Dampak asap kiriman Aceh belum merata. Hingga Kamis, 15 Oktober 2026, gangguan penerbangan tercatat di Bandara Malikussaleh, Aceh Utara, dan Bandara Rembele, Bener Meriah. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) di Aceh Besar belum terdampak.
Dua bandara terganggu
Penerbangan Wings Air rute Kualanamu–Malikussaleh pulang-pergi dibatalkan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Pembatalan itu berdampak pada 102 penumpang, terdiri atas 47 orang dari Malikussaleh dan 55 orang dari Kualanamu. Maskapai menawarkan penjadwalan ulang atau pengembalian dana tiket, kata Pelaksana Harian Kepala UPBU Malikussaleh, Niswan.
“Hari ini penerbangan Wings Air dengan rute KNO–LSW–KNO terpaksa dibatalkan, berhubung jarak pandang tidak memungkinkan untuk dilakukan penerbangan,” kata Niswan.
Niswan menyatakan belum bisa memastikan kapan penerbangan Malikussaleh kembali beroperasi. Ia menyebut pembatalan sebagai kejadian force majeure di luar kendali bandara dan maskapai.
Di Bandara Rembele, penerbangan Susi Air tujuan Kualanamu pada Kamis, 15 Oktober 2026 tertunda dari pukul 12.25 WIB ke 13.55 WIB, menurut Humas Bandara Rembele, Ariadi. Dinas Perhubungan Aceh memasukkan rute ini dalam pengumuman penerbangan terdampak pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Jarak pandang dan kualitas udara
Pantauan satelit BMKG pada Kamis, 15 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB mendeteksi asap di sebagian wilayah Aceh. Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Banda Aceh, Cucu Kusmayancu, menyampaikan hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Malikussaleh. “Dilaporkan adanya penurunan jarak pandang menjadi berkisar 2-3 km di wilayah Aceh Utara,” ujarnya.
Data historis jarak pandang di Bandara SIM tidak menunjukkan penurunan akibat asap, kata prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi SIM. Operasional bandara itu masih lancar pada Kamis, 15 Oktober 2026.
BMKG menyebut konsentrasi PM2.5 di Aceh berada pada kategori baik hingga sedang. Stasiun Klimatologi Aceh mengamati kualitas udara di Indrapuri dan sekitarnya masih baik.
BMKG mencatat satu titik panas di Kecamatan Muara Satu, Lhokseumawe, pada Rabu, 14 Oktober 2026 hingga pukul 23.59 WIB. Prakirawan BMKG Malikussaleh, Hesty, menyatakan asap dari sejumlah wilayah terdeteksi satelit Himawari memasuki Aceh, terkait pergerakan transboundary haze dari Sumatra menuju Semenanjung Malaysia dan Singapura, dengan arah angin timur hingga tenggara. Plt Kepala Pelaksana BPBD Pidie, Apriadi, menyebut asap diduga kiriman dari Sumatera Selatan dan Kalimantan.
“Jarak pandang 2–3 kilometer bukan satu-satunya indikator keamanan. Risiko kesehatan juga dipengaruhi konsentrasi partikel pencemar yang terhirup,” kata Apriadi.
Tulis Komentar