Banjir Besitang Langkat terulang pada Senin, 12 Oktober 2026, lima pekan setelah Kepala Pelaksana BPBD Langkat menyebut air di Desa Sekoci surut dan pengungsi pulang pada Senin, 7 September 2026.
Pada Senin, 7 September 2026, Kepala Pelaksana BPBD Langkat Ansari menyebut tujuh kecamatan rawan banjir, termasuk Besitang. Ia mengatakan, “Sudah kita siapkan tenda dan perahu karet di beberapa titik rawan banjir, serta menyiagakan sejumlah personel untuk stanby di lokasi.”
Pada Senin, 12 Oktober 2026, hujan deras membuat Sungai Besitang meluap, menurut laporan sementara Pusdalops-PB BPBD Langkat. Air di Desa Sekoci mencapai 100-150 sentimeter. Di Desa Arasnapal tinggi air 50-100 sentimeter, dan di Kelurahan Kampung Lama 10-30 sentimeter.
Data sementara BPBD Langkat mencatat 719 kepala keluarga (KK) terdampak di lima dusun. Sebaran terbesar ada di Dusun Sidodadi dengan 240 KK dan Dusun Sejambu 220 KK, disusul Suka Ramai 114 KK, Pantai Pulau 75 KK, dan Sekoci 70 KK. BPBD belum mencatat korban jiwa.
Banjir juga menggenangi Jalinsum Medan-Aceh di Besitang dan ruas Stabat-Batang Serangan di Desa Sidodadi. Di Kecamatan Salapian, arus Sungai Salapian mengikis tanah penyangga pondasi jembatan di Desa Ujung Teran.
Pengungsi dan dapur umum
Pada siang Senin, 12 Oktober 2026, Kepala Pelaksana BPBD Langkat Muhammad Ansyari menyebut 310 KK mengungsi, tersebar di Besitang dan Padang Tualang. Itu data awal. Pada pukul 18.49 WIB, rincian BPBD menunjukkan empat posko di Besitang menampung total 270 KK: Dusun Sekoci 40 KK, Sidodadi 80 KK, Suka Ramai 120 KK, dan Sejambu 30 KK.
Selain di posko, sekitar 70 warga Desa Sekoci mengungsi di sebuah madrasah di Dusun Sekoci. Di Masjid Raya Besitang, BPBD menyebut sekitar 200 orang mengungsi, sedangkan sumber lain menyebut sekitar 300 warga Kelurahan Kampung Lama.
BPBD Langkat bersama BPBD Sumatera Utara menyerahkan sembako kepada Kecamatan Besitang pada Senin, 12 Oktober 2026. Di Masjid Raya Besitang, BPBD membuka posko dapur umum untuk para pengungsi.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, BPBD menyalurkan bantuan berupa 10 kotak mi instan, sembilan karung beras, dan satu kotak minyak goreng. Sehari kemudian BPBD menyalurkan 50 karung beras dan 50 kotak mi instan untuk warga terdampak di Besitang.
Pada malam Senin, 12 Oktober 2026, tim BPBD bersama warga dan Kampung Rescue Desa Sekoci menyiapkan dan memasak makanan bagi pengungsi di Sekoci. “Penanganan terus kita lakukan bersama seluruh pihak, termasuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi,” kata Ansyari.
Pemantauan BPBD pada sore Senin, 12 Oktober 2026 menunjukkan air di Desa Sekoci mulai surut.
Tulis Komentar