Gempa Tanimbar hari ini, Kamis, 29 Oktober 2026, pukul 05.06.47 WIB, berkekuatan M6,4 dengan pusat di kedalaman 160 km. Data itu hampir sama dengan gempa di kawasan yang sama setahun sebelumnya, Selasa, 28 Oktober 2025, yang juga berkekuatan M6,4 dan berpusat di kedalaman 168 km. BMKG memastikan gempa pagi ini tidak berpotensi tsunami.
Getaran pagi ini terasa pada skala II-III MMI di Banda Naira, Tanimbar, Kaimana, dan Sorong. Saat informasi awal disebarkan, belum ada laporan kerusakan di wilayah yang paling dekat dengan pusat gempa.
Titik Pusat dan Kedalaman Gempa Kamis Pagi
Menurut BMKG, pusat gempa berada di titik 6,34 Lintang Selatan dan 130,52 Bujur Timur. Titik itu terletak di laut, sekitar 201 km barat laut Tanimbar. Jaraknya ke Larat, Kepulauan Tanimbar, sekitar 60 km ke arah barat laut.
Karena berada di kedalaman 160 km, gempa ini termasuk gempa menengah. BMKG menyebarkan peringatan dini lewat akun resminya, @infoBMKG, di X dengan pesan “Tidak berpotensi tsunami”. BMKG juga menyatakan data ini masih sementara dan bisa berubah setelah data lapangan lebih lengkap.
Tiga Gempa Dalam di Sekitar Tanimbar
Gempa pagi ini terjadi setahun lebih sehari setelah gempa M6,4 pada Selasa, 28 Oktober 2025 pukul 21.40 WIB. Waktu itu BMKG mencatat pusat gempa di laut, 179 km barat laut Tanimbar, pada kedalaman 168 km. Kekuatannya sempat diumumkan M6,8, lalu diperbarui menjadi M6,4.
Gempa yang lebih kuat, M6,7, terjadi di sela keduanya, yaitu pada Jumat, 15 Mei 2026, pukul 00.53 WIB. Pusatnya berada di laut, 225 km utara Tanimbar, pada kedalaman 163 km. Ketiga gempa ini sama-sama berpusat di laut, pada kedalaman 160 sampai 168 km.
Perbandingan data ketiga gempa itu menurut BMKG:
| Tanggal dan jam (WIB) | Magnitudo | Kedalaman (km) | Lokasi pusat gempa |
|---|---|---|---|
| Selasa, 28 Oktober 2025, 21.40 | M6,4 | 168 | Laut 179 km barat laut Tanimbar |
| Jumat, 15 Mei 2026, 00.53 | M6,7 | 163 | Laut 225 km utara Tanimbar |
| Kamis, 29 Oktober 2026, 05.06 | M6,4 | 160 | Laut 201 km barat laut Tanimbar |
Pada gempa Selasa, 28 Oktober 2025, getaran terkuat terasa di Saumlaki dengan intensitas IV MMI. Tual, Tepa, Sorong, Kaimana, Manokwari, Maybrat, Raja Ampat, Sorong Selatan, dan Teluk Bintuni merasakan III MMI. Fakfak dan Dobo mencatat II-III MMI, sedangkan Nabire II MMI.
Penjelasan BMKG atas Gempa Oktober 2025
Informasi awal BMKG untuk gempa Kamis, 29 Oktober 2026 belum memuat analisis mekanisme sumber. Untuk gempa Selasa, 28 Oktober 2025, Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono menyebutnya gempa menengah yang dipicu deformasi batuan di dalam slab Lempeng Banda. Menurut dia, gempa itu bergerak dengan mekanisme mendatar turun.
“Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Daryono pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Seusai gempa Kamis pagi, BMKG mengimbau warga waspada bila terjadi gempa susulan. Imbauan serupa juga disampaikan BMKG setelah gempa M6,7 pada Jumat, 15 Mei 2026.
Tulis Komentar