Selasa, 27 Oktober 2026
Kesehatan

PM2.5 Pekanbaru Bertahan di Atas 180 saat Riau Nol Hotspot

PM2.5 Pekanbaru bertahan di atas 180 µg/m³ pada 17 Oktober 2026, padahal Riau nol hotspot dan titik panas Sumatera menyusut ke 1.112. Ini rincian data BMKG.

Ilustrasi kabut asap tebal menyelimuti gedung dan jalan raya kota Pekanbaru
Kabut asap masih menyelimuti Pekanbaru meski Riau tercatat nihil titik panas pada 17 Oktober 2026. Sumber foto: halloriau.com. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

PM2.5 Pekanbaru masih 180,1 mikrogram per meter kubik (µg/m³) pada pukul 13.00 WIB, Sabtu, 17 Oktober 2026. Angka itu masuk kategori sangat tidak sehat. Padahal, data BMKG Pekanbaru pada sore harinya mencatat Riau nihil titik panas. Jumlah titik panas di seluruh Sumatera pun tinggal 1.112.

Pada Jumat, 16 Oktober 2026 pagi, titik panas di Sumatera masih berjumlah 4.059. Dalam data Sabtu sore, Sumatera Selatan menyumbang 950 titik atau sekitar 85,4 persen dari total. Sisanya ada di Lampung 77 titik, Bangka Belitung 52, Jambi 28, Aceh 3, dan Bengkulu 2.

“Sedangkan di Riau nihil titik panas,” kata Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris.

Udara tak mengikuti turunnya titik panas

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB, PM2.5 Pekanbaru tercatat 187,6 µg/m³. Enam jam kemudian, konsentrasinya hanya turun tipis ke 180,1 µg/m³. Keduanya berada di kategori sangat tidak sehat.

Pola yang sama muncul pada Rabu, 14 Oktober 2026. Data BMKG pagi itu menunjukkan nol titik panas di Riau. Namun, PM2.5 Pekanbaru menyentuh 147 µg/m³ pada pukul 08.00 WIB. Saat itu, provinsi tetangga mencatat 333 titik panas, 214 di antaranya di Sumatera Selatan.

“Meski jumlah hotspot di Sumatera menurun, potensi gangguan akibat asap di Riau belum sepenuhnya berakhir,” kata prakirawan BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang. Menurut Elisa, hujan di sebagian wilayah belum menghapus prakiraan udara kabur akibat asap pada hari itu. Ia juga meminta warga memakai masker dan mengurangi kegiatan di luar ruangan bila asap menebal.

Imbauan serupa disampaikan prakirawan BMKG Stasiun Pekanbaru, Yasir P, pada Rabu, 14 Oktober 2026. “Masyarakat diimbau tidak hanya berpatokan pada jumlah hotspot,” ujarnya. Yasir meminta warga juga memeriksa kualitas udara sebelum keluar rumah.

Titik panas Riau naik turun dalam sehari

Jumlah titik panas di Riau sendiri berubah cepat. Pada Jumat, 16 Oktober 2026 pagi, BMKG mencatat lima titik di Pelalawan (2), Siak (1), dan Dumai (2). Pada Sabtu, 17 Oktober 2026 pagi, angkanya menjadi sembilan titik. Rinciannya Bengkalis 3, Siak 2, Kampar 2, Pelalawan 1, dan Dumai 1, sebelum tercatat nol pada sore hari.

“Jumlah titik panas di Riau tersebut jauh lebih rendah dibandingkan Sumatera Selatan dan Jambi yang mendominasi sebaran hotspot di Sumatera,” kata Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Laporan BMKG Pekanbaru hari itu menyebut kabut asap di Riau diduga berasal dari karhutla di Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada Sabtu, 17 Oktober 2026, angin di Riau diprakirakan bertiup dari tenggara hingga utara dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam. BMKG juga memprakirakan hujan turun di Pekanbaru pada malam hari. Peringatan cuaca ekstrem berlaku untuk Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Dumai.

BPBD sebut tak ada titik api di kota

BPBD Kota Pekanbaru menyatakan belum menemukan titik api baru di wilayahnya. Petugas tetap berpatroli di kawasan yang rawan terbakar. BPBD menduga kabut yang menyelimuti kota merupakan asap kiriman dari daerah lain.

“Untuk hotspot atau titik api di Kota Pekanbaru masih nihil, kami memastikan tidak ada titik api baru,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekanbaru, Martin Manoluk, pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Catatan BPBD menunjukkan 14 kecamatan di Pekanbaru pernah dilanda kebakaran lahan tahun ini. Totalnya 196 titik dengan area terbakar seluas 106,8 hektare, terhitung Januari sampai September 2026. Martin menyebut kebakaran sempat meluas hingga September, tetapi kini tidak ada tambahan area yang terbakar.

“Apabila nanti ada muncul titik api baru, tentu kita bakal melakukan langkah antisipasi agar kebakaran tidak meluas,” ujar Martin.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya