Senin, 26 Oktober 2026
Olahraga

Umar Al-Matin Kalahkan Kabilan Lewat Spinning Back Elbow, Amankan Tiket Byon World Grand Prix Kelas 61 KG

Umar Al-Matin Kalahkan Kabilan Lewat Spinning Back Elbow, Amankan Tiket Beyond World Grand Prix Kelas 61 KG
Umar Al-Matin Kalahkan Kabilan Lewat Spinning Back Elbow, Amankan Tiket Byon World Grand Prix Kelas 61 KG. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Umar Al-Matin merebut tiket Byon World Grandprix 2026 kelas 61 kilogram setelah mengalahkan sesama petarung Malaysia, Kabilan “The Hunter” Jelevan, dalam Byon Madness 5 di Bandung Arena, Sabtu, 3 Oktober 2026. Umar menang melalui keputusan mutlak setelah pertarungan berlangsung selama tiga ronde.

Serangan siku berputar atau spinning back elbow pada ronde kedua menjadi momen penting dalam kemenangan tersebut. Serangan Umar menjatuhkan Kabilan dan menghasilkan knockdown, sebelum laga berlanjut hingga penilaian akhir juri.

Dengan hasil ini, Umar mengamankan Golden Ticket dan menjadi wakil kedua Malaysia di kelas 61 kilogram setelah Putra Abdullah. Kelolosan tersebut membawanya menuju Byon World Grandprix 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Desember 2026.

Spinning Back Elbow Mengubah Jalannya Pertarungan

Ronde pertama memperlihatkan pendekatan berbeda dari kedua petarung. Umar mengandalkan pergerakan kaki dan pengaturan jarak, sementara Kabilan berusaha mendekat untuk membangun tekanan serta mencari kesempatan menyerang.

Umar tidak terburu-buru mengikuti pertukaran serangan jarak dekat. Ia memanfaatkan kelincahan untuk menghindari tekanan Kabilan sekaligus mencari ruang melancarkan serangan. Ronde pembuka juga diwarnai insiden serangan ke bawah sabuk yang tidak disengaja oleh Umar.

Setelah ronde pertama, pertarungan memasuki fase yang lebih menentukan. Kabilan terus bergerak maju untuk memburu Umar, tetapi pendekatan tersebut kemudian membuka kesempatan bagi lawannya untuk melepaskan serangan balasan.

Pada ronde kedua, Umar melancarkan spinning back elbow yang mengenai Kabilan hingga terjatuh. Knockdown itu menjadi titik balik laga dan memperbesar keunggulan Umar dalam penilaian. Berdasarkan keterangan pertandingan, ronde tersebut dinilai 10-8 untuk Umar.

Kabilan masih mampu melanjutkan duel, sehingga pertandingan tidak berakhir melalui knockout. Namun, ia memasuki ronde terakhir dengan kebutuhan untuk mengejar ketertinggalan setelah kehilangan poin pada ronde sebelumnya.

Pada ronde ketiga, Kabilan meningkatkan agresivitas dan memburu penyelesaian. Umar merespons dengan pergerakan melingkar serta pertahanan rapat untuk meredam serangan. Ia menjaga jarak dan tidak membiarkan tekanan Kabilan mengubah jalannya laga hingga bel terakhir berbunyi.

Ketiga juri kemudian sepakat memberikan kemenangan kepada Umar. Hasil unanimous decision tersebut memastikan bahwa knockdown pada ronde kedua menjadi bagian penting dari kemenangan angka, bukan serangan yang langsung mengakhiri pertandingan.

Umar Siap Bertarung Profesional di Byon World Grandprix

Seusai pertandingan, Kabilan mengakui kekalahannya dan memberikan apresiasi kepada Umar. Ia juga menyampaikan bahwa persiapannya menghadapi laga ini mengalami kendala akibat cuaca buruk dan jerebu di Sarawak.

Kabilan menyatakan akan kembali berlatih lebih keras. Pengakuannya mengenai kendala persiapan disampaikan setelah laga, bersamaan dengan sikap sportif menerima hasil pertandingan dan menghargai penampilan lawannya.

Sementara itu, Umar mempersembahkan kemenangan kepada tim pelatih, para pendukung, dan istrinya. Ia turut membagikan kabar bahwa dirinya akan menjadi ayah pada Desember mendatang, bulan yang juga menjadi jadwal pelaksanaan Grand Prix.

Dalam wawancara setelah pertandingan, Umar menanggapi kemungkinan bertemu rekan satu timnya asal Indonesia, Nelson Julianto, pada persaingan kelas 61 kilogram. Ia menegaskan bahwa hubungan di luar ring tidak menghalangi keduanya untuk bertanding secara profesional.

“Minta maaf Nyong (Nelson), aku masuk Grand Prix! Tapi dalam olahraga ini, kalau jumpa tetap lawan secara profesional,” ujar Umar.

Pernyataan itu merujuk pada kemungkinan pertemuan, bukan kepastian pasangan pertandingan. Umar telah mengamankan tempatnya di turnamen, sementara lawan yang akan dihadapinya belum disebutkan dalam keterangan seusai laga.

Bagi Umar, kemenangan di Bandung menuntaskan perebutan tiket melawan Kabilan. Tantangan berikutnya adalah membawa ketenangan, pengaturan jarak, dan ketepatan serangan yang ditunjukkannya dalam laga ini ke panggung Byon World Grandprix 2026.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya