Selasa, 27 Oktober 2026
Nasional

Mutasi Kapolri Suyudi 3 Kali, Pengamat Minta Sasaran Jelas

Mutasi Kapolri Suyudi sudah tiga kali lewat telegram sejak 1 Oktober 2026. Pengamat minta sasaran terukur, Kompolnas prediksi berlanjut sampai polres.

Ilustrasi berkas surat telegram dan lencana kepolisian di atas meja kerja di gedung Mabes Polri
Ilustrasi mutasi pati dan pamen Polri lewat surat telegram Kapolri. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Pengamat kepolisian menilai mutasi Kapolri Suyudi baru bermakna jika sasarannya jelas dan hasilnya terukur. Sejak dilantik pada Kamis, 1 Oktober 2026, Jenderal Suyudi Ario Seto sudah menerbitkan tiga surat telegram mutasi pati dan pamen Polri.

Bambang Rukminto, pemerhati kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menyebut langkah itu sebagai “Blitzkrieg” atau Operasi Kilat. Ia menyampaikannya pada Senin, 12 Oktober 2026.

“Operasi Kilat baru bermakna jika memiliki sasaran yang jelas dan menghasilkan perubahan yang terukur,” kata Bambang.

Telegram pertama bernomor ST/2205/X/KEP./2026 bertanggal Jumat, 2 Oktober 2026. Telegram kedua, ST/2251/X/KEP/2026 bertanggal Sabtu, 10 Oktober 2026, merotasi 199 pati dan pamen.

Telegram ketiga, ST/2262/X/KEP./2026 bertanggal Senin, 12 Oktober 2026, memuat 14 perwira. Isinya mencakup Bareskrim, Polda Jawa Timur, Polda Jambi, dua polresta, dan Korbrimob.

Isi telegram ketiga

Jabatan Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim kini dipegang Kombes Suhasto, yang sebelumnya Pemeriksa Inafis Kepolisian Madya Tingkat I Bareskrim. Pendahulunya, Brigjen Ade Safri Simanjuntak, dialihkan menjadi Widyaiswara Kepolisian Tingkat II Sespim Lemdiklat Polri.

Brigjen Herry Dian Dwiharto sebelumnya Widyaiswara Utama Tingkat II Sespim Lemdiklat. Ia kini menjadi analis kebijakan utama bidang NCB/Interpol di Divisi Hubungan Internasional Polri.

Di daerah, Kombes Rofiq Ripto Himawan berpindah dari Kapolresta Banyuwangi menjadi Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Timur. Kombes Muharman Arta, sebelumnya Kapolresta Pekanbaru, mengisi kursi Banyuwangi. Kombes Ronny Riantoko Eppang menjadi Kapolresta Pekanbaru.

Brigjen Deonijiu De Fatima dan Brigjen Leonardus Simarmata dimutasi menjadi Pati Baintelkam Polri untuk bertugas di Badan Intelijen Negara. Dua kombes, Robert Da Costa dan Irfan S.D.P. Marpaung, menjadi Pamen Korbrimob Polri untuk penugasan di luar struktur.

Kapolresta Sleman diganti kurang dari 24 jam

Kombes Nanang Haryono menjadi Kapolresta Sleman lewat serah terima jabatan pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Ia kemudian dimutasi menjadi Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Jambi. Penggantinya AKBP Dhimas Prasetyo, sebelumnya Kabagbekum Rolog Polda Metro Jaya.

Kapolres Kulon Progo AKBP Ridho Hidayat menjadi Wakapolresta Sleman. Kursi Kulon Progo diisi AKBP Agus Prihadinika.

Kabid Humas Polda DIY Kombes Ihsan menyatakan, “Kebijakan rotasi dan mutasi ini merupakan kewenangan mutlak Mabes Polri berdasarkan kebutuhan dan penyegaran organisasi.”

Aktivis Jogja Police Watch Baharuddin Kamba menilai pergantian itu tidak lazim. “Ini menjadi ketidaklaziman yang patut mendapat perhatian,” ujarnya.

Penjelasan Polri dan prediksi Kompolnas

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier. Ia menyebut penempatan personel mempertimbangkan kebutuhan organisasi, kompetensi, kapabilitas, serta rekam jejak dan integritas.

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menyebut mutasi untuk efektivitas visi misi Suyudi, “Polisi Bersama Masyarakat”, sebagai hal wajar. Ia memprediksi gelombang berikutnya menyentuh kapolres di wilayah.

“Kemungkinan juga akan ada TR (surat telegram) berikutnya yang juga akan mengubah tatanan kapolres kewilayahan, di wilayah-wilayah, khususnya polres,” kata Anam.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya