Selasa, 27 Oktober 2026
Nasional

Jemaah Umrah Diimbau Terbang Langsung, Jeddah-Madinah Terganggu

Jemaah umrah diimbau terbang langsung ke Jeddah dan Madinah usai Bandara Dammam diserang, sementara Kemlu mencatat 7% penerbangan di sana batal, 11% tertunda.

Ilustrasi pesawat di landasan bandara Arab Saudi dengan papan jadwal penerbangan tertunda
Kemenhaj mengimbau jemaah umrah memilih penerbangan langsung ke Jeddah atau Madinah setelah Bandara King Fahd Dammam diserang pada 21 Oktober 2026. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Jemaah umrah diimbau terbang langsung ke Jeddah dan Madinah setelah Bandara Internasional King Fahd di Dammam diserang pada Rabu, 21 Oktober 2026. Namun, kedua bandara tujuan itu juga belum bebas gangguan. Menurut catatan Kementerian Luar Negeri per 21 Oktober 2026, 7% penerbangan di Jeddah dan Madinah batal dan 11% tertunda.

Imbauan itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak kepada wartawan pada Jumat, 23 Oktober 2026. Ia meminta jemaah memilih maskapai yang tidak singgah di bandara lain.

“Saat ini kita mengimbau jamaah agar memilih maskapai yang terbang direct ke Madinah dan Jeddah. Bukan maskapai yang transit,” kata Dahnil.

Jemaah yang sudah berada di Arab Saudi juga diminta Dahnil tetap berada di Makkah dan Madinah untuk beribadah dan tidak bepergian wisata ke kota lain.

Bandara King Fahd terletak di Provinsi Timur Arab Saudi. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) mencatat dua orang tewas dalam serangan pada Rabu, 21 Oktober 2026, yakni seorang warga Saudi dan seorang penduduk asal India. Delapan orang lain terluka dan sudah dibawa ke rumah sakit.

GACA menyatakan kerusakan material di bandara itu masih dinilai. Penerbangan di Dammam kembali berjalan pada Kamis pagi, 22 Oktober 2026. Kelompok Houthi di Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Otoritas Saudi belum merinci kronologi maupun penyebabnya.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman, Brigadir Jenderal Turki al-Malki, menyebut pertahanan udara telah mencegat dan menghancurkan empat drone di Provinsi Timur. Ia tidak menjelaskan apakah drone itu berkaitan dengan serangan di bandara.

Jeddah dan Madinah Beroperasi dengan Gangguan

Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah mengatakan rangkaian serangan paling berdampak pada penerbangan di wilayah Riyadh. Menurut dia, bandara Jeddah dan Madinah masih beroperasi normal.

Data yang ia paparkan dalam jumpa pers di Kemlu, Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026, menunjukkan gangguan juga terjadi di dua bandara tujuan penerbangan langsung itu. Hingga 21 Oktober 2026, 7 dari setiap 100 penerbangan di Jeddah dan Madinah dibatalkan, dan 11 dari setiap 100 penerbangan mengalami penundaan.

Tiga Serangan Bandara Sejak 10 Oktober

Sebelum Dammam, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh sudah dua kali diserang. Berikut jumlah korban dari ketiga serangan itu.

Tanggal Bandara Korban tewas (orang) Korban luka (orang)
Sabtu, 10 Oktober 2026 King Khalid, Riyadh 12 lebih dari 300
Minggu, 11 Oktober 2026 King Khalid, Riyadh 1 11
Rabu, 21 Oktober 2026 King Fahd, Dammam 2 8

Dua WNI ikut terluka dalam serangan Minggu, 11 Oktober 2026. Kemlu memastikan keduanya warga yang menetap di Arab Saudi, bukan jemaah umrah.

Menurut Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha, 37 jemaah umrah tercatat berangkat dan pulang lewat Bandara King Khalid hingga Senin, 19 Oktober 2026. Tidak satu pun jemaah Indonesia menjadi korban.

Masih Imbauan, Belum Larangan Perjalanan

Imbauan pada 23 Oktober itu mengulang pesan Dahnil setelah Riyadh diserang. Pada Rabu, 14 Oktober 2026, ia menyatakan Kemlu dan Kemenhaj hanya mengimbau jemaah memilih penerbangan langsung ke Madinah atau Jeddah. Saat itu pemerintah juga belum memutuskan untuk melarang perjalanan ke Arab Saudi ataupun menganjurkan jemaah menunda keberangkatan.

Dahnil mengatakan setiap keputusan Kemenhaj soal umrah dibahas bersama Kemlu, karena menyangkut pelindungan WNI dan hubungan diplomatik dengan Arab Saudi. Ia juga menyampaikan sikap otoritas Saudi bahwa “penerbangan dan kegiatan ibadah di dua Tanah suci aman dan terkendali.”

Sebelum imbauan 14 Oktober 2026 itu, anggota Komisi VIII DPR Maman Imanul Haq meminta Kemenhaj memastikan semua jemaah yang terdampak gangguan penerbangan terpantau. Ia juga meminta pemerintah memperkuat pelindungan jemaah dan menyiapkan langkah darurat.

Kondisi 49.000 Jemaah dan Pesan Kemenhaj

“Saat ini di Arab Saudi terdapat 49.000 jemaah umrah dan semuanya dalam keadaan aman,” kata Heni Hamidah pada Kamis, 22 Oktober 2026.

Menurut Heni, seluruh WNI dan pekerja migran Indonesia di Arab Saudi juga dalam kondisi aman. KJRI Jeddah menyiagakan petugas di bandara siang dan malam untuk mendata jemaah yang telantar atau penerbangannya terganggu.

Dalam keterangan yang memuat data hingga 19 Oktober 2026, Ichsan Marsha menyampaikan sejumlah pesan Kemenhaj:

  • Jemaah di Arab Saudi diminta tetap tenang, beribadah di Makkah dan Madinah, menghindari perjalanan yang tidak mendesak, dan mengikuti arahan otoritas setempat.
  • Calon jemaah diminta mengecek status penerbangan bersama biro perjalanan umrah (PPIU) dan berpegang pada informasi resmi pemerintah.
  • PPIU diminta mendampingi jemaah dan segera mengabarkan perubahan jadwal beserta cara penanganannya.
  • Keluarga di Tanah Air diminta tetap berkomunikasi dengan jemaah dan hanya merujuk kanal resmi Kemenhaj, Kemlu, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, serta otoritas Arab Saudi.

“Jangan menyebarkan kabar yang belum terverifikasi,” kata Ichsan.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya