Serai yang dijual mama-mama Papua menjadi inspirasi Simon Haluk, pelaku usaha muda asal Kabupaten Mimika, untuk mengembangkan Bell & Shine. Produk yang ia perkenalkan sebagai pengusir nyamuk alami itu tampil dalam Festival dan Bazar UMKM di Gedung Eme Neme Yauware, Selasa, 6 Oktober 2026.
Bagi Simon, kesempatan memperkenalkan produk perdananya tersebut berkaitan erat dengan tersedianya ruang bagi usaha anak muda. Festival dalam rangka HUT ke-30 Kabupaten Mimika menjadi tempat baginya untuk membawa hasil pengembangan produk ke hadapan masyarakat.
Dalam pemberitaan Papua News Online, Simon mengungkapkan bahwa gagasannya berawal dari pengamatan terhadap mama-mama Papua yang menjual hasil kebun, termasuk serai. Ia menilai bahan tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk dengan nilai ekonomi.
Pengamatan itulah yang kemudian ia kaitkan dengan pengembangan varian citronella. Menurut Simon, citronella berasal dari serai, bahan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Papua dan menjadi salah satu inspirasi produknya.
Bell & Shine Diperkenalkan dengan Dua Varian Aroma
Produk perdana Simon hadir dalam dua varian aroma, yakni citronella dan lavender. Saat memperkenalkannya di stan bazar, ia menyebut Bell & Shine sebagai pengusir nyamuk alami yang membawa identitas Papua.
Laporan Torangbisa menyebut salah satu produk yang dipajang adalah varian citronella dalam kemasan Eau de Parfum berukuran 50 mililiter. Materi promosi di stan juga menonjolkan aroma dan konsep bahan alami sebagai bagian dari pengenalan produk.
Simon mengatakan pengembangannya telah melalui proses percobaan dan kajian sebelum diperkenalkan kepada masyarakat. Namun, pemberitaan yang tersedia belum memerinci metode maupun hasil pengujian tersebut. Karena itu, sebutan pengusir nyamuk alami dalam peluncuran ini merupakan keterangan pembuat, bukan kesimpulan pengujian independen.
Ia berharap produk pertamanya dapat terus dikembangkan dan semakin dikenal masyarakat. Harapan tersebut disertai permintaan agar pemerintah daerah terus menyediakan kesempatan bagi anak muda untuk menunjukkan kreativitas serta potensi usaha mereka.
Festival Membuka Ruang bagi Produk Perdana
Simon mengapresiasi Dinas Koperasi dan UMKM serta Pemerintah Kabupaten Mimika atas kesempatan mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, anak muda membutuhkan wadah untuk menyalurkan bakat, termasuk ketika mulai memperkenalkan hasil usahanya.
Ruang pengenalan itu menjadi salah satu tujuan Festival dan Bazar UMKM yang berlangsung pada 6–8 Oktober 2026. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Mimika, Samuel Yogi, menyebut kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 pelaku UMKM.
Produk yang ditampilkan beragam, meliputi makanan, minuman, hasil olahan, kerajinan, noken, serta produk kreatif dan khas Papua. Samuel menjelaskan bahwa festival bertujuan memperkuat promosi dan pemasaran, meningkatkan pendapatan pelaku usaha, serta mendorong masyarakat membeli produk lokal.
Dalam sambutan Bupati Mimika Johannes Rettob yang dibacakan Fransiskus Bokeyau, pelaku UMKM juga didorong meningkatkan kualitas produk, kemasan, pelayanan, dan pemasaran. Pemanfaatan teknologi digital turut menjadi bagian dari arahan tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Papua Tengah, Yuliten Makai, menekankan perlunya pendampingan, peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, dan penguatan pemasaran. Menurutnya, pengembangan UMKM perlu berjalan bersama dukungan tersebut.
Di tengah agenda itu, Simon membawa produk pertamanya dengan inspirasi yang berasal dari keseharian masyarakat Papua. Ia berharap kesempatan tampil di bazar menjadi awal bagi pengembangan Bell & Shine dan membuka ruang lebih luas bagi kreativitas anak muda Mimika.
Tulis Komentar