Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Kapolda sebut BNPB pimpin penanganan api Lawu usai status darurat

Kapolda Jateng menyebut BNPB jadi koordinator setelah status tanggap darurat kebakaran Lawu terbit, sementara 244 personel masih memadamkan api manual.

Asap kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar
Ilustrasi kebakaran hutan pinus di lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah. Sumber foto: polres.klaten.go.id. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Penetapan status tanggap darurat kebakaran Lawu akan menentukan siapa yang memimpin penanganan api di lereng gunung itu. Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menyebut BNPB akan menjadi koordinator setelah status tersebut ditetapkan. Hingga Sabtu, 17 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Karanganyar masih menyiapkan surat penetapannya.

Sementara itu, petugas di lapangan masih bekerja dengan alat seadanya. Kebakaran hutan di lereng Gunung Lawu, Kecamatan Tawangmangu, diperkirakan sudah meluas hingga hampir 100 hektare. Medan terjal dan angin kencang menyulitkan pemadaman.

Roy meninjau Posko Bersama Penanganan Karhutla dan Pos Pantau RPH Tlogo Dlingo di Desa Gondosuli, Tawangmangu, pada hari yang sama. Ia didampingi pejabat utama Polda Jateng dan Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti. Wakil Bupati Karanganyar Adhe Eliana juga hadir di posko.

Surat masih disiapkan untuk bupati

Adhe mengatakan proses penetapan sudah berjalan. Pemkab menyiapkan surat untuk Bupati Karanganyar Rober Christanto sebagai dasar keputusan. Ia menyebut keputusan itu perlu bertumpu pada kajian dan data kebakaran di lapangan.

“Baru kami tadi telpon Pak Bupati, beliau berkenan untuk on proses, kita siapkan untuk surat menyurat. Secepatnya, mungkin dalam besok mungkin,” kata Adhe.

Ia juga menjelaskan alasan pemkab mengejar status itu. “Kita berupaya menetapkan tanggap darurat karena lebih baik mencegah daripada mengobati,” ujarnya. Adhe menambahkan, “Surat-menyuratnya sedang disiapkan. Mudah-mudahan secepatnya selesai setelah kajian-kajian terkait.”

BNPB, helikopter, dan modifikasi cuaca

Roy menegaskan penetapan status merupakan kewenangan pemerintah daerah. Ia berharap status itu segera terbit agar dukungan BNPB menguat. “Setelah status tanggap darurat ditetapkan, nantinya BNPB akan menjadi koordinator dalam kegiatan penanggulangan bencana,” kata Roy.

Secara terpisah, Polda Jateng berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk meminta helikopter Penerbad TNI Angkatan Darat dari Semarang. Helikopter itu diharapkan bisa mengangkut peralatan sekaligus melakukan water bombing. Hingga Sabtu, belum ada kepastian kapan helikopter tiba. “Kita berharap dari teman-teman di Penerbad bisa menurunkan helikopter tersebut ke sini,” ujar Roy.

Opsi modifikasi cuaca juga dibahas bersama BMKG karena kemarau panjang dan angin kencang. Menurut Roy, pelaksanaannya sangat bergantung pada hasil penilaian BMKG.

Di darat, sekat bakar dan ranting basah

Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Mereka berasal dari Polres Karanganyar (Samapta dan Brimob), TNI, BPBD, Perum Perhutani, Basarnas, dan relawan. “Kondisi untuk naik ke atas tidak memungkinkan menggunakan peralatan selain alat konvensional,” kata Roy.

Untuk menahan rambatan api, tim gabungan membuka ilaran dan sekat bakar dengan menyingkirkan semak, daun kering, dan ranting. Titik api yang tersisa dipukul dengan ranting basah yang dicelup ke mata air di sekitar lokasi. “Ini kan di tengah gunung, kita tidak punya alat yang mampu menjangkau sana sehingga yang kita gunakan konvensional,” ujar Adhe.

Relawan, di antaranya AGL, meminta pemkab membangun bak penampung air di lereng Lawu sebagai cadangan untuk pemadaman kebakaran. Adhe mengatakan pembangunan itu akan diupayakan pada 2027 untuk kebutuhan yang paling mendesak.

Risiko meluas dan penyebab yang belum pasti

Roy khawatir api tidak berhenti di Karanganyar. “Kita khawatir kebakaran ini meluas seperti yang terjadi pada 2023,” katanya. Ia menyebut arah angin sulit diprediksi sehingga api bisa menjalar sampai Jawa Timur. Adhe menyebut pada 2023 api pernah merembet dari Jawa Timur ke Karanganyar.

Penyebab kebakaran belum dipastikan. Roy menyebut dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia, tetapi polisi belum melakukan olah tempat kejadian perkara. “Tidak bisa kita katakan penyebabnya karena human error, sebab kita belum melakukan olah TKP,” tegasnya.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya