Sukabumi Geger! Ayah Tiri Cabuli ANAK TIRI Diamuk Massa

Sukabumi Geger! Ayah Tiri Cabuli ANAK TIRI Diamuk Massa
Sukabumi Geger! Ayah Tiri Cabuli ANAK TIRI Diamuk Massa. (Foto: Istimewa/Infonesia)

Sebuah insiden menggemparkan terjadi di wilayah Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, memicu kemarahan publik setelah rekaman video berdurasi singkat yang memperlihatkan seorang pria dihakimi massa menjadi viral di media sosial. Peristiwa ini bukan sekadar insiden kekerasan biasa, melainkan terkait dugaan serius pelecehan seksual anak di bawah umur yang melibatkan seorang ayah tiri terhadap putri sambungnya.

Pelaku, yang diidentifikasi dengan inisial MYS (29), menjadi sasaran kemarahan warga yang memuncak setelah terungkap dugaan tindakan asusila terhadap anak tirinya yang masih berusia 9 tahun, seorang siswi kelas 3 Sekolah Dasar. Insiden memilukan ini dilaporkan terjadi pada Sabtu pagi, 9 Mei 2026, mengguncang ketenangan masyarakat setempat dan menyulut reaksi keras dari berbagai pihak.

Dugaan tindakan keji ini pertama kali terkuak berkat kepekaan dan kecurigaan sang ibu korban. Menurut penuturan Eko Kurniawan, Ketua RW setempat, ibu korban mulai merasakan firasat tidak enak saat anaknya dan terduga pelaku berada di dalam kamar di rumah kakek korban. Kondisi ini menjadi janggal mengingat pelaku dan ibu korban tinggal di rumah kontrakan yang berbeda, terpisah dari sang anak.

Kecurigaan ibu korban semakin kuat ketika ia mendapati pintu kamar tertutup cukup lama. Saat didatangi dan dibuka, ia menyaksikan pemandangan yang memilukan. Meski MYS berdalih sedang memperbaiki lampu LED, pandangan ibu korban tertuju pada bercak darah yang terlihat di area kemaluan putrinya. Penemuan ini menjadi bukti awal yang mengejutkan dan mengarah pada pengungkapan kasus kekerasan seksual anak ini.

Awalnya, MYS berupaya mengelak dan tidak mengakui perbuatannya. Namun, setelah didesak dan dihadapkan pada bukti yang ada, ia akhirnya mengaku khilaf. Meskipun pengakuannya terbatas pada penggunaan jempol, saksi mata seperti Eko Kurniawan menyatakan melihat adanya bercak darah pada celana terduga pelaku, yang mengindikasikan kemungkinan tindakan yang lebih serius. Kesaksian ini memperkuat dugaan adanya tindakan pencabulan yang dilakukan oleh ayah tiri terhadap anak di bawah pengasuhannya.

Kasus ini menyoroti kerentanan anak-anak terhadap kekerasan dan pelecehan, terutama dari orang-orang terdekat yang seharusnya memberikan perlindungan. Reaksi amukan massa yang terekam dalam video viral adalah cerminan kemarahan kolektif masyarakat terhadap kejahatan semacam ini. Pihak kepolisian telah menerima laporan dan saat ini sedang melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap detail kasus dan menjamin keadilan bagi korban.

Redaksi menggarisbawahi pentingnya melindungi identitas dan kondisi psikologis korban serta keluarganya dalam pemberitaan kasus-kasus sensitif seperti ini. Masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan video atau informasi yang dapat memperparah trauma korban. Insiden di Sukabumi ini harus menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum yang tegas untuk mencegah dan menindak pelecehan anak, serta menciptakan lingkungan yang aman bagi setiap generasi penerus bangsa.

Lokasi Berita: Jawa Barat
9 Kali Dilihat
Foto Profil Jurnalis

Infonesiaku

Jurnalis/Redaktur di infonesiaku.id yang berdedikasi menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya untuk masyarakat Kalimantan Timur.

Lihat semua artikel →