Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Jarak Pandang Hang Nadim Susut ke 1.400 Meter, PM2.5 Melonjak

Jarak pandang Hang Nadim susut dari 6–7 km ke 1.400 meter, PM2.5 Batam naik dari 33 ke 190,1 µg/m³. Dua penerbangan terlambat, penyebabnya belum dijelaskan.

Kabut asap tebal menyelimuti landasan pacu dan pesawat di bandara Batam
Ilustrasi kabut asap yang mengurangi jarak pandang di bandara Batam. Sumber foto: batamnews.co.id. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Jarak pandang Hang Nadim tinggal sekitar 1.400 meter pada Rabu, 14 Oktober 2026, menyusut jauh dari 6–7 kilometer pada Kamis, 10 September 2026. Konsentrasi PM2.5 di Batam pada pukul 08.00 WIB hari itu mencapai 190,1 µg/m³, hampir enam kali lipat dibanding 33 µg/m³ pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Dua penerbangan terpantau terlambat di monitor informasi penerbangan Bandara Internasional Hang Nadim, yaitu rute Batam–Kuala Lumpur dan Batam–Pekanbaru. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab keterlambatan tersebut. Kabut asap menebal di sejumlah wilayah Batam sejak pagi hingga siang.

BMKG menggolongkan angka PM2.5 190,1 µg/m³ sebagai kualitas udara sangat tidak sehat. Kepala Humas BMKG Hang Nadim Batam, Suratman, menyebut jarak jarak 1.400 meter sudah masuk kategori waspada bagi bandara berlandasan pendek.

“Ini sudah masuk waspada bagi bandara landasan pendek, kalau untuk Batam sejauh ini masih aman.”

BMKG Hang Nadim menyebut asap berasal dari sebaran Sumatera dan Kalimantan. Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 3–15 kilometer per jam, sehingga asap bergerak ke barat laut hingga timur laut. “Sehingga memang Kepri kena sebaran asapnya,” kata Suratman.

Berikut perkembangan jarak pandang dan PM2.5 di Batam sejak September 2026:

  • Kamis, 10 September 2026: jarak pandang bandara 6–7 kilometer.
  • Minggu, 27 September 2026: jarak pandang 2–3 kilometer, PM2.5 80,6 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
  • Minggu, 4 Oktober 2026: PM2.5 33 µg/m³. Pada hari yang sama BMKG mengeluarkan peringatan dini sebaran asap di seluruh Kepri.
  • Selasa, 6 Oktober 2026: PM2.5 66,0 µg/m³.
  • Rabu, 7 Oktober 2026: jarak pandang 2–3 kilometer, PM2.5 88,5 µg/m³ pada pukul 09.00 WIB.
  • Minggu, 11 Oktober 2026: jarak pandang bandara 2,5 kilometer dan Pelabuhan Batam Center sekitar 4 kilometer. PM2.5 90,8 µg/m³ pada pukul 14.00 WIB.
  • Selasa, 13 Oktober 2026: PM2.5 123,7 µg/m³.
  • Rabu, 14 Oktober 2026: jarak pandang 1.400 meter, PM2.5 190,1 µg/m³.

Pada Minggu, 11 Oktober 2026, BMKG memperkirakan udara tidak sehat bertahan beberapa hari. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, BMKG juga memperingatkan hujan lebat di Batam pada siang hari.

Di sektor kesehatan, Dinas Kesehatan Batam mencatat 473 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada Senin, 5 Oktober 2026, naik dari 339 kasus dua hari sebelumnya. Pada Rabu, 7 Oktober 2026 tercatat 412 kasus di 21 puskesmas, dengan 198 kasus pada warga usia 19–59 tahun dan 69 kasus pada anak usia 5–9 tahun.

Puskesmas Sei Panas mencatat kasus tertinggi pada 7 Oktober, yakni 41 kasus, disusul Mentarau 37 kasus dan Sei Langkai 31 kasus. Kepala Bidang P2P Dinkes Batam, Melda Sari, mengatakan, “Perkembangannya memang masih naik turun.” Dinkes belum menyimpulkan bahwa kenaikan kasus disebabkan langsung oleh memburuknya kualitas udara.

Pemerintah Kota Batam mengalihkan pembelajaran tatap muka menjadi belajar dari rumah mulai Selasa, 29 September 2026 bagi siswa PAUD, SD, dan SMP, negeri maupun swasta. Untuk SMA dan SMK, keputusan diserahkan kepada masing-masing sekolah.

Prakirawan BMKG Hang Nadim Batam, Addini, meminta warga memantau kondisi kesehatan secara rutin. “Masyarakat diminta rutin memantau kondisi kesehatan dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya