Harga telur peternak belum terangkat meski jatah jagung pakan murah dari pemerintah terus ditambah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat rata-rata harga di tingkat peternak Rp22.978 per kg pada Rabu, 19 Agustus 2026. Pada Senin, 26 Oktober 2026, Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman menyebut harga telur peternak tinggal Rp20.000–21.000 per kg, sementara konsumen membayar Rp40.000–45.000 per kg.
Dalam rentang waktu yang sama, alokasi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung pakan 2026 naik menjadi 391,9 ribu ton. Realisasinya hingga 26 Oktober baru 215,4 ribu ton. Kedua angka harga di kandang itu sama-sama berada di bawah harga acuan pembelian (HAP) Rp26.500 per kg.
Angka terbaru dipaparkan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Rapat juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menko Pangan Zulkifli Hasan.
“Ada masalah, di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20.000-21.000 per kg, harusnya Rp26.000 per kg,” kata Amran.
Jagung SPHP ditambah, harga di kandang tetap turun
Program SPHP jagung pakan 2026 dijalankan Perum Bulog sejak awal Mei atas penugasan Bapanas. Jagung dijual Rp5.000 per kg di gudang Bulog dan paling mahal Rp5.500 per kg di tingkat peternak. Program ini menyasar peternak kecil.
Pada Agustus, kuota program masih 213,2 ribu ton. Per Selasa, 18 Agustus 2026, jagung yang tersalur baru 120,31 ribu ton di 28 provinsi. Tiga hari kemudian, Jumat, 21 Agustus 2026, Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas Ketut Astawa mengumumkan tambahan jatah. “Bapak Kepala Bapanas sudah memutuskan untuk menambah SPHP jagung sebanyak 150 ribu ton,” ujarnya.
Berikut perbandingan harga telur dan penyaluran jagung SPHP pada dua waktu itu, berdasarkan data Bapanas dan keterangan Amran. Angka alokasi Agustus adalah kuota yang dilaporkan saat itu, sedangkan pada Oktober penugasan awal disebut 241,9 ribu ton.
| Indikator | Agustus 2026 | Oktober 2026 |
|---|---|---|
| Harga telur di peternak (Rp/kg) | 22.978 (19 Agustus) | 20.000–21.000 (26 Oktober, disampaikan Amran) |
| Rata-rata harga telur di konsumen (Rp/kg) | 28.097 | 28.414 |
| Alokasi SPHP jagung pakan (ribu ton) | 213,2 | 391,9 |
| Realisasi SPHP jagung pakan (ribu ton) | 120,31 (18 Agustus) | 215,4 (26 Oktober) |
| Provinsi penerima | 28 | 29 |
Amran tetap menyebut jagung SPHP sebagai jalan keluar jangka pendek. “Solusi yang kami lakukan yang jangka pendek kepada peternak, yaitu SPHP (jagung pakan),” katanya. Selain jagung, pemerintah menyalurkan bungkil kedelai impor kepada peternak seharga Rp8.630 per kg, lebih murah dari harga swasta Rp10.000–12.000 per kg.
Realisasi SPHP jagung pakan 2023 hingga 2026
Bapanas menyebut penugasan 2026 sebagai yang tertinggi sejak program dimulai pada 2023. Jatah awal tahun ini 241,9 ribu ton. Setelah mendapat tambahan 150 ribu ton, alokasi 2026 menjadi 391,9 ribu ton.
Realisasi tahun-tahun sebelumnya naik turun, yakni 27,6 ribu ton pada 2023, 275,5 ribu ton pada 2024, dan 51,2 ribu ton pada 2025. Dibandingkan angka 2025 itulah Amran menyebut alokasi tahun ini telah naik “mendekati 8 kali lipat”.
Hingga Senin, 26 Oktober 2026, penyaluran melibatkan 151 koperasi atau asosiasi dengan 11.646 peternak di 29 provinsi. Menurut Bapanas, pasokan jagung pakan dalam negeri cukup sehingga pemerintah tidak mengimpor. Kali terakhir Indonesia mendatangkan jagung pakan dari luar negeri adalah pada 2024.
Peternak persoalkan harga jagung dan acuan Rp26.500
Ketua Umum Asosiasi Pinsar Petelur Nasional Yudianto meminta HAP Rp26.500 per kg dievaluasi. Ia menyebut harga jagung di pasar kini Rp7.800–8.000 per kg, sedangkan menurutnya HAP masih dihitung dengan asumsi jagung di bawah Rp6.000 per kg.
Pinsar juga mengusulkan zonasi harga telur karena biaya angkut tiap daerah berbeda. Dalam usulan itu, Jakarta mendapat acuan tersendiri, sementara wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur yang berada di luar Jabodetabek digabung dalam satu zona. Untuk menyerap produksi, Yudianto mendorong pembelian telur lewat bantuan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kalau enggak bisa menaikkan harga telur, ya tolong dibantu penyerapannya lewat bantuan pangan, lewat MBG,” kata Yudianto.
Dugaan makelar dan beda angka harga konsumen
Pemerintah menduga selisih harga dipicu pihak makelar dalam rantai pasok. Tito menyebut dugaan itu berasal dari penelusuran Bulog. “Artinya ada middleman, ada middle party di situ, yang tidak juga melakukan proteksinya yang terjadi kenaikan,” ujarnya.
Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Bareskrim Polri untuk menertibkan praktik tersebut. Pemerintah belum menyebut pihak atau lokasi yang ditindak. Amran mengklaim harga di konsumen langsung turun setelah penindakan diumumkan. “Sudah mulai menindak. Baru diumumkan, harga sudah turun,” katanya.
Angka konsumen Rp40.000–45.000 per kg yang disebut Amran berbeda jauh dengan catatan Bapanas. Rata-rata nasional harga telur ayam ras di konsumen tercatat Rp28.414 per kg, turun 1,3 persen dibanding sebulan sebelumnya. Amran tidak merinci di daerah mana harga Rp40.000–45.000 itu ditemukan.
Yudianto meminta pemerintah memeriksa data harga per wilayah sebelum menyimpulkan ada anomali. “Jangan bicara peternak sudah jual, ini ada anomali. Anomalinya di mana?” katanya.
Tulis Komentar