Data karhutla Kaltim per kabupaten menempatkan Paser jauh di atas Kutai Barat, wilayah yang disebut Polda Kaltim paling rawan. BPBD Kaltim mencatat 615 kejadian di Paser hingga Kamis, 22 Oktober 2026, sedangkan di Kutai Barat ada 212 kejadian. BMKG Kaltim juga mendeteksi 302 titik panas di Paser pada Jumat, 23 Oktober 2026, sementara di Kutai Barat ada 90 titik.
Peringkat kerawanan versi Polda disampaikan Wakapolda Kaltim Brigjen Pol Rustam Mansur pada Minggu, 25 Oktober 2026. Ia memimpin apel penerimaan dan pelepasan personel bantuan kendali operasi (BKO) di halaman Mapolda Kaltim, Balikpapan. Menurut Rustam, hasil pemetaan menunjukkan Kutai Barat sebagai wilayah paling rawan. “Yang kedua Kabupaten Paser,” ujarnya.
Polda Kaltim belum merinci indikator yang dipakai dalam pemetaan itu. Kutai Kartanegara, kabupaten dengan lahan terbakar paling luas di Kaltim, tidak masuk daftar wilayah tujuan pasukan.
100 Brimob dan Bareskrim ke Empat Kabupaten
Personel BKO berasal dari Pasukan Brimob II Korps Brimob Polri dan Bareskrim Polri. Mereka ditempatkan di Paser, Penajam Paser Utara (PPU), Kutai Barat, dan Kutai Timur. “Setiap wilayah menerima satu peleton,” kata Rustam.
Humas Polda Kaltim menyebut jumlah pasukan 100 personel BKO. Rustam merincinya, “Sebanyak 100 personel Brimob dan lima anggota Bareskrim Polri.” Penugasan awal direncanakan selama dua minggu.
Tugas personel adalah memperkuat pemadaman, mencegah api meluas, dan mendukung penegakan hukum atas dugaan pembakaran lahan. Mereka bekerja bersama Polres setempat, TNI, BPBD, dan instansi terkait. “Pengerahan personel ini merupakan salah satu bentuk komitmen pimpinan Polri untuk menambah kekuatan dalam rangka penanggulangan karhutla,” kata Rustam.
Data BPBD dan BMKG Menempatkan Paser di Atas Kutai Barat
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi Gunawan mencatat 2.342 kejadian karhutla Kaltim hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Luas area terdampak mencapai 9.327,23 hektare. Paser menjadi kabupaten dengan jumlah kejadian tertinggi.
Pada Jumat, 23 Oktober 2026, BMKG Kaltim mendeteksi 810 titik panas di delapan wilayah. Paser kembali di urutan teratas dengan 302 titik, disusul Kutai Timur 194 titik dan Kutai Kartanegara 176 titik. Kutai Barat mencatat 90 titik, sedangkan PPU 16 titik.
Berikut data karhutla Kaltim dari BPBD dan BMKG untuk empat wilayah tujuan BKO serta Kutai Kartanegara.
| Kabupaten | Kejadian (BPBD, per 22 Okt) | Luas terbakar (ha) | Titik panas (BMKG, 23 Okt) |
|---|---|---|---|
| Paser | 615 | 1.753,03 | 302 |
| Kutai Barat | 212 | 1.369,12 | 90 |
| Penajam Paser Utara | 243 | 905,05 | 16 |
| Kutai Timur | 153 | 487,46 | 194 |
| Kutai Kartanegara | 418 | 2.884,00 | 176 |
Kutai Kartanegara Terluas Terbakar
BPBD Kaltim mencatat lahan terbakar terluas di Kutai Kartanegara, yakni 2.884,00 hektare dari 418 kejadian. Pada Jumat, 23 Oktober 2026, BMKG mendeteksi 176 titik panas di kabupaten ini. Meski begitu, Kutai Kartanegara tidak termasuk empat wilayah hukum tujuan personel BKO.
Di luar pasukan BKO, BPBD Kaltim menyebut 11.000 personel pemadam gabungan berjaga di posko terpadu yang disiapkan Pemprov Kaltim di 10 kabupaten/kota. Kawasan IKN menjadi prioritas pemadaman, baik lewat darat maupun udara.
Polda Sasar Perusahaan, BPBD Catat Api di Lahan Masyarakat
Rustam mengatakan anggota Bareskrim akan mendukung penegakan hukum. “Juga terhadap perusahaan yang kami duga melanggar,” katanya. Polda belum menyebut nama perusahaan ataupun perkara yang sedang ditangani.
Bila ada petunjuk korporasi terlibat, Polda Kaltim menyatakan perkaranya akan ditangani bersama Polres setempat dan Ditreskrimsus. Kepada warga, Rustam mengingatkan, “Ada konsekuensi hukum apabila masih membakar lahan.”
Catatan BPBD Kaltim untuk Oktober menunjukkan seluruh api membakar lahan warga. “Seluruh kejadian karhutla selama bulan Oktober seluas 1.627,97 hektare seluruhnya terjadi pada area lahan masyarakat,” kata Buyung.
Bertugas Dua Pekan, BMKG Belum Melihat Hujan Signifikan
Selama dua pekan masa tugas awal pasukan BKO, hujan belum bisa diharapkan membantu pemadaman. Prakiraan BMKG Kaltim per Sabtu, 24 Oktober 2026 menunjukkan curah hujan tidak akan naik berarti selama enam hari, dengan langit umumnya cerah berawan.
Prakirawan Cuaca BMKG Kaltim Ilham Fachturoni menyebut potensi karhutla sepekan mendatang sangat tinggi, dengan daerah rawan yang berganti setiap hari. “Kami berharap masyarakat menghindari aktivitas yang berpotensi memicu karhutla,” ujarnya.
Tulis Komentar