Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Pemancing Kalimireng tewas saat pasang, Polairud imbau waspada

Pemancing Kalimireng di Manyar, Gresik, tewas terseret arus pasang saat mengambil kail. Satpolairud Polres Gresik mengimbau warga waspada saat air pasang.

Sungai payau berarus deras saat air pasang di tepi hutan bakau, dengan joran pancing tergeletak di tepian
Ilustrasi: sungai di tepi bakau saat air pasang. Satpolairud Polres Gresik mengimbau warga waspada beraktivitas di sungai. Sumber foto: klikjatim.com. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Mengambil kail yang tersangkut saat air sungai sedang pasang berakhir maut bagi seorang pemancing Kalimireng di Kecamatan Manyar, Gresik. Agung Arif Arimbawa (23) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sekitar 200 meter dari titik ia tenggelam.

Kasatpolairud Polres Gresik AKP I Nyoman Ardita meminta warga ekstra hati-hati bila berada di sungai, khususnya saat permukaan air naik dan arusnya deras. Ia juga meminta warga tidak nekat melakukan hal yang dapat mengancam keselamatan.

Polres Gresik menyediakan dua jalur bagi warga yang butuh bantuan atau ingin melapor, yaitu Call Center Polri 110 dan layanan Lapor Cak Rama di nomor 081188002006.

Berenang mengambil kail

Kepala Pelaksana BPBD Gresik Sukardi menjelaskan, korban sedang memancing di Sungai Kalimireng, Desa Manyarsidomukti, pada Jumat, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. “Saat memancing, pancing milik korban tersangkut,” kata Sukardi.

Korban lalu turun ke sungai dan berenang untuk mengambil pancing itu. Menurut Sukardi, sungai saat itu sedang pasang sehingga korban terbawa arus. Korban merupakan warga Desa Randuagung, Kecamatan Kebomas.

Ditemukan hampir sehari kemudian

Tim gabungan mencari korban dengan perahu karet dan menyisir daratan di sekitar lokasi. Tim terdiri dari BPBD Gresik, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jatim, Polsek Manyar, Pemerintah Desa Manyarsidomukti, Rukun Nelayan, Tim Reaksi Cepat desa, dan relawan. BPBD juga berkoordinasi dengan Basarnas Pos Surabaya.

Hingga Jumat malam (16/10/2026), korban belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan pada Sabtu pagi (17/10/2026). “Saat ini masih proses pencarian,” ujar Sukardi pada pagi itu.

Pada Sabtu (17/10/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, tim menemukan korban di tepi sungai. “Pada pukul 14.30 WIB ditemukan korban dalam posisi mengambang di 200 meter sebelah timur dari lokasi kejadian,” kata Sukardi.

Jenazah pemancing Kalimireng itu dievakuasi ke daratan, lalu dibawa ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk divisum. Sukardi menyatakan operasi SAR selesai.

Kejadian serupa di Kali Lamong

Pada Juni 2026, seorang pemancing juga tenggelam di sungai di wilayah Gresik. Lukman Hakim (23), warga Romokalisari, Surabaya, dilaporkan tenggelam saat memancing di Kali Lamong, perbatasan Gresik dan Surabaya, pada Senin, 8 Juni 2026.

Ia ditemukan meninggal pada pagi Selasa, 9 Juni 2026, sekitar 131 meter dari titik awal tenggelam. Selama pencarian, tim gabungan menyisir permukaan sungai hingga radius sekitar satu kilometer. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Surabaya Nanang Sigit P.H. menyebut tim penyelam juga diturunkan untuk menyisir dasar sungai yang arus dan kekeruhannya cukup tinggi.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya