Penutupan Bandara Riyadh belum punya tanggal akhir yang resmi. Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) memperpanjang penangguhan operasional Bandara Internasional King Khalid pada Senin, 12 Oktober 2026 tanpa menyebut kapan bandara dibuka lagi. Menurut NOTAM, pemberitahuan kepada pilot, bandara ditutup hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
GACA menyebut perpanjangan itu dipakai untuk menuntaskan prosedur pemeriksaan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas, bersama pihak terkait.
Penangguhan menyusul serangan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 dan Minggu, 11 Oktober 2026 yang dikaitkan dengan kelompok Houthi. Menurut otoritas Saudi, serangan 10 Oktober menewaskan 12 orang dan melukai 309 orang. Serangan 11 Oktober di Terminal 4 menewaskan satu orang dan melukai 11 orang.
Petunjuk tanggal yang berbeda-beda
NOTAM yang terbit Senin, 12 Oktober 2026 menutup bandara hingga pukul 21.00 UTC pada Sabtu, 17 Oktober 2026, atau tengah malam waktu setempat.
Seorang sumber senior di bidang penerbangan Teluk, yang tidak disebutkan namanya, mengatakan kepada AFP bahwa otoritas Saudi mengirim pesan kepada maskapai pada Senin, 12 Oktober 2026. “Mereka memberi tahu kami bahwa penangguhan akan berlangsung setidaknya hingga hari Kamis. Tidak ada penerbangan hingga akhir pekan,” kata sumber itu.
Maskapai membatalkan penerbangan
Etihad Airways membatalkan rute Abu Dhabi-Riyadh, Jeddah, dan Dammam hingga 13 Oktober 2026. Lufthansa Group menangguhkan layanan Riyadh hingga 14 Oktober 2026. Emirates membatalkan sebagian penerbangan Dubai-Saudi.
Data firma analitik penerbangan Cirium menunjukkan Bandara King Khalid membatalkan 99,7% jadwal pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pada Senin, 12 Oktober 2026, 486 dari 1.048 keberangkatan di seluruh Saudi, sekitar 46%, dibatalkan atau tidak beroperasi per pukul 16.00 waktu setempat. Untuk Selasa, 13 Oktober 2026, 271 dari 1.058 penerbangan (25,61%) tercatat batal pada jam yang sama.
Riyadh biasanya menangani sekitar 700 penerbangan per hari.
Dampak bagi jemaah dan WNI
Di Bandara Soekarno-Hatta, 401 jemaah umrah terdampak pada lima penerbangan lanjutan transit via Dubai pada Senin, 12 Oktober 2026. Sebanyak 41 jemaah melanjutkan perjalanan ke Riyadh, 14 jemaah dialihkan ke Turki, dan 30 jemaah membatalkan perjalanan dengan penanganan refund atau reschedule.
Assistant Deputy Communication & Legal KC Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, mengatakan penerbangan Soekarno-Hatta ke Dubai tetap beroperasi. Penerbangan langsung ke Jeddah dan Madinah juga berjalan normal.
Di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, sejumlah jemaah tertahan pada Senin, 12 Oktober 2026. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, mengatakan timnya mengirim tim untuk mendata jemaah yang terdampak.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan 37 jemaah umrah tercatat berangkat dan pulang via Riyadh hingga Minggu, 11 Oktober 2026. Menurut dia, tidak ada yang menjadi korban serangan.
KBRI Riyadh pada Sabtu, 10 Oktober 2026 mengimbau WNI memeriksa status penerbangan ke maskapai dan menghindari perjalanan tidak mendesak ke kawasan bandara. Per Desember 2025, tercatat 361.147 WNI berada di Arab Saudi. KBRI menyatakan: “Tetap waspada dan utamakan keselamatan.”
Tulis Komentar