Dari hasil final Kudus Indonesia Masters 2026 pada Minggu, 25 Oktober 2026, satu gelar sudah pasti menjadi milik Indonesia. Gelar itu diraih ganda putri Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine, dan menjadi gelar Super 100 kedua mereka setelah turnamen di India pada 2025. Dua wakil lain, pasangan Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino dan tunggal putra Richie Duta Richardo, sama-sama tampil di final Super 100 pertama mereka. Bagi Rian/Daniel, itu final pertama sebagai pasangan.
Isyana/Rinjani berstatus unggulan kedua. Di final, mereka mengalahkan unggulan pertama asal Thailand, Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan, dalam dua gim dengan skor 21-15, 21-17. Laga itu berlangsung di GOR Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.
Polytron Kudus Indonesia Masters 2026 merupakan turnamen level BWF World Tour Super 100 yang digelar pada 20–25 Oktober 2026.
Tabel di bawah merangkum partai final yang melibatkan pemain Indonesia.
| Sektor | Pemain Indonesia | Lawan di final | Hasil |
|---|---|---|---|
| Ganda putri | Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine | Hathaithip Mijad/Napapakorn Tungkasatan (Thailand) | Juara, 21-15, 21-17 |
| Ganda campuran | Gloria Emanuelle Widjaja (bersama Hee Yong Kai Terry dari Singapura) | Li Hong Yi/Huang Ke Xin (China) | Runner-up, 21-15, 5-21, 10-21 |
| Ganda putra | Muhammad Rian Ardianto/Daniel Edgar Marvino | Jin Yong/Jo Song Hyun (Korea Selatan) | Hasil belum terkonfirmasi |
| Tunggal putra | Richie Duta Richardo | Dong Tian Yao (China) | Hasil belum terkonfirmasi |
Gelar Super 100 Kedua Isyana/Rinjani Setelah India 2025
Di babak perempat final pada Jumat, 23 Oktober 2026, Isyana/Rinjani mengalahkan sesama pasangan Indonesia, Lanny/Ester. Sehari kemudian, mereka menang 21-12, 21-19 atas pasangan Korea Selatan, Moon In Seo/Park Seul, yang merupakan unggulan kedelapan.
Menurut Isyana, ganda Thailand bermain rapi pada awal gim pertama, lalu kerap salah sendiri ketika skor mendekati akhir gim. Pada gim kedua, keunggulan lebar yang mereka bangun nyaris terkejar karena mereka ingin cepat mematikan bola.
“Kami kurang sabar dalam membangun permainan,” kata Isyana.
Isyana juga menyinggung beban sebagai tuan rumah. “Pasti mereka main di sini ‘nothing to lose’, apalagi mereka mau mengalahkan kita karena kita tuan rumah,” ujarnya. Selepas semifinal, ia menyebut dukungan penonton di Kudus cukup membantu tim Indonesia.
Rinjani mengatakan pelatih Nitya Krishinda Maheswari Korwa meminta mereka bermain dengan yakin sebelum laga. “Bermain yakin saja, percaya diri sama pukulannya masing-masing,” kata Rinjani. Ia juga bersyukur mereka bisa menuntaskan final tanpa cedera.
Rian/Daniel dan Richie di Final Super 100 Pertama
Rian/Daniel lolos ke final setelah mengalahkan sesama pasangan Indonesia, Taufik Aderya/Alexius Ongkytama Subagio, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Mereka menang lewat tiga gim dengan skor 21-18, 17-21, 22-20. Ini final pertama Rian/Daniel sejak dipasangkan.
Di final, mereka menghadapi pasangan Korea Selatan, Jin Yong/Jo Song Hyun. Rian menilai Jin Yong perlu diwaspadai karena bermain dengan tangan kidal. “Pemain Korea terkenal dengan ulet, rapi, safe, dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Itu yang kami waspadai,” kata Rian dalam keterangan pers PBSI.
Daniel menyebut capaian itu belum memuaskan mereka. “Rasanya senang, kami berdua pertama kali final Super 100 sebagai pasangan, kami masih belum puas,” ujarnya.
Richie Duta Richardo datang ke Kudus tanpa status unggulan. Di perempat final, ia mengalahkan unggulan kedua asal Taiwan. Di semifinal pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ia menyingkirkan unggulan ketiga dari China, Zhu Xuan Chen, dengan skor 21-16, 13-21, 21-16. Kemenangan ini membalas kekalahannya dari Zhu di Malaysia Masters Super 100 sepekan sebelumnya.
Lawan Richie di final adalah Dong Tian Yao dari China, unggulan pertama turnamen. “Besok pertama kali bertemu dengan (Dong Tian Yao) dan pertama kali juga bermain di final super 100,” kata Richie seusai semifinal.
Gloria Runner-up, Final Tunggal Putri Tanpa Pemain Indonesia
Di sektor ganda campuran, Gloria Emanuelle Widjaja dan pasangannya dari Singapura, Hee Yong Kai Terry, kalah dari Li Hong Yi/Huang Ke Xin dari China. Mereka sempat merebut gim pertama 21-15, lalu kalah 5-21 dan 10-21. Menurut Gloria, angin yang kencang membuat kok sulit dikendalikan pada gim kedua.
“Kami sudah berupaya bermain maksimal. Hasilnya demikian yang kami terima,” kata Gloria. Pasangan Indonesia Verrell Yustin Mulia/Bernadine Anindya Wardana sebelumnya tersingkir di semifinal.
Di sektor tunggal putri, tidak ada pemain Indonesia yang tampil di final. Pada Sabtu, 24 Oktober 2026, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi kalah 12-21, 12-21 dari Xu Wen Jing dari China. Dhinda menyebut jari kelingking kaki kanannya meradang akibat kapalan yang terasa sejak malam sebelum laga.
Mutiara Ayu Puspitasari juga terhenti di semifinal setelah kalah 18-21, 19-21 dari Lo Sin Yan Happy dari Hong Kong. Final tunggal putri pun mempertemukan Xu Wen Jing dan Lo Sin Yan Happy.
Tulis Komentar