Perkara karhutla korporasi yang ditangani Polda Sumatera Selatan berjumlah 17 dari 58 laporan polisi sepanjang 2026, dengan 620,62 hektare konsesi sudah dipasangi garis polisi. Angka itu dipaparkan Kapolda Irjen Pol Rony Samtana pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pada hari yang sama, Menko Polkam Dudung Abdurachman meminta perusahaan yang sudah disegel ditindak tegas.
Dudung meninjau posko dan lokasi karhutla di Kecamatan Sematang Borang, Palembang, pada Kamis, 15 Oktober 2026 pagi. Ia didampingi Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Hadir pula Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel, Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, dan perwakilan BMKG.
“Pangdam dan Kapolda juga sudah menyegel beberapa perusahaan.”
Dudung tidak merinci jumlah maupun nama perusahaan yang disegel Pangdam dan Kapolda. Ia meminta keduanya menindak perusahaan yang terbukti sengaja membakar atau lalai. Masyarakat yang sengaja membakar lahan, katanya, harus mendapat penindakan serupa. Menurut Dudung, penegakan hukum tidak boleh tebang pilih.
Rincian perkara di Polda Sumsel
Menurut Rony, Polda bersama 17 polres jajaran menangani 58 laporan polisi karhutla pada Januari hingga Oktober 2026. Sebanyak 41 laporan merupakan perkara perorangan. Sisanya, 17 laporan, melibatkan korporasi di tujuh kabupaten rawan karhutla. Perkara karhutla korporasi itu masih didalami penyidik.
Penyidik memasang garis polisi di area konsesi berstatus hak guna usaha atau izin usaha perkebunan seluas 620,62 hektare. Penyidik juga memeriksa kesiapan sarana pencegahan milik perusahaan, seperti embung air, menara pemantau, dan regu pemadam internal. Polisi melibatkan saksi ahli ilmu tanah dan forensik lingkungan, termasuk ahli kerusakan tanah dari IPB University.
“Penanganannya masih berjalan dan kami terus mendalami setiap perkara untuk mengungkap penyebab kebakaran serta pihak yang harus bertanggung jawab,” kata Rony.
Asap dari OKI dan musim hujan yang masih jauh
Dudung menyampaikan, laporan Danrem 044/Garuda Dempo menyebut kabut asap di Palembang berasal dari karhutla di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Ia mengaku merasakan langsung asap yang masih cukup tebal pada Kamis pagi. Menurut dia, penanganan tidak cukup dengan pemadaman dan harus disertai pencegahan. Ia menyebut penambahan personel TNI, Polri, dan pemerintah daerah jika diperlukan.
Deputi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan, bagian tenggara Sumsel yang didominasi gambut diperkirakan baru memasuki musim hujan pada November. Sebagian wilayah baru mengalaminya awal Desember. Untuk wilayah rawan karhutla, Sumsel dan Lampung kemungkinan paling akhir.
“Artinya masih satu bulan lebih kondisi kering ini akan kita hadapi,” ujarnya.
Tulis Komentar