Senin, 26 Oktober 2026
Ekonomi

CEO Intel Lip-Bu Tan Sebut Pasokan Hardware AI Ketat 2-3 Tahun

CEO Intel Lip-Bu Tan menyebut pasokan hardware AI, termasuk memori, tetap terbatas 2-3 tahun. Di Indonesia, harga RAM DDR5 sudah tembus Rp2 juta sejak April 2026.

Modul RAM komputer di atas papan sirkuit dengan latar server pusat data
Pasokan memori untuk perangkat keras AI diperkirakan tetap ketat dalam 2-3 tahun ke depan. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

CEO Intel Lip-Bu Tan menyebut pasokan perangkat keras AI, termasuk memori, akan tetap terbatas selama 2-3 tahun ke depan. Di Indonesia, harga RAM DDR5 sudah tembus lebih dari Rp2 juta pada April 2026.

Tan menyampaikan hal itu dalam Asia Future Forward di Singapura, Senin, 12 Oktober 2026. Acara tersebut diselenggarakan DBS Bank. Menurut Tan, GPU, CPU, dan RAM terdampak oleh kendala berkepanjangan dalam rantai pasok teknologi.

“AI hardware will stay in short supply for the next 2 to 3 years.” — Lip-Bu Tan, CEO Intel

Sebelumnya, pada 15 September 2026, Tan berbicara di AI Infrastructure Summit di Santa Clara, California. Ia menyebut harga memori sudah naik lima hingga tujuh kali lipat dan kelangkaan akan memburuk tahun depan. Menurut Tan, sejumlah proyek bisnis tertunda karena pasokan memori tidak cukup.

Harga RAM di Indonesia dan harga kontrak global

Di Indonesia, harga RAM DDR5 sebelumnya berada di kisaran Rp800.000 sampai Rp900.000. Harga itu kemudian melewati Rp2 juta pada April 2026.

Laporan Barclays menunjukkan harga kontrak DDR4 naik 24 persen dalam tiga bulan terakhir, sedangkan DDR5 naik 20 persen. Barclays juga menyebut pasokan RAM Micron diperkirakan tetap ketat hingga 2028.

TrendForce memproyeksikan harga kontrak DRAM konvensional kuartal IV 2026 naik 10-15 persen dibanding kuartal sebelumnya, sedangkan NAND Flash naik 15-20 persen. Laju kenaikan DRAM disebut melambat, tetapi pasar tetap kekurangan pasokan karena kapasitas proses canggih dialihkan ke server.

Perkiraan produsen dan lembaga riset

Micron memperkirakan kelangkaan chip memori berlanjut hingga 2028 dan lebih ketat dibanding 2026. Lebih dari 75 persen pasokan RAM 2027 disebut sudah terjual.

IDC memperkirakan harga memori naik setidaknya hingga 2028. “Tsunami memori yang kami peringatkan kini benar-benar menghantam pasar,” kata Wakil Presiden Worldwide Client Devices IDC, Francisco Jeronimo.

Counterpoint mencatat produksi DRAM perlu naik sekitar 12 persen per tahun, sedangkan rencana ekspansi industri baru sekitar 7,5 persen per tahun.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya