Empat petarung menjadi perwakilan Indonesia di BYON World Grand Prix pada dua kelas berbeda. Nelson Julianto dan KKCAL mengisi kelas lightweight 61 kilogram, sementara Haris Sofyan bersama Aditya Armadani membawa nama Indonesia di kelas welterweight 67 kilogram.
Susunan tersebut mencakup dua petarung yang mengamankan tiket melalui BYON Madness 5 di Bandung Arena, Sabtu, 3 Oktober 2026. KKCAL memenangi pertandingan melawan Rendi Singgih, sedangkan Aditya menuntaskan duel menghadapi Ardiansyah hingga ronde tambahan penentu.
Haris Sofyan juga telah menjadi finalis kelas 67 kilogram berdasarkan informasi yang diterima redaksi. Status tersebut melengkapi daftar wakil Indonesia di divisi welterweight, meskipun pengumumannya belum sempat disampaikan. Dengan demikian, masing-masing kelas memiliki dua petarung Indonesia menuju turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2026.
Nelson Julianto dan KKCAL Mengisi Kelas 61 Kg
Nelson Julianto, yang dikenal sebagai Nyong Nelson, lebih dahulu memastikan tempat melalui BYON Combat Showbiz 8 di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada 29 Agustus 2026. Ia mengalahkan Fahri Alamsyah lewat kemenangan angka mutlak atau unanimous decision.
Kemenangan itu menjadikan Nelson wakil Indonesia pertama yang mengamankan tiket Grand Prix di kelas 61 KG.
KKCAL kemudian menyusul setelah menghadapi Rendi Singgih di Bandung. Berdasarkan keterangan hasil pertandingan yang diterima redaksi, ia memenangi duel tiga ronde melalui keputusan angka mutlak. Kemenangan tersebut memberinya tiket untuk mendampingi Nelson di kelas 61 kilogram.
Pertandingan KKCAL melawan Rendi memang masuk dalam rangkaian perebutan tempat menuju Grand Prix. Vidio, selaku pemegang siaran, telah mencantumkan duel tersebut sebagai salah satu laga kualifikasi dalam susunan BYON Madness 5 yang diumumkan sebelum acara.
Haris Sofyan dan Aditya Armadani di Kelas 67 Kg
Di kelas welterweight, Indonesia memiliki Haris Sofyan dan Aditya Armadani. Haris, yang dikenal dengan julukan The King, telah dipastikan menjadi finalis berdasarkan informasi yang diterima redaksi. Keterangan ini menjadi dasar pencantuman namanya dalam daftar perwakilan Indonesia.
Salah satu hasil pertandingan Haris sebelumnya adalah kemenangan atas Bashir Mazreavi di BYON Madness 4 pada Juni 2026. ANTARA mencatat bahwa Haris memenangi laga itu lewat unanimous decision. Hasil tersebut merupakan bagian dari rekam pertandingan Haris, sementara kepastian status finalisnya berasal dari informasi terpisah yang diterima redaksi.
Aditya Armadani mengamankan tiket melalui pertandingan melawan Ardiansyah pada 3 Oktober 2026. Petarung berjuluk Armageddon itu harus melewati judgment round sebelum memastikan kemenangan dan mendapatkan tempat di Grand Prix kelas 67 kilogram.
Kelolosan Aditya terjadi setelah ia sebelumnya kalah dari Bashir Mazreavi di BYON Combat Showbiz 8 pada 29 Agustus 2026. Dalam pertandingan di Jakarta tersebut, Bashir menang angka mutlak setelah tiga ronde. Aditya kemudian kembali bertanding di Bandung dan memenangi laga perebutan tiketnya.
Dua Kelas Membawa Empat Nama Indonesia
BYON Madness 5 mempertemukan sejumlah petarung dalam pertandingan yang berkaitan dengan kualifikasi Grand Prix. Selain KKCAL melawan Rendi dan Aditya menghadapi Ardiansyah, agenda perebutan tiket juga mencakup duel antarpeserta dari luar Indonesia.
Bagi wakil Indonesia, hasil di Bandung menambahkan KKCAL dan Aditya ke dalam susunan peserta. Daftar yang dihimpun kini menempatkan Nelson Julianto bersama KKCAL di kelas 61 kilogram, serta Haris Sofyan bersama Aditya Armadani di kelas 67 kilogram menuju BYON World Grand Prix akhir tahun.
Tulis Komentar