Pusat gempa Bengkulu hari ini, Kamis, 22 Oktober 2026, menurut informasi awal BMKG berada sekitar 120 kilometer di bawah daratan Kabupaten Lebong. Gempa yang mengguncang Lebong pada Rabu, 6 Desember 2017 jauh lebih dangkal dibanding gempa Bengkulu hari ini. Menurut BMKG, kedalamannya hanya 10 kilometer.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa bermagnitudo 5,2 itu terjadi pukul 17.57.49 WIB. Episentrumnya di darat, pada koordinat 3,11 Lintang Selatan dan 102,14 Bujur Timur. Laman peringatan BMKG yang dimutakhirkan pukul 18.02.49 WIB menempatkan titik itu sekitar 6 km di barat laut Lebong. BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami.
Hingga Kamis malam, 22 Oktober 2026, belum ada informasi terverifikasi soal kerusakan bangunan atau korban jiwa. Getaran terasa di beberapa kota di Bengkulu, bahkan sampai Pagar Alam, Sumatera Selatan.
Kedalaman 120 Km dan Gempa Lebong 2017
Dengan kedalaman 120 km, gempa ini termasuk gempa menengah. Penggolongan itu didasarkan pada kedalaman hiposentrum, yaitu titik sumber gempa di bawah permukaan bumi.
Wilayah Lebong pernah diguncang gempa pada Rabu, 6 Desember 2017, pukul 03.46.29 WIB. Menurut siaran pers BMKG, kekuatannya semula M5,1, lalu diperbarui menjadi M5,0. Pusatnya di darat, 12 km di barat daya Kota Muaraaman, dengan kedalaman 10 km. Ketika itu BMKG menjelaskan tidak ada tsunami karena sumber gempa berada di darat dan kekuatannya tergolong kecil.
Berikut perbandingan kedua gempa menurut data BMKG.
| Parameter | Gempa Kamis, 22 Oktober 2026 | Gempa Rabu, 6 Desember 2017 |
|---|---|---|
| Waktu | 17.57.49 WIB | 03.46.29 WIB |
| Magnitudo | M5,2 | M5,1, diperbarui M5,0 |
| Kedalaman | 120 km | 10 km |
| Letak pusat | Darat, 6 km barat laut Lebong | Darat, 12 km barat daya Muaraaman |
| Tsunami | Tidak berpotensi tsunami | Tidak menimbulkan tsunami |
Daerah yang Merasakan Guncangan
Peta guncangan BMKG mencatat intensitas III MMI di Kota Bengkulu dan Arga Makmur. Di Curup, intensitasnya II–III MMI.
Getaran gempa ini juga sampai ke Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan. Hartono, warga Pagar Alam, mengaku terkejut meski getarannya ringan. “Sedikit kaget, tapi memang getarannya tidak terlalu besar,” ujarnya.
Imbauan soal Gempa Susulan
BMKG mengingatkan warga agar tetap waspada karena gempa susulan masih bisa terjadi. Lembaga itu juga meminta informasi gempa ini diteruskan kepada masyarakat.
Pada gempa Lebong Rabu, 6 Desember 2017, BMKG belum mendeteksi gempa susulan hingga pukul 04.19 WIB. Saat itu BMKG berjanji mengabarkan hasil pemantauan lanjutan kepada masyarakat lewat media.
Tulis Komentar