Pencarian penumpang KMP Gajah Mada memasuki hari kedua pada Senin, 19 Oktober 2026, dengan cakupan yang jauh lebih luas. Pada hari pertama, tim menyisir radius 1–2 mil laut dari titik terakhir korban terlihat, dan hasilnya nihil. Pada hari kedua, tim SAR gabungan memecah area seluas 28,6 mil laut persegi ke dalam dua satuan pencarian atau search and rescue unit (SRU).
Sampai laporan terakhir pada Senin, 19 Oktober 2026, penumpang itu belum ditemukan dan identitasnya juga belum diketahui. Ia dilaporkan melompat ke laut dari kapal feri rute Balikpapan–Penajam di perairan Muara Kariangau, Balikpapan, pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Dua SRU berbagi sektor
Penata Kelola Pencarian dan Pertolongan (PKPP) Ahli Muda Kantor SAR Balikpapan, Mujiono, mengatakan operasi hari kedua dibuka dengan briefing pukul 07.00 WITA. Dalam briefing itu, tim menetapkan pembagian wilayah dan armada yang dikerahkan.
“Pada hari kedua ini, pencarian dibagi menjadi dua SRU, yaitu SRU I menggunakan speed boat Basarnas dan TNI AL, serta SRU II menggunakan speed boat Polairud dan BPBD PPU,” kata Mujiono.
Selain kedua SRU itu, operasi hari kedua juga melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Balikpapan, Polairud Polda Kaltim, TNI AL, Ditsamapta Polda Kaltim, BPBD Kota Balikpapan, BPBD PPU, dan unsur potensi SAR lain. “Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan sesuai hasil operasi di lapangan,” ujar Mujiono.
Saat pencarian hari pertama berakhir, perluasan yang direncanakan hanya sekitar satu mil laut dari lokasi kejadian. Cakupan yang akhirnya dipakai pada hari kedua adalah 28,6 mil laut persegi.
Berikut perbedaan pola operasi kedua hari itu menurut keterangan Kantor SAR Balikpapan dan BPBD PPU:
| Aspek | Hari pertama (Minggu, 18 Oktober 2026) | Hari kedua (Senin, 19 Oktober 2026) |
|---|---|---|
| Cakupan | Radius 1–2 mil laut dari LKP | 28,6 mil laut persegi |
| Pembagian | Rencana empat titik: tiga ke arah luar, satu di titik jatuh | Dua SRU |
| Unsur per sektor | Basarnas di titik jatuh; BPBD PPU, Polairud Polres Balikpapan, Pos TNI AL di luar | SRU I Basarnas dan TNI AL; SRU II Polairud dan BPBD PPU |
| Hasil | Nihil | Belum ditemukan hingga laporan terakhir |
Hari pertama berakhir nihil
Komandan Regu SAR Agus Darmawan mengatakan penyisiran hari pertama berpusat di sekitar last known position (LKP). “Untuk kondisi korban hari ini, kita sudah melakukan pencarian kurang lebih radius 1 sampai 2 mil laut dari LKP dengan hasil masih nihil,” ujar Agus. Menurut dia, gelombang di lokasi relatif kecil.
Operasi penyisiran yang dipimpin regu itu memakai tiga armada, yaitu perahu karet BPBD, speedboat TNI AL, dan speedboat Basarnas. Laporan pembaruan BPBD PPU pukul 13.40 WITA mencatat empat speedboat, masing-masing dari Basarnas Balikpapan, BPBD PPU, Pos TNI AL Balikpapan, dan Polairud Polres Balikpapan. BPBD Balikpapan menyiapkan satu perahu karet, Polda Kaltim mengirim tiga mobil operasional, dan relawan menyediakan satu ambulans.
Laporan masuk pukul 10.30 WITA
Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, memperkirakan kejadian berlangsung sekitar pukul 09.00 WITA. Kronologi versi lain menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 09.40 WITA. Seseorang yang mengaku menjadi saksi melihat penumpang itu berdiri di buritan sebelum diduga melompat.
Laporan dari warga bernama Agus Feriansyah sampai ke Kantor SAR Balikpapan pukul 10.30 WITA, sedangkan BPBD PPU baru menerima laporan awal pukul 10.55 WITA. BPBD PPU memasukkan insiden ini ke kategori man overboard (MOB), yakni istilah untuk orang yang jatuh atau berada di luar kapal ketika kapal di laut.
Mualim I KMP Gajah Mada meneruskan kesaksian itu kepada pihak terkait. Karena jalur pelayaran sempit, awak harus menunggu sebelum bisa memutar kapal. Ketika kapal mendekati titik kejadian lagi, penumpang tersebut sudah tidak terlihat.
Kabar kejadian juga masuk lewat radio maritim, dan Balikpapan PTS lalu menghubungi kapal untuk menindaklanjutinya. Feri itu disebut empat kali bolak-balik di lintasan Penajam–Kariangau untuk mencari korban. Kapal-kapal yang melintas di sekitarnya diminta ikut memantau perairan dan melaporkan setiap temuan. TNI AL, Basarnas, Satpolair, dan relawan masih menyisir Muara Kariangau hingga pukul 15.00 WITA pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Tulis Komentar