Selasa, 27 Oktober 2026
Mancanegara

Gempa Vanuatu M7,0, Kedua dalam Empat Hari di Lokasi Berdekatan

Gempa Vanuatu M7,0 pada 24 Oktober 2026 tidak berpotensi tsunami di Indonesia. Ini gempa kuat kedua di lokasi berdekatan setelah M6,3 pada 20 Oktober.

Ilustrasi peta Samudra Pasifik barat daya dengan titik pusat gempa di laut barat laut Vanuatu
Ilustrasi pusat gempa M7,0 di laut barat laut Port Vila, Vanuatu, 24 Oktober 2026. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Gempa Vanuatu berkekuatan M7,0 pada Sabtu, 24 Oktober 2026, menjadi gempa kuat kedua dalam empat hari di perairan barat laut Port Vila. Lokasi kedua gempa berdekatan dan mekanismenya sama, yaitu sesar turun. Untuk kedua gempa itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan tidak ada potensi tsunami di wilayah Indonesia.

Gempa utama terjadi pukul 09.31.28 WIB. Pusatnya berada di laut pada koordinat 14,00° LS dan 165,80° BT, sekitar 500 km barat laut Port Vila, ibu kota Vanuatu. Kedalamannya 10 km, sehingga tergolong gempa dangkal.

Untuk gempa 24 Oktober, BMKG menarik kesimpulan itu dari pemodelan tsunami. “Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami di wilayah Indonesia,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto.

BMKG menyebut sumber gempa dangkal ini adalah penyesaran di zona outer-rise dekat Palung New Hebrides. Dari analisis mekanisme sumber, BMKG menyimpulkan gempa ini bermekanisme sesar turun (normal fault).

Dua gempa sesar turun dalam empat hari

Empat hari sebelumnya, pada Selasa, 20 Oktober 2026, pukul 11.20.40 WIB, BMKG mencatat gempa M6,3 di koordinat 14,02° LS dan 165,51° BT. Pusatnya di laut, 517 km barat laut Port Vila, dengan kedalaman 20 km.

Saat itu Wijayanto menyebut mekanisme yang sama. “Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” katanya. BMKG menggolongkan gempa 20 Oktober sebagai gempa dangkal akibat deformasi batuan. Hasil pemodelannya juga tidak menunjukkan potensi tsunami di Indonesia.

Data BMKG untuk kedua gempa itu sebagai berikut.

Parameter BMKG Selasa, 20 Oktober 2026 Sabtu, 24 Oktober 2026
Waktu (WIB) 11.20.40 09.31.28
Magnitudo 6,3 7,0
Koordinat 14,02° LS; 165,51° BT 14,00° LS; 165,80° BT
Kedalaman (km) 20 10
Jarak dari Port Vila (km) 517 barat laut 500 barat laut
Mekanisme Sesar turun Sesar turun
Potensi tsunami di Indonesia Tidak ada Tidak ada
Gempa susulan Tidak tercatat hingga 11.45 WIB Satu kali M6,3 hingga 10.00 WIB

Gempa susulan M6,3 dan kabar dari Vanuatu

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) mencatat gempa M6,3 pada pukul 02.35 GMT atau 09.35 WIB, sekitar empat menit setelah gempa utama. Pusatnya kira-kira 170 km barat laut Port-Olry di Pulau Espiritu Santo, dengan kedalaman 10 km. USGS memberi gempa ini status peringatan hijau, artinya kemungkinan korban atau kerusakan besar rendah.

BMKG mencatat satu gempa susulan M6,3 hingga pukul 10.00 WIB. Mantan Perdana Menteri Vanuatu Ishmael Kalsakau menulis di Facebook bahwa gempa susulan terus terjadi. Ia menghitung lima gempa pada Sabtu itu, lalu mengimbau warga tetap aman dan rutin memeriksa aplikasi informasi.

Hingga laporan awal pada Sabtu, 24 Oktober 2026, belum ada laporan langsung tentang kerusakan atau korban akibat gempa Vanuatu tersebut.

Angka magnitudo berbeda antarlembaga

Angka kekuatan gempa yang beredar berbeda-beda. BMKG semula melaporkan M7,1, lalu menetapkan M7,0 setelah memperbarui parameter.

USGS awalnya memperkirakan M7,2, lalu merevisinya menjadi M6,9. Kedua lembaga sama-sama mencatat kedalaman 10 km. Titik acuannya berbeda: BMKG mengukur jarak dari Port Vila, sedangkan USGS menempatkan episenter sekitar 197 km barat-barat laut Port-Olry.

Peringatan tsunami di Pasifik dicabut

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) sempat menyatakan ada ancaman tsunami setelah gempa utama. Menurut PTWC, gelombang berbahaya bisa terjadi dalam radius 300 km dari episenter. Departemen Bahaya Geologi Vanuatu sempat memperingatkan warga pesisir agar mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Pada pukul 03.28 GMT atau 10.28 WIB, PTWC menyatakan ancaman tsunami sudah lewat. Namun, perubahan kecil tinggi muka laut masih bisa terjadi selama beberapa jam di sejumlah pantai dekat pusat gempa. PTWC juga memastikan Hawaii tidak terancam tsunami.

BMKG meminta masyarakat Indonesia tetap tenang dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi. Informasi resmi tentang gempa dan potensi tsunami dapat dipantau lewat akun @infoBMKG, situs bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi InfoBMKG dan WRS-BMKG.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya