Sebuah video tawuran di Solok, Sumatera Barat, beredar di media sosial pada Minggu, 11 Oktober 2026 dini hari. Pemerintah Nagari Salayo menyebut rekaman itu video lama dan memastikan tidak ada tawuran di lokasi pada malam tersebut.
Video amatir itu diunggah sebuah akun Facebook. Narasinya menyebut kejadian berlangsung di kawasan Buah Jao, Simpang By Pass, Nagari Salayo, Kabupaten Solok, sekitar pukul 03.00 hingga 04.30 WIB.
Dalam rekaman, sejumlah pemuda terlihat menyalakan petasan yang meletus tiga kali. Petasan itu diarahkan ke pengendara sepeda motor. Seseorang juga tampak membawa benda yang menyerupai senjata tajam.
Sekretaris Nagari Salayo, Etra, membantah narasi tersebut. Ia menyebut tidak ada aksi tawuran di kawasan itu pada Minggu dini hari.
Etra mengaku melintasi lokasi pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari dan tidak melihat kejadian apa pun. Ia juga sudah menanyakan hal itu kepada Bhabinkamtibmas setempat. Hasilnya, tidak ada laporan tawuran.
Menurut Etra, rekaman yang beredar merupakan kejadian lama. Ia memperkirakan peristiwa dalam video terjadi sekitar 2024. Perkiraan itu didasarkan pada pengamatannya terhadap bentuk video, bukan hasil penelusuran resmi.
Hingga Minggu malam, kapan dan di mana rekaman itu sebenarnya dibuat belum dapat dipastikan. Identitas orang-orang dalam video juga belum diketahui. Keterangan resmi kepolisian soal video ini pun belum dipublikasikan.
Ini bukan kali pertama video bernarasi tawuran di Solok diluruskan. Pada Minggu, 4 Januari 2026, video kerumunan remaja di depan Masjid Nurul Iman, Kelurahan Tanah Garam, Kecamatan Lubuk Sikarah, Kota Solok, juga ramai disebut sebagai tawuran.
Saat itu, Kasat Reskrim Iptu Oon Kurnia Ilahi menyatakan hasil pengecekan di lapangan menunjukkan para remaja hanya berkumpul sekitar pukul 04.00 WIB. Menurut dia, tawuran belum terjadi. Para remaja juga langsung membubarkan diri saat warga mendatangi lokasi.
Dua peristiwa itu menjadi pengingat bahwa narasi dalam video viral belum tentu sesuai dengan waktu dan kejadian sebenarnya. Warga yang menemukan atau mengetahui aksi tawuran dapat melapor langsung ke Bhabinkamtibmas atau kantor polisi terdekat.
Untuk video tawuran di Solok yang beredar kali ini, penjelasan resmi dari kepolisian masih ditunggu guna memastikan asal-usul rekaman tersebut.
Tulis Komentar