World Grandprix dan Perjuangan untuk Bangkit
Dalam pernyataannya di atas ring, KKCal menyampaikan terima kasih atas dukungan penonton di Bandung dan tim kepelatihannya. Ia juga mengaitkan hasil tersebut dengan janji untuk kembali tampil dan meraih kemenangan.
“Sesuai janji saya, saya comeback di Bandung. Pengalaman luar biasa ketika kita kalah dan mau comeback, perjuangannya dua sampai tiga kali lipat—bukan karena lawannya, tapi karena melawan diri sendiri,” ujar KKCal.
Pernyataan itu memperlihatkan bagaimana KKCal memandang proses kebangkitannya. Baginya, pertandingan di Bandung membawa tantangan yang melampaui persiapan teknik, karena ia juga harus menghadapi tekanan setelah hasil buruk pada penampilan sebelumnya.
Meski berhasil merebut tiket Grand Prix, KKCal mengakui penampilannya masih memiliki kekurangan. Ia menyampaikan keinginan untuk belajar dan melakukan pembenahan sebelum kembali bertanding membawa nama Indonesia.
“Hari ini saya banyak kekurangan dan harus banyak belajar. Saya janji akan berikan yang terbaik untuk Indonesia, demi Merah Putih,” katanya.
Kemenangan ini mengalihkan fokus KKCal dari perebutan tiket menuju persiapan menghadapi turnamen Desember. Evaluasi penampilan di Bandung menjadi bagian penting dari komitmen yang ia sampaikan setelah pertandingan.
Dengan Nelson Julianto sudah lebih dahulu lolos, keberhasilan KKCal menambah wakil Indonesia dalam persaingan kelas 61 kilogram. Bagi KKCal sendiri, tiket Byon World Grandprix menjadi hasil konkret dari upayanya bangkit, sekaligus awal dari tantangan berikutnya untuk memenuhi janji memberikan penampilan terbaik bagi Merah Putih.
Tulis Komentar