Senin, 26 Oktober 2026
Kesehatan

Diskes Pekanbaru Catat 11.707 Warga Terganggu Kabut Asap

Diskes Pekanbaru mencatat 11.707 warga terganggu kabut asap Pekanbaru, lebih dari 9.000 kasus ISPA, saat mahasiswa UIR berunjuk rasa dan Pemprov klaim nihil karhutla.

Ilustrasi kabut asap menyelimuti jalan raya dan gedung perkantoran di Pekanbaru
kabut asap yang menyelimuti kawasan perkotaan di Pekanbaru. Sumber foto: riauaktual.com. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mencatat 11.707 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap. Lebih dari 9.000 kasus di antaranya adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Angka ini muncul ketika kabut asap Pekanbaru belum sepenuhnya reda, sementara Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dan Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal menyatakan Riau nihil karhutla.

Pada Selasa, 13 Oktober 2026 siang, mahasiswa Universitas Islam Riau (UIR) berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Riau, Jalan Jenderal Sudirman. Salah satu isu yang mereka suarakan adalah asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Puluhan polisi membentuk barisan di gerbang kantor. Massa membawa bendera organisasi dan tetap bertahan ketika gerimis turun.

Sejak pagi, asap pekat terpantau di kawasan Panam, Jalan HR Soebrantas, dan Jalan Kubang Raya, sehingga jarak pandang pengguna jalan terbatas. Data BMKG pukul 12.00 WIB mencatat konsentrasi PM2.5 di Pekanbaru 69,5 µg/m3, kategori Tidak Sehat.

Kualitas udara sepekan terakhir

Menurut data BMKG, PM2.5 pada Senin, 5 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB tercatat 88,5 µg/m3, kategori Tidak Sehat. Pada Selasa, 6 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB, angkanya mencapai 298,7 µg/m3 dan masuk kategori Berbahaya. Rentang pengukuran pukul 00.00 hingga 06.00 pada hari itu berkisar 212,5 hingga 298,7 µg/m3.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Abdul Jamal menyatakan pembelajaran jarak jauh bagi siswa PAUD hingga SMP diterapkan pada 6 dan 7 Oktober 2026.

Pernyataan pejabat soal asal asap

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan pandangannya di Kantor Gubernur Riau pada Kamis, 8 Oktober 2026:

“Kabut asap memang cukup pekat beberapa hari ini. Tapi itu bukan dari kebakaran hutan dan lahan di Riau, karena sampai hari ini kita zero karhutla. Ini asap kiriman dari Sumsel dan Jambi.”

Kepala Pelaksana BPBD Riau M Edy Afrizal pada Selasa, 13 Oktober 2026 menyatakan, “Berdasarkan pantauan kami, Riau nihil karhutla.” Data BPBD Riau menunjukkan titik panas BMKG pada Selasa, 13 Oktober 2026 pukul 00.00 hingga 10.00 WIB nihil di seluruh kabupaten dan kota di Riau.

SF Hariyanto mengatakan belum ada rencana mengirim bantuan pemadaman ke provinsi tetangga. Menurutnya, itu tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia juga berkata, “Namanya asap, tidak mungkin kita cegah. Bagaimana caranya kita menyekat langit? Jadi, yang penting kita waspada, pakai masker.”

BPBD Riau mencatat luas karhutla Riau sepanjang 2026 mencapai 18.582,90 hektare per 3 September 2026. Bengkalis terluas dengan 8.454,40 hektare, disusul Pelalawan 6.640,99 hektare. Di Pekanbaru, lahan terbakar tercatat 103,33 hektare.

Masker gratis dan layanan kesehatan

Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menyiapkan sekitar 75.000 masker gratis untuk warga. Masker bisa diambil di 21 puskesmas. Kepala Diskes Pekanbaru Hazli Fendriyanto mengatakan sekitar 75.000 masker tersimpan di gudang Diskes, dan hampir 100.000 masker lain telah dibagikan kepada warga.

Puskesmas melayani warga hingga pukul 21.00 WIB. Layanan Sabtu dan Minggu direncanakan pukul 08.00 hingga 15.00 WIB.

Di tingkat provinsi, Diskes Riau membagikan 5.000 masker di lima titik di Pekanbaru pada Rabu, 7 Oktober 2026 atas arahan Plt Gubernur. Sehari kemudian, Pemprov bersama RS Bhayangkara Polda Riau membuka lima posko kesehatan di Pos Satlantas Gurindam. Posko itu menyediakan pemeriksaan gratis, obat ringan, dan masker.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, Pemko Pekanbaru menerima 6.000 masker dari BPJS Kesehatan. Wakil Wali Kota Markarius Anwar mengatakan masker juga tersedia di pusat pelayanan dan kantor pemko.

“Bagi warga yang membutuhkan, silakan datang ke puskesmas. Masker akan kami bagikan secara gratis di sana, termasuk di pusat-pusat pelayanan dan kantor-kantor pemko.”

Hazli menyatakan, “Stok masker masih cukup, obat-obatan, oksigen juga tersedia di Puskesmas.”

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya