Senin, 26 Oktober 2026
Pariwisata

Wisata Tanjung Puting Tersendat, Dua Maskapai Setop Terbang

Batik Air dan NAM Air berhenti terbang ke Pangkalan Bun saat karhutla, menurut Kepala UPBU Iskandar. Bandara tidak ditutup, kunjungan ke TNTP terdampak.

Pesawat di landasan bandara yang diselimuti kabut asap tebal dengan hutan tropis di latar belakang
Ilustrasi kabut asap karhutla yang menyelimuti landasan bandara dan hutan di Kalimantan Tengah. Sumber foto: ikntime.com. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Akses udara ke wisata Tanjung Puting terganggu setelah dua maskapai memutuskan berhenti terbang ke Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di sekitar Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP). Bandara Iskandar sendiri tidak ditutup.

Batik Air menghentikan penerbangan pada 12-13 Oktober 2026. NAM Air berhenti lebih lama, yakni pada 11-15 Oktober 2026.

Kepala UPBU Kelas II Iskandar Pangkalan Bun, Asri Alie, menegaskan status bandara. “Bukan bandara yang tutup, Bang. Namun, dua maskapai, Batik dan NAM Air, menginformasikan kepada kita untuk tidak terbang,” katanya.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata Kotawaringin Barat, Muhammad Alwan, mengatakan pembatalan kunjungan ke TNTP berkaitan langsung dengan pembatalan dan keterlambatan penerbangan akibat karhutla.

Moncos dari Yayasan Orangutan Hijau Kalimantan (YOHK), yang terkait dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kotawaringin Barat, menyebut kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara merosot sekitar 80 persen. Ia menyampaikannya pada Selasa, 13 Oktober 2026. Angka itu belum disertai data pembanding.

Wisatawan mancanegara di TNTP juga disebut mengeluhkan asap yang mengganggu kenyamanan. Jumlah wisatawan yang mengeluh belum diketahui.

Angka penerbangan terdampak

Kementerian Perhubungan mencatat 1.673 penerbangan berjadwal domestik terdampak karhutla pada 11 Agustus-9 Oktober 2026 dari 10 maskapai. Rinciannya, 907 dibatalkan atau ditunda, 745 terlambat, 15 dialihkan, dan 6 kembali ke bandara asal. Dampak terbesar ada di bandara Kalimantan, termasuk Pangkalan Bun.

Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan mencatat 180 penerbangan terdampak di Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Utara pada 28 September-4 Oktober 2026. Angka itu turun dari 304 penerbangan pada 21-27 September 2026. Kalimantan Tengah menyumbang sekitar 69,4 persen, atau 125 penerbangan.

Penanganan di lapangan

Pemkab Kotawaringin Barat menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan karena menjadi penyumbang asap terbesar. Ketiganya adalah ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama, Desa Tanjung Putri, dan kawasan TNTP.

Bupati Kotawaringin Barat Nurhidayah meninjau lokasi kebakaran di jalur Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia mendesak pemerintah pusat membantu personel dan peralatan pemadaman. Menurut dia, kebakaran yang tersebar membuat petugas harus dibagi ke banyak titik.

Tim relawan gabungan YOHK dan HPI Kotawaringin Barat menarik sementara personel dari kegiatan pemadaman dan meminta water bombing, menurut keterangan relawan.

“Kami harapkan pemerintah pusat turun langsung ke wilayah Kobar dan Provinsi Kalimantan Tengah, bantu kami dan segera turunkan bantuan,” kata Nurhidayah.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya