Angka lonjakan penduduk Berau dalam beberapa tahun terakhir ternyata tidak sepenuhnya mencerminkan warga yang baru tiba. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau menyebut pembaruan dokumen kependudukan ikut memengaruhi kenaikan tersebut, terutama dari pendatang yang sudah lama menetap tetapi baru tercatat.
Penjelasan ini penting untuk membaca data kependudukan Bumi Batiwakkal secara tepat. Sebab, angka yang dirilis Disdukcapil dihitung dari catatan administrasi, bukan dari sensus lapangan.
Dari 248 Ribu Menjadi 308 Ribu Jiwa
Data Disdukcapil Berau menunjukkan kenaikan yang konsisten. Jumlah penduduk tercatat 248.035 jiwa pada 2020, lalu 252.648 jiwa pada 2021, 258.537 jiwa pada 2022, dan 280.998 jiwa pada 2023.
- Semester II 2024: 299.005 jiwa.
- Semester I 2025: 303.440 jiwa.
- Akhir 2025: 308.020 jiwa, terdiri atas 163.632 laki-laki dan 144.388 perempuan.
Antara 2023 dan 2024 saja, pertambahannya mencapai 18.007 jiwa. Kepala Bidang Pendataan dan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Berau, Jhon Frihandany, menyebut kenaikan pada 2025 lebih dari 9 ribu jiwa dan didominasi perpindahan masuk karena pekerjaan.
Warga Lama yang Baru Tercatat
Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, beberapa kali menjelaskan bahwa kenaikan tidak hanya datang dari kelahiran dan kedatangan baru. Pada Juni 2025, ia mengungkapkan banyak pendatang yang bekerja atau ikut keluarga sudah menetap lebih dari setahun, tetapi belum mengurus perpindahan domisili.
“Banyak warga yang datang untuk bekerja atau ikut keluarga. Mereka sudah menetap lebih dari setahun, tapi belum mengurus perpindahan domisili,” kata David.
Begitu warga tersebut mengurus surat pindah, mereka masuk hitungan penduduk Berau. David juga menyebut perekaman dan pencetakan KTP elektronik yang makin mudah di kecamatan dan kampung turut mendorong pertambahan angka.
Kebutuhan administrasi sehari-hari ikut berperan. Pada akhir 2024, David menyebut sebagian pendatang mengajukan pindah karena pembukaan rekening bank mensyaratkan KTP Berau.
Tahun Politik Ikut Menaikkan Angka
Faktor lain yang ikut memengaruhi lonjakan penduduk Berau adalah agenda politik. Pada Rabu, 15 Oktober 2025, David menjelaskan pertambahan penduduk biasanya lebih tinggi pada tahun pemilu dan pilkada. Lonjakan itu dipicu pemutakhiran data pemilih dan perpindahan administrasi kependudukan.
Disdukcapil juga mencatat pengurusan dokumen menjelang pilkada bisa meningkat hingga dua kali lipat dibanding kondisi normal. Sebaliknya, pada semester I 2026, pertambahan penduduk berada di kisaran 2.000 hingga 3.000 jiwa, lebih rendah dari rata-rata sekitar 4.000 jiwa per semester.
Apa Artinya bagi Warga Berau
Dari keterangan tersebut, redaksi mencatat satu hal penting. Sebagian lonjakan penduduk Berau pada periode tertentu merupakan penertiban catatan, bukan semata gelombang pendatang baru. Pendorong riilnya tetap ada, terutama daya tarik sektor tambang dan perkebunan sawit.
Data ini berpengaruh langsung pada perencanaan daerah, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan, hingga jumlah kursi DPRD. Karena itu, Disdukcapil mendorong warga aktif memperbarui data kependudukannya.
Data terbaru, yakni Profil Perkembangan Kependudukan dan Data Konsolidasi Bersih Semester I 2026, telah dirilis Disdukcapil Berau pada Rabu, 30 September 2026. Masyarakat dapat mengaksesnya melalui tautan resmi yang disediakan dinas tersebut.
Tulis Komentar