Sebuah insiden pencurian kotak amal yang terekam jelas oleh kamera pengawas di salah satu masjid di Sukaraja, Kabupaten Bogor, baru-baru ini menyita perhatian publik dan menjadi viral di media sosial. Video yang beredar luas menunjukkan seorang pria dengan tenang membobol kotak sumbangan dan melarikan sejumlah uang. Kejadian ini sontak memicu keprihatinan masyarakat serta respons cepat dari pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus yang meresahkan tersebut.
Aksi nekat pelaku pencurian ini terjadi di Masjid Ali Bin Abi Thalib. Dalam rekaman CCTV, terlihat jelas bagaimana pria tersebut dengan berani memasuki area masjid, bahkan tanpa melepas alas kakinya, sebuah tindakan yang kerap dianggap kurang menghormati tempat ibadah. Pria berpostur tinggi kurus, mengenakan hoodie hitam, celana jeans biru, dan membawa tas punggung hitam, tampak mengamati situasi sekitar sebelum melancarkan aksinya. Dengan menggunakan alat mirip tang penjepit, ia secara sengaja memecahkan bagian atas kotak amal yang terbuat dari kaca. Setelah kotak terbuka, dengan leluasa ia mengambil sejumlah uang tunai yang ada di dalamnya dan memasukkannya ke saku celana. Jumlah uang yang berhasil dibawa kabur disinyalir hanya sekitar Rp50 ribu, angka yang tergolong kecil dibandingkan risiko dan dampak perbuatannya.
Menyikapi viralnya rekaman tersebut, polisi dari Sektor Sukaraja segera bergerak cepat. Kepala Kepolisian Sektor Sukaraja, AKP Ade Rahmat, saat dikonfirmasi, membenarkan adanya laporan dan proses investigasi sedang berlangsung. Pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) awal guna mengumpulkan bukti-bukti tambahan. “Kami telah menerima laporan dan langsung menindaklanjuti. Pelaku masih dalam tahap penyelidikan intensif, dan kami berkomitmen untuk segera mengungkap identitas serta menangkap yang bersangkutan,” tegas AKP Ade Rahmat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan upaya pencegahan kejadian serupa, pihak kepolisian juga telah menyerahkan kotak amal baru kepada pengurus Masjid Ali Bin Abi Thalib. Kotak amal pengganti ini didesain dengan tingkat keamanan masjid yang lebih baik, diharapkan dapat meminimalisir risiko pencurian di kemudian hari. Tindakan ini juga merupakan pesan bahwa polisi tidak hanya bertindak represif, namun juga proaktif dalam menjaga ketentraman dan keamanan lingkungan ibadah.
Kasus pembobolan kotak amal ini menjadi pengingat penting akan perlunya peningkatan sistem keamanan masjid, terutama di titik-titik rawan seperti area penyimpanan donasi. Meskipun jumlah kerugian materi tidak besar, namun dampak psikologis dan sosial dari tindakan kriminal di tempat ibadah bisa sangat merugikan. Pihak polisi mengimbau agar pengelola masjid dan masyarakat lebih meningkatkan kewaspadaan, serta memanfaatkan teknologi seperti CCTV secara optimal sebagai alat pengawasan. Proses hukum terhadap pelaku akan terus berjalan sesuai prosedur demi memberikan efek jera dan menjaga integritas tempat ibadah dari tindakan kejahatan.