Aditya “Armageddon” Armadani merebut tiket Byon World Grandprix kelas 67 kilogram setelah mengalahkan Ardiansyah “Singa Umar” melalui ronde tambahan penentu atau judgment round. Duel dalam Byon Madness 5 di Bandung Arena, Sabtu, 3 Oktober 2026, berlangsung hingga empat ronde setelah tiga ronde awal berakhir imbang.
Aditya harus melewati situasi sulit sebelum memastikan kemenangan. Ia sempat terjatuh akibat pukulan Ardiansyah pada ronde kedua, tetapi mampu melanjutkan pertandingan, mengejar ketertinggalan, dan memenangi ronde tambahan.
Hasil tersebut mengantarkan Aditya mendapatkan tempat sebagai wakil Indonesia dalam persaingan kelas welterweight 67 kilogram. Kemenangan di Bandung juga menjadi momentum kebangkitannya setelah menelan kekalahan pada laga sebelumnya.
Unggul pada Ronde Pembuka, Aditya Terjatuh pada Ronde Kedua
Aditya memulai pertandingan dengan mengambil inisiatif melalui kombinasi jab dan tendangan. Ardiansyah berusaha membalas menggunakan pukulan straight, sementara Aditya memanfaatkan kesempatan untuk melancarkan serangan balik.
Keaktifan dan efektivitas serangan membawa Aditya unggul pada ronde pembuka. Ketiga juri yang bertugas, Saipul Indrawan, Antas Brata, dan Calista Alicia, memberikan skor 10-9 untuk Aditya.
Situasi berubah pada ronde kedua ketika Ardiansyah meningkatkan intensitas serangan. Sebuah pukulan long left hook mengenai Aditya dan menjatuhkannya ke kanvas. Wasit kemudian memberikan hitungan sebelum pertandingan dilanjutkan.
Knockdown tersebut mengubah arah persaingan poin. Ardiansyah mengamankan ronde kedua dengan skor 10-8, sehingga Aditya harus mengejar ketertinggalan pada ronde berikutnya untuk menjaga peluang meraih tiket Grand Prix.
Memasuki ronde ketiga, Aditya kembali membangun tekanan. Ia melancarkan variasi serangan melalui superman punch, spinning back elbow, serta kombinasi tendangan. Ardiansyah tetap memberikan perlawanan dengan pukulan-pukulan keras.
Pertukaran serangan berlangsung hingga akhir ronde. Ardiansyah juga menerima beberapa peringatan dari wasit terkait pelanggaran clinch, sementara kedua petarung terus berusaha mengumpulkan poin dalam waktu yang tersisa.
Setelah tiga ronde selesai, ketiga juri mencatat skor identik 28-28. Hasil imbang itu membuat pemenang belum dapat ditentukan dan pertandingan harus berlanjut ke judgment round.
Judgment Round Menentukan Tiket Byon World Grandprix
Ronde tambahan menjadi kesempatan terakhir bagi kedua petarung untuk menentukan hasil duel. Aditya tampil menekan melalui kombinasi jab-straight, superman punch, dan hook yang mengenai sasaran.
Ardiansyah berusaha bertahan dan memberikan perlawanan di tengah tekanan tersebut. Namun, agresivitas serta pukulan bersih Aditya pada ronde penentu membuatnya mendapatkan keunggulan dalam penilaian juri.
Dewan juri akhirnya menetapkan Aditya dari sudut biru sebagai pemenang. Keputusan tersebut menuntaskan duel yang sebelumnya berjalan seimbang sekaligus memastikan kelolosannya menuju Byon World Grandprix.
Perjalanan Aditya dalam laga ini memperlihatkan perubahan momentum dari satu ronde ke ronde berikutnya. Keunggulan awal sempat berbalik setelah knockdown, sebelum ia menyamakan skor dan memanfaatkan ronde tambahan untuk merebut kemenangan.
Aditya Rayakan Kebangkitan di Bandung
Dalam wawancara setelah pertandingan, Ardiansyah menerima kekalahannya dan meminta maaf kepada tim pelatih serta para pendukung. Ia belum berhasil mempersembahkan kemenangan dalam laga perebutan tiket tersebut.
Sementara itu, Aditya menyampaikan rasa syukur atas hasil pertandingan dan berterima kasih kepada penonton Bandung. Ia menyambut kemenangan ini sebagai kebangkitan setelah hasil buruk pada penampilan sebelumnya.
“Terima kasih banyak semua warga Bandung yang hadir di sini. Saya dari Kesatria Bandung, comeback!” seru Aditya di atas ring.
Dengan tiket Byon World Grandprix di tangan, Aditya akan melanjutkan persaingan pada turnamen akhir tahun. Kemenangan atas Ardiansyah menjadi modal berikutnya setelah ia berhasil melewati knockdown, mengejar ketertinggalan, dan menuntaskan pertandingan melalui judgment round.
Tulis Komentar