Banjir Aceh Selatan kembali merendam permukiman pada Rabu, 28 Oktober 2026. Banjir ini datang kurang dari sepekan setelah banjir dan longsor melanda kawasan Kluet. Kali ini air setinggi sekitar 50 sentimeter menggenangi Gampong Lhok Raya, Kecamatan Trumon Tengah, dan memaksa 15 warga mengungsi.
Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 53 jiwa dari 20 kepala keluarga (KK) terdampak. Sebanyak 15 jiwa dari lima KK di antaranya mengungsi. Banjir terjadi sekitar pukul 10.45 WIB.
Menurut staf Pusdatin BPBA, Haslinda, hujan berintensitas tinggi membuat Sungai Lae Soraya dan Krueng Trumon Raya meluap. “Permukiman warga terendam dengan ketinggian air sekitar 50 sentimeter, sedangkan badan jalan tergenang setinggi 20 hingga 40 sentimeter,” kata Haslinda.
Sejauh ini tidak ada laporan warga yang meninggal. Air di lokasi justru dilaporkan bisa terus naik meski perlahan.
Untuk memantau dan mengasesmen banjir, BPBD Aceh Selatan menurunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) serta personel Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan. Pendataan warga terdampak dilakukan bersama musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), sedangkan laporan kejadian disusun Pusdalops BPBD Aceh Selatan.
Kluet Lebih Dulu Terendam dan Longsor
Sebelum Trumon Tengah, banjir Aceh Selatan lebih dulu melanda kawasan Kluet. Hujan deras turun sejak Sabtu sore, 24 Oktober 2026, hingga Minggu pagi, 25 Oktober 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Selatan, Mudatsir ZA, menyebut empat gampong di dua kecamatan terendam. Keempatnya adalah Gunong Pulo dan Krueng Batee di Kluet Utara, serta Mersak dan Malaka di Kluet Tengah. Air setinggi paha orang dewasa, dan SMP Negeri 2 Kluet Utara ikut terendam.
Hujan juga memicu longsor di dua titik jalur Gunung Manggamat menuju Kotafajar. Jalan penghubung Kluet Tengah dan Kluet Utara putus total, bahkan sepeda motor tidak bisa lewat. “Benar, ada longsor di jalan gunung akibat hujan deras semalam,” kata Mudatsir pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Banjir di empat gampong itu berangsur surut pada Senin, 26 Oktober 2026. Mudatsir meminta warga “segera mengevakuasi diri ke tempat aman jika terjadi banjir susulan”.
BMKG Peringatkan Hujan Lebat Sepekan
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan harian tertinggi di Aceh dan Sumatra Utara mencapai 187 milimeter. Angka itu terukur di Pos Hujan Kluet Tengah, Aceh Selatan, pada Minggu, 25 Oktober 2026.
Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, menyatakan hujan deras itu bukan akibat Siklon Tropis ARNAB di Teluk Benggala. Menurut BMKG, hujan dipengaruhi sirkulasi siklonik di Laut Andaman sebelah utara Aceh, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta gelombang Rossby ekuatorial.
Menurut BMKG, musim hujan 2026/2027 sudah berjalan di sebagian besar Sumatra bagian utara, termasuk Aceh. Per Selasa, 27 Oktober 2026, warga Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat diminta mewaspadai hujan lebat hingga sangat lebat disertai angin kencang selama sepekan ke depan.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem,” kata Guswanto.
Riwayat Banjir di Lhok Raya dan Trumon Tengah
Banjir kali ini bukan yang pertama bagi Lhok Raya. Pada Jumat, 17 November 2023, sungai yang saat itu ditulis sebagai Lai Seroya (Lae Soraya) meluap di Gelombang, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Luapannya mengalir sebagai banjir kiriman ke Trumon Timur dan Trumon Tengah. Air setinggi 50 hingga 80 sentimeter membuat 21 KK mengungsi ke Mako Brimob Trumon Timur.
Pada Senin, 3 Agustus 2026, hujan juga menggenangi jalan nasional di Trumon Tengah setinggi 10 hingga 20 sentimeter. Genangan menyentuh Gampong Pulo Paya, Ladang Rimba, dan Tengoh. Pusdalops BPBD Aceh Selatan mencatat tidak ada rumah terendam maupun warga mengungsi, tetapi lalu lintas di jalur Tapaktuan–Medan melambat.
Berikut catatan banjir Aceh Selatan di kawasan Trumon dan Kluet menurut data BPBD Aceh Selatan, BPBA, dan Camat Trumon Tengah.
| Tanggal | Lokasi | Ketinggian air | Dampak |
|---|---|---|---|
| 17 November 2023 | Lhok Raya, Trumon Tengah | 50–80 cm | 21 KK mengungsi, 1 balita meninggal |
| 3 Agustus 2026 | Jalan nasional Trumon Tengah | 10–20 cm | Tidak ada rumah terendam dan pengungsi |
| 24–25 Oktober 2026 | Empat gampong di Kluet Utara dan Kluet Tengah | Setinggi paha orang dewasa | Longsor di dua titik, akses Kluet Tengah–Kluet Utara putus |
| 28 Oktober 2026 | Lhok Raya, Trumon Tengah | Sekitar 50 cm (jalan 20–40 cm) | 53 jiwa terdampak, 15 jiwa mengungsi |
Banjir 2023 menelan korban jiwa di Lhok Raya. Korbannya seorang balita berusia 1,5 tahun dari Dusun Darussalam yang sempat dilarikan ke Puskesmas Ladang Rimba tetapi tidak tertolong. “Seorang bayi berumur 1,5 tahun meninggal dunia akibat terjatuh ke dalam air,” kata Camat Trumon Tengah saat itu, Lukman Hakim.
Tulis Komentar