Senin, 26 Oktober 2026
Mancanegara

Kemenhaj Minta Travel Umrah Dampingi Jemaah usai Serangan Riyadh

Kemenhaj menginstruksikan PPIU memantau jemaah umrah berkala, mengabari perubahan jadwal, dan menyediakan petugas usai serangan rudal ke Bandara King Khalid Riyadh.

Ilustrasi rombongan jemaah umrah didampingi petugas travel di area kedatangan bandara
Ilustrasi: Kemenhaj meminta travel umrah mendampingi dan memantau jemaah selama eskalasi keamanan di Arab Saudi. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menginstruksikan seluruh penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) memberi pendampingan jemaah umrah usai serangan rudal ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Travel diminta memantau jemaah secara berkala.

Serangan itu terjadi pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kelompok Houthi mengklaim bertanggung jawab. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi menangguhkan operasional bandara demi keselamatan.

Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menyampaikan data itu pada Senin, 12 Oktober 2026. Berdasarkan sistem Kemenhaj hingga Minggu, 11 Oktober 2026, ada 37 jemaah yang berangkat dan pulang lewat bandara tersebut. Data itu dikonfirmasi ke Kementerian Luar Negeri dan KBRI Riyadh.

“Berdasarkan komunikasi yang kami jalin bersama dengan Kementerian Luar Negeri serta KBRI Riyadh, alhamdulillah tidak ada jemaah umrah yang menjadi korban dalam serangan tersebut,” kata Ichsan.

Kemenhaj menginstruksikan PPIU memprioritaskan keselamatan jemaah dengan sejumlah kewajiban:

  • memantau kondisi jemaah secara berkala;
  • mendampingi jemaah;
  • segera menginformasikan perubahan jadwal penerbangan atau rencana perjalanan;
  • memastikan jemaah bisa menghubungi petugas.

Bagi jemaah yang sedang berada di Arab Saudi, Kemenhaj mengimbau tetap tenang dan memprioritaskan ibadah di Makkah dan Madinah. Perjalanan tidak mendesak ke luar kedua kota itu diminta dibatasi. Jemaah juga diminta menghindari lokasi rawan, mematuhi arahan otoritas setempat, dan berkoordinasi dengan PPIU.

Calon jemaah yang belum berangkat diminta memeriksa ulang status penerbangan dan kesiapan bersama travel, serta merujuk informasi resmi pemerintah sebelum memutuskan berangkat.

Keluarga jemaah di Tanah Air diminta tetap tenang, menjaga komunikasi dengan jemaah atau travel, dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Di Sulawesi Selatan, ratusan jemaah umrah dilaporkan tertunda keberangkatannya dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin, 12 Oktober 2026. Kepala Kanwil Kemenhaj Sulsel Ikbal Ismail mengaku menerima laporan penundaan tersebut. Penundaan itu diduga terkait eskalasi keamanan di Arab Saudi.

“Setelah kami bertanya, ternyata penundaan pemberangkatan ini dampak dari eskalasi politik yang terjadi di Saudi,” ujar Ikbal.

“Tetap tenang, tetap waspada, dan utamakan keselamatan,” kata Ichsan.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya