Senin, 26 Oktober 2026
Bisnis

IHSG Hari Ini Ditopang Tiga Bank yang Paling Banyak Dijual Asing

IHSG hari ini naik 5,65% ke 5.278. BBCA, BBRI, dan BMRI paling banyak dijual asing, tetapi harganya melesat. Ini rincian jual bersih asing Rp2,15 triliun.

Layar papan perdagangan saham menampilkan grafik indeks yang naik tajam di lantai bursa
IHSG ditutup naik 5,65 persen ke level 5.278 pada Selasa, 20 Oktober 2026. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Saham bank yang paling banyak dilepas investor asing justru menjadi motor kenaikan IHSG hari ini. Data Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat asing menjual bersih saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sekitar Rp986,72 miliar pada Selasa, 20 Oktober 2026. Meski begitu, harga BBCA ditutup naik 7,88 persen.

Hal serupa terjadi di dua bank pelat merah. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dijual bersih asing Rp356,39 miliar, tetapi melambung 9,84 persen. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) dilepas Rp270,24 miliar dan tetap naik 8,82 persen. Ketiga bank itu menempati tiga besar daftar jual bersih asing hari itu.

IHSG hari ini ditutup naik 5,65 persen atau sekitar 282 poin ke level 5.278, dari 4.996,60 pada penutupan sebelumnya. Penguatan terjadi ketika sebagian besar bursa Asia dan Eropa melemah. Secara keseluruhan, asing tetap mencatat jual bersih sekitar Rp2,15 triliun. Ini hari ketiga berturut-turut asing berada di sisi jual.

Rincian jual bersih asing

Menurut data BEI, sepanjang hari asing membeli saham senilai sekitar Rp9,68 triliun dan menjual sekitar Rp11,84 triliun. BEI menghitung nilai rupiah itu dari jumlah lembar saham dikali harga rata-rata tiap saham pada hari tersebut. Pada akhir sesi I, data Sucor Sekuritas mencatat jual bersih asing Rp1,97 triliun.

Lonjakan BBCA terutama terjadi setelah jeda siang. Pada akhir sesi I, BBCA baru naik 2,70 persen, BMRI 5,95 persen, dan BBRI 8,27 persen ke Rp2.750. Berikut perbandingan jual bersih asing dan pergerakan harga tiga bank besar berdasarkan data perdagangan hari itu.

Saham Jual bersih asing (Rp miliar) Naik sesi I (%) Naik saat penutupan (%)
BBCA 986,72 2,70 7,88
BBRI 356,39 8,27 9,84
BMRI 270,24 5,95 8,82

Danantara dan emiten siap membeli

Belum ada otoritas yang merinci pihak yang menyerap aksi jual asing di saham bank. Namun, sejumlah pihak menyatakan siap membeli. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menyampaikan “kesiapan pihak terkait untuk menambah kepemilikan pada saham-saham BUMN yang memiliki fundamental kuat”, khususnya perbankan. Nilai dan jadwal pembeliannya tidak disebutkan.

CEO Danantara Rosan Roeslani menilai pelemahan IHSG di bawah 5.000 sebagai peluang investasi jangka panjang. “Kita kan melihat kembali evaluasi perusahaan-perusahaan kita sangat baik, ya, sangat-sangat solid dan juga valuasinya juga boleh dibilang kan sekarang menjadi sangat murah,” ujarnya di Istana Negara. Rosan menyebut imbal hasil dividen BBRI sekitar 13 persen.

BRI juga menyatakan siap membeli kembali sahamnya (buyback). Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan rencana itu dijalankan “dengan tetap mengedepankan kecukupan permodalan, prinsip kehati-hatian, penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.” Nilai buyback BRI belum diungkapkan.

Melalui Surat S-112/D.04/2026 tertanggal Rabu, 9 September 2026, OJK memperpanjang status pasar berfluktuasi signifikan sampai Kamis, 31 Desember 2026. Dengan status itu, sesuai POJK Nomor 13 Tahun 2023, emiten boleh melakukan buyback tanpa persetujuan RUPS. Lima emiten Grup Prajogo Pangestu dan Grup Sinar Mas menyiapkan buyback senilai total sekitar Rp4,5 triliun. BRPT, TPIA, BREN, dan DSSA masing-masing menyiapkan hingga Rp1 triliun, sedangkan CUAN Rp500 miliar.

Senior Market Analyst PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai harga saham bank yang terkoreksi membuka peluang akumulasi. “Secara valuasi, PBV BBRI yang sudah terkoreksi ke level relatif rendah dapat menjadi daya tarik, terutama apabila dibandingkan dengan rata-rata historisnya,” katanya. Ia mengingatkan investor tetap memperhatikan kualitas aset, pertumbuhan kredit, biaya pencadangan, dan profitabilitas bank.

TLKM dan TPIA diborong asing

Di luar bank, asing justru membeli bersih sejumlah saham. Pembelian bersih terbesar terjadi pada saham TLKM, sekitar Rp257,81 miliar, dan harganya melesat 16,38 persen. TPIA dibeli bersih Rp96,95 miliar dan naik 13,33 persen.

Berikutnya ada GOTO dengan beli bersih Rp35,08 miliar, PTRO Rp32,55 miliar, dan DEWA Rp27,76 miliar. Selain tiga bank, daftar jual bersih asing terbesar juga memuat ISAT Rp127,27 miliar dan MDKA Rp118,28 miliar.

Semua sektor menguat

Menurut statistik RTI Business, 670 saham naik, 99 turun, dan 30 tidak berubah. Nilai transaksi mencapai Rp26,54 triliun dengan volume 56,78 miliar saham dan frekuensi 2,50 juta kali. LQ45 naik 8,58 persen ke 530,35, dan IDX30 naik 8,92 persen ke 297,63.

Seluruh sektor ditutup menguat. Sektor transportasi memimpin dengan kenaikan 8,55 persen, disusul bahan baku 6,62 persen dan infrastruktur 5,60 persen. Sektor keuangan naik 5,07 persen, sedangkan kesehatan naik paling kecil, 2,25 persen.

BRI Danareksa Sekuritas menilai rebound pada sesi I sebagai pemulihan sementara yang belum mengubah tren jangka panjang. Lembaga itu menempatkan resistance di 5.318–5.400 dan support di 4.942. Pada akhir sesi I, IHSG masih tercatat turun 40,47 persen sejak awal tahun.

Berawal dari usulan MSCI

Kenaikan ini datang setelah tekanan berhari-hari. Pada Jumat, 16 Oktober 2026, MSCI mengusulkan penurunan status pasar Indonesia dari emerging market (pasar berkembang) menjadi standalone market (pasar mandiri). Hari itu IHSG anjlok 11,57 persen ke 5.185,11, penurunan harian terdalam sejak 1998. Perdagangan sempat dihentikan sementara saat indeks dibuka turun 8,01 persen.

Pada Senin, 19 Oktober 2026, OJK dan BEI bertemu MSCI. Di hari yang sama IHSG turun lagi 3,64 persen ke 4.996,6, dan asing mencatat jual bersih Rp2,28 triliun di pasar reguler.

BEI berencana mengeluarkan saham berstatus High Shareholding Concentration (HSC), yang berbobot sekitar 18 persen, dari perhitungan IHSG. BEI juga akan membuka informasi afiliasi pemegang saham di atas 1 persen, tetapi tanggal berlakunya belum diumumkan. MSCI menerima masukan konsultasi sampai Jumat, 30 April 2027 dan akan mengambil keputusan final paling lambat Rabu, 30 Juni 2027.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya