Senin, 26 Oktober 2026
Pelayanan

Tol Paspro ditutup, truk arah Surabaya dialihkan ke Jorongan

Tol Paspro ditutup di ruas Muneng-Leces 19-22 Oktober 2026. Simak rute truk lewat Jorongan, mobil via kota, dan jalur dari Surabaya serta Lumajang.

Ilustrasi ruas jalan tol yang ditutup dengan rambu pengalihan arus dan truk berbelok ke jalur alternatif
Ruas Tol Paspro Muneng-Leces ditutup sementara pada 19-22 Oktober 2026. Sumber foto: kominfo.jatimprov.go.id. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Truk dan kendaraan besar lain beroda enam atau lebih dari Banyuwangi maupun Situbondo yang hendak ke Surabaya kini harus memutar lewat Jorongan atau Lingkar Selatan Probolinggo. Rute itu ditetapkan Satlantas Polres Probolinggo karena Tol Paspro ditutup di ruas Muneng-Leces sejak Senin, 19 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Pada saat bersamaan, Jembatan Pajarakan di jalur Pantura masih tertutup total sejak Kamis, 1 Oktober 2026.

Penutupan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) dijadwalkan berlaku hingga Kamis, 22 Oktober 2026. Satlantas mencatat bagian yang tidak bisa dilalui berada di KM 834+000 sampai KM 837+500. Ruas tersebut menghubungkan Probolinggo Barat di Muneng dengan Probolinggo Timur di Leces, Kabupaten Probolinggo.

Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Ali Mubarok membenarkan penutupan itu. Ia menyebut TNI Angkatan Udara sebagai pihak yang memberi tahu soal kebijakan tersebut. “Penutupan ini dilakukan untuk mendukung kepentingan pertahanan negara, berdasarkan informasi dari TNI AU,” kata Ali pada Senin, 19 Oktober 2026.

Rute kendaraan besar dan mobil arah Surabaya

Selama Tol Paspro ditutup, jalur menuju Surabaya dari wilayah timur dipisah menurut ukuran kendaraan. Mobil dan kendaraan roda empat lain diminta melintas di jalan-jalan Kota Probolinggo. Jorongan dan Lingkar Selatan disiapkan khusus bagi kendaraan beroda enam atau lebih.

GT Gending masih bisa dipakai untuk naik tol. Namun, pengendara yang masuk dari gerbang itu dengan tujuan Surabaya diwajibkan turun di GT Probolinggo Timur atau Leces. Kendaraan yang hendak ke Paiton dan Situbondo tetap dilayani di Gending.

Kendaraan besar juga tidak dapat melintasi Jembatan Pajarakan di Pantura. Selama lantai jembatan diganti, arus di titik itu dipindah ke jembatan bailey di sisi selatannya. Jembatan darurat tersebut hanya menampung sepeda motor dan mobil, yang melintas bergiliran di satu lajur.

“Sedangkan untuk kendaraan roda enam atau lebih akan diarahkan menggunakan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) atau Lintas Selatan melewati Lumajang-Jember-Banyuwangi dan sebaliknya,” kata Wahyu Wibowo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Provinsi Jawa Timur.

Tabel berikut merangkum jadwal dan pengalihan arus kedua penutupan sesuai keterangan Satlantas Polres Probolinggo dan BBPJN Jawa Timur-Bali.

Keterangan Tol Paspro Muneng-Leces Jembatan Pajarakan
Lokasi KM 834+000 hingga KM 837+500 Jalur Pantura km 119+320
Mulai ditutup Senin, 19 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB Kamis, 1 Oktober 2026
Rencana selesai Kamis, 22 Oktober 2026 Selasa, 22 Desember 2026
Alasan Menurut Kasat Lantas, kepentingan pertahanan negara berdasarkan informasi TNI AU Penggantian lantai jembatan
Rute kendaraan enam roda atau lebih Jorongan atau Lingkar Selatan Probolinggo (arah Surabaya) Tol Prosiwangi atau Lintas Selatan Lumajang-Jember-Banyuwangi

Pilihan jalur dari Surabaya dan Lumajang

Pengendara dari Surabaya yang menuju Probolinggo atau Banyuwangi disediakan dua pilihan. Pertama, melintasi jalur Pantura melalui Dringu. Kedua, tetap memakai tol dengan naik di GT Gending lalu turun di GT Probolinggo Timur (Leces).

Pengguna jalan dari Lumajang dengan tujuan Kraksaan atau Situbondo masih bisa memakai jalan tol. Gerbang masuk yang disediakan bagi mereka adalah GT Probolinggo Timur di Leces.

Satlantas menyiagakan petugas di sejumlah titik strategis. Perkembangan pengaturan arus diumumkan melalui akun @satlantasprobolinggo. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan dan tetap waspada di jalur alternatif,” kata Ali.

Jembatan Pajarakan hingga 22 Desember

Penggantian lantai Jembatan Pajarakan dikerjakan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali melalui PPK 1.1 Provinsi Jawa Timur. Jembatan sepanjang 45,70 meter dengan lebar 9 meter itu dibangun pada 1990. Kapasitasnya disebut sudah menurun di beberapa bagian.

Rencana penutupan dibahas pada Selasa, 29 September 2026 bersama Kementerian Perhubungan, Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, Bakorwil, dan badan usaha jalan tol. “Masa pekerjaan diperkirakan berlangsung sampai 22 Desember,” kata Wahyu. Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto menyampaikan, “Kami berkoordinasi dengan seluruh pihak agar masyarakat tetap memiliki pilihan perjalanan.”

Tol Prosiwangi segmen Gending-Kraksaan-Paiton mulai beroperasi pada Rabu, 30 September 2026 pukul 10.00 WIB, sehari sebelum jembatan ditutup. “Kami mengimbau kendaraan R4 dari luar kota yang menuju Situbondo dan Banyuwangi serta kendaraan besar untuk memanfaatkan Tol Prosiwangi, baik melalui akses Kraksaan maupun Paiton,” kata Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kabupaten Probolinggo, M. Sjaiful Efendi, juga menyoroti dampak penutupan jembatan terhadap arus lalu lintas. “Kami tidak ingin penutupan jembatan menimbulkan persoalan baru di jalan,” kata Sjaiful.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya