Erupsi Semeru pada Senin malam (12/10/2026) terjadi di tengah catatan letusan terbanyak di Indonesia tahun ini. Data MAGMA Indonesia milik Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada malam Senin, 12 Oktober 2026 menunjukkan 1.967 letusan Semeru sejak awal 2026, dari total 5.074 letusan gunung api nasional.
Angka itu setara sekitar 39 persen dari seluruh letusan gunung api di Indonesia. Pada Senin, 5 Oktober 2026, catatan MAGMA untuk Semeru masih 1.916 letusan, sehingga angka kumulatif bertambah 51 hingga 12 Oktober.
Catatan kumulatif itu tercatat 1.946 pada 9 Oktober, 1.953 hingga 1.954 pada 11 Oktober, lalu 1.959 pada dini hari 12 Oktober. Angkanya menjadi 1.963 pada siang hari dan 1.967 pada malam hari.
Lima letusan pada Senin malam
Gunung setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang itu meletus lima kali pada pukul 18.30 hingga 20.00 WIB, dengan tinggi letusan hingga 1 kilometer. Pos Pengamatan Gunung Semeru mencatat letusan pukul 18.41 WIB dengan kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak ke arah barat daya.
Letusan pukul 19.44 WIB mencapai sekitar 700 meter dan pukul 19.55 WIB sekitar 800 meter, keduanya condong ke barat. Letusan pukul 20.08 WIB lebih tinggi dari sebelumnya, yakni 1 kilometer di atas puncak. Kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang.
“Selang beberapa menit kemudian atau pukul 18.41 WIB kembali terjadi erupsi dengan tinggi kolom letusan abu vulkanik teramati sekitar 600 m di atas puncak,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, dalam laporan tertulis di Lumajang.
Rangkaian letusan sepanjang hari
Pos pengamatan mencatat letusan pukul 01.45 WIB pada Senin, 12 Oktober 2026, yang visualnya tidak teramati. Letusan pukul 04.39 dan 06.19 WIB sama-sama setinggi 900 meter, disusul 900 meter pukul 11.13 WIB dan 700 meter pukul 16.29 WIB.
Seismograf merekam 24 gempa letusan, satu gempa guguran, dan lima gempa hembusan pada pukul 06.00-12.00 WIB. Pada pukul 12.00-18.00 WIB tercatat 28 gempa letusan dengan amplitudo 11-25 milimeter.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026 pukul 05.34 WIB, Semeru juga meletus dengan kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak ke arah timur.
Batas aman yang ditetapkan PVMBG
Aktivitas Semeru berada di Level III atau Siaga. Warga diminta tidak beraktivitas sama sekali di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 13 kilometer dari puncak.
Di luar jarak itu, warga diminta menjauh 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi dilanda perluasan awan panas dan lahar sampai 17 kilometer dari puncak. Radius 5 kilometer dari kawah juga terlarang karena ada ancaman lontaran batu pijar.
Awan panas, guguran lava, dan lahar juga mengintai sungai yang berhulu di puncak, yaitu Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak sungai Besuk Kobokan.
Tulis Komentar