Senin, 26 Oktober 2026
Pelayanan

Tiga Penerbangan Kualanamu Batal ke Madina, Takengon, Sibolga

Tiga penerbangan dari Kualanamu ke Madina, Takengon, dan Sibolga batal pada 15 Oktober 2026 saat kabut asap menurunkan jarak pandang hingga 1,3 km.

Kabut asap menyelimuti landasan dan pesawat di bandara pada pagi hari
Ilustrasi kabut asap yang menurunkan jarak pandang di area bandara. Sumber foto: medanbisnisdaily.com. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Tiga penerbangan perintis dari Bandara Kualanamu ke Mandailing Natal, Takengon, dan Sibolga dibatalkan pada Kamis, 15 Oktober 2026, saat kabut asap Kualanamu menurunkan jarak pandang. Sehari sebelumnya, penerbangan ke Lhokseumawe dibatalkan dan tujuh jadwal lain tertunda.

Pembatalan menimpa Susi Air rute Kualanamu–Mandailing Natal (JHN), Susi Air rute Kualanamu–Takengon, dan Wings Air rute Kualanamu–Sibolga. Staf Humas PT Angkasa Pura Aviasi Bandara Kualanamu Muhammad Zul Andrika membenarkan adanya pembatalan dan penundaan tersebut.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, empat penerbangan lain sempat dilaporkan tertunda. Dalam pembaruan hingga pukul 16.00 WIB, Zul menyebut 14 penerbangan tertunda, 10 di antaranya sudah diberangkatkan, dan tiga dibatalkan. “Update hingga pukul 16.00 WIB, dengan catatan delay 14 flight,” kata Zul.

Zul menyebut gangguan tidak hanya dipengaruhi cuaca, tetapi juga faktor teknis dan operasional maskapai. Pada keterangan terpisah, ia menyebut penundaan dan pembatalan terjadi karena jarak pandang akibat kabut asap, sementara aktivitas bandara tetap normal.

Jarak pandang di bawah normal

Jarak pandang di bandara tercatat 1.300 meter atau 1,3 kilometer hingga pukul 10.00 WIB pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pada pukul 13.00 WIB, Stasiun Meteorologi BMKG Kualanamu mencatat 1–2 kilometer.

“Normalnya visibility untuk penerbangan di Bandara Kualanamu kisaran 3 hingga 10 kilometer,” kata Yolanda, petugas BMKG Bandara Kualanamu.

Zul juga menyampaikan jarak pandang mendatar pukul 16.00 WIB: 1.700 meter di landasan RWY 23 dan 2.000 meter di RWY 05.

Gangguan sehari sebelumnya

Pada Rabu, 14 Oktober 2026, tujuh penerbangan dari Kualanamu tertunda dengan tujuan Gunungsitoli, Sibolga, Batam, Lhokseumawe, dan Penang. Jarak pandang saat itu 2,5 kilometer dan disebut BMKG masih aman.

Pada hari yang sama, Wings Air rute Kualanamu–Lhokseumawe (Malikussaleh) pergi-pulang dibatalkan. Plh Kepala UPBU Malikussaleh, Niswan, menyebut pembatalan berdampak pada 102 penumpang: 47 di Malikussaleh dan 55 di Kualanamu. Penumpang dapat memilih penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket.

Niswan menyebut pembatalan itu karena force majeure. “Kalau visibilitas atau jarak pandang sudah normal kembali, baru penerbangan dilanjutkan,” ujarnya.

Data BBMKG Wilayah I

BBMKG Wilayah I mencatat jarak pandang di Stasiun Meteorologi Aek Godang dan Silangit 1–4 kilometer pada Rabu, 14 Oktober 2026 pukul 10.00 WIB. Pada 13 Oktober 2026, BBMKG menyatakan tidak ada titik panas di Sumut.

Kepala BBMKG Wilayah I Hendro Nugroho menyatakan sumber kebakaran perlu diverifikasi kementerian, Dinas Kehutanan, atau Dinas Lingkungan Hidup karena BMKG hanya memantau lewat satelit. Sejumlah media lokal menulis asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera bagian selatan dan Kalimantan.

Pada Kamis, 15 Oktober 2026, Hendro menyebut citra satelit mendeteksi dua titik panas kategori sedang di Kabupaten Asahan. Analisis angin pukul 13.00 WIB menunjukkan angin bertiup dari timur-tenggara menuju barat laut-utara.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya