Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Kebakaran Klalin II Sorong Ancam Permukiman dan Lahan Sagu hingga Malam

Kebakaran Klalin II Sorong Ancam Permukiman dan Lahan Sagu hingga Malam
Kebakaran Klalin II Sorong Ancam Permukiman dan Lahan Sagu hingga Malam. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Kebakaran Klalin II Sorong mengancam permukiman warga dan lahan sagu produktif di Kelurahan Klaigit, Kecamatan Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat, 9 Oktober 2026. Penanganan berlangsung dari siang hingga malam, dengan seluruh titik api dilaporkan padam pukul 21.00 WIT.

Menurut laporan MetroPapua News, operasi dimulai pukul 14.00 WIT. Penyemprotan intensif berlangsung sejak pukul 14.35 WIT setelah petugas memastikan tidak ada warga yang terjebak di sekitar lokasi.

Penanganan melibatkan Yonif TP 806/SI, pemadam kebakaran Papua Barat Daya, Yonzipur 20/PPA, kepolisian, serta relawan. Armada pemadam beberapa kali mengisi ulang air selama operasi.

Situasi sempat terkendali, tetapi api kembali muncul di sekitar lahan Jalan Kontainer. Angin dan bara tersisa dilaporkan membuat kobaran merambat ke dalam hutan. Petugas kemudian menyisir area untuk menemukan bara yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Laporan tersebut belum merinci penyebab awal, luas lahan terbakar, maupun kerugian. Ancaman terhadap permukiman dan lahan sagu juga belum disertai laporan bahwa rumah atau tanaman sagu telah terbakar.

Kebakaran Lain Terjadi di Klalin 6 pada Awal Pekan

Peristiwa di Klalin II berlangsung beberapa hari setelah kebakaran lain ditangani di kawasan Jalan Petrochina Klalin 6, Distrik Aimas. Sorongraya.co melaporkan kebakaran sebelumnya terjadi pada Senin, 5 Oktober 2026, sore.

Dalam kejadian itu, api diketahui sekitar pukul 15.00 WIT. Personel Direktorat Samapta Polda Papua Barat Daya tiba sekitar pukul 15.30 WIT dan bersama warga melakukan pemadaman menggunakan ranting, kayu, air, serta ember. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIT.

Hasil penanganan sementara menyebut kebakaran Klalin 6 diduga bermula dari pembakaran sampah, lalu merambat saat angin bertiup kencang. Dugaan tersebut berlaku untuk kejadian 5 Oktober dan tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan penyebab kebakaran Klalin II pada 9 Oktober.

Setelah penanganan di Klalin 6, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah secara sembarangan, terutama ketika angin kencang. Warga juga diminta segera melaporkan titik api agar penanganan bisa dilakukan sebelum kebakaran meluas.

Pemantauan Titik Panas Menjadi Konteks Kewaspadaan

Di tingkat provinsi, pemantauan BMKG memperlihatkan sebaran titik panas di sejumlah wilayah Papua Barat Daya. Sorong Pos melaporkan Stasiun Meteorologi Kelas I Domine Eduard Osok Sorong mencatat 1.463 titik panas sepanjang 1–8 Oktober 2026.

Kepala stasiun, Ahmad Bisri, menyampaikan data tersebut pada Kamis, 8 Oktober 2026. Kabupaten Sorong Selatan mencatat jumlah terbanyak dengan 695 titik, disusul Raja Ampat 368 titik. Kabupaten Sorong tercatat memiliki 149 titik, Tambrauw 142 titik, Maybrat 91 titik, dan Kota Sorong 18 titik.

Menurut Ahmad, pemantauan dilakukan setiap hari dan hasilnya direkap untuk mengetahui perkembangan sebaran titik panas. Data itu menjadi bahan koordinasi antarlembaga dalam memantau kebakaran hutan dan lahan serta dampak asap di wilayah Papua Barat Daya.

Periode pencatatan tersebut berakhir sehari sebelum kebakaran Klalin II. Karena itu, angka 1.463 merupakan data pemantauan wilayah hingga 8 Oktober, bukan jumlah titik api dalam kejadian Klalin II ataupun ukuran luas lahan yang terbakar.

Untuk peristiwa 9 Oktober, informasi penanganan yang tersedia menyatakan seluruh titik api telah dipadamkan pada malam hari. Rincian penyebab dan kerugian masih belum tercantum dalam laporan yang menjadi rujukan.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya