Pada Jumat, 21 Agustus 2026, belum ada wisatawan mancanegara yang membatalkan kunjungan ke Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Pada Selasa, 13 Oktober 2026, pelaku wisata di Kotawaringin Barat (Kobar) dan Lamandau, Kalimantan Tengah, melaporkan kunjungan yang batal akibat karhutla Tanjung Puting dan sekitarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kobar, Muhammad Alwan, mengatakan pada Senin, 24 Agustus 2026, bahwa 50 hingga 60 persen wisman bertanya soal keamanan. Pertanyaan itu menyangkut api, asap, kualitas udara, dan dampaknya terhadap kesehatan.
Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Moncos, anggota Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK) sekaligus Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kobar, menyebut kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara turun sekitar 80 persen. Angka itu belum disertai data pembanding. Menurut Moncos, sejumlah wisatawan asing di kawasan TNTP juga mengeluhkan asap.
Alwan mengatakan pembatalan kunjungan ke TNTP terjadi karena penerbangan dibatalkan atau tertunda akibat karhutla.
Penerbangan berhenti berhari-hari
Pada Kamis, 8 Oktober 2026, tiga rute Batik Air (Jakarta, Surabaya, dan Semarang) serta seluruh rute NAM Air dari Bandara Iskandar Pangkalan Bun dibatalkan. Kepala Kantor UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, mengatakan jarak pandang saat itu di bawah 1.500 meter.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, jarak pandang sekitar 200 meter dan sejumlah penerbangan dibatalkan. NAM Air berhenti terbang pada 11 hingga 15 Oktober 2026, sedangkan Batik Air pada 12 hingga 13 Oktober 2026. Asri menyebut penghentian itu keputusan kedua maskapai akibat asap karhutla yang dikategorikan force majeure.
“Bukan bandara yang tutup, Bang. Namun, dua maskapai, Batik dan NAM Air, menginformasikan kepada kita untuk tidak terbang”
Asri menyatakan Kobar menjadi pintu masuk ke sejumlah destinasi wisata, termasuk TNTP.
Lima trip Riam Tinggi batal
Di Lamandau, pengelola Desa Wisata Riam Tinggi, Kecamatan Delang, Gogo, mengatakan rombongan wisatawan terakhir datang pada awal September 2026. Setelah itu, kunjungan yang sudah direncanakan mulai dibatalkan.
“Termasuk bulan Oktober ini, ada lima trip yang sudah booking, tetapi dibatalkan semua”
Gogo menyebut ada tamu yang batal karena pesawat dan ada yang punya riwayat asma sehingga tidak berani datang. Ia mengatakan kondisi itu memengaruhi pendapatan warga desa wisata yang bergantung pada wisata alam.
Objek wisata Bukit Lubang Kilat di Desa Riam Tinggi ditutup sementara sejak Selasa, 25 Agustus 2026 sebagai pencegahan. Saat itu belum ada titik api atau asap di lokasi. Kepala Pelaksana BPBD Lamandau, Hendikel, menyebut pada Senin, 12 Oktober 2026 bahwa luas karhutla di kabupaten itu per Minggu, 11 Oktober 2026 mencapai 366,32 hektare dari 213 kejadian.
Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Linae, menyatakan pada Selasa, 13 Oktober 2026 bahwa Pemprov belum mengusulkan karhutla menjadi bencana nasional. Menurut dia, indikatornya mencakup korban jiwa, korban luka, kelumpuhan perekonomian, dan kerusakan sarana vital.
Tulis Komentar