Senin, 26 Oktober 2026
Peristiwa

Kebakaran Lapas Merauke Usai Pemeriksaan HP, Polisi Telusuri Dugaan Pembakaran

Kebakaran Lapas Merauke Usai Pemeriksaan HP, Polisi Telusuri Dugaan Pembakaran
kebakaran lapas merauke. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Kebakaran Lapas Merauke pada Jumat, 9 Oktober 2026, diikuti pengamanan dan pendataan warga binaan setelah kericuhan terjadi di dalam fasilitas tersebut. Api berhasil dipadamkan petugas gabungan, sementara polisi masih menelusuri dugaan pembakaran dan pihak yang bertanggung jawab.

Peristiwa di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Merauke, Papua Selatan, itu terjadi setelah pemeriksaan telepon genggam milik warga binaan. Keterangan petugas lapas menyebut pemeriksaan sudah berlangsung sejak Kamis malam, 8 Oktober 2026, sebelum situasi berubah menjadi kericuhan pada Jumat pagi.

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga mengatakan penyebab kebakaran masih didalami. Berdasarkan informasi awal kepolisian, salah seorang warga binaan diduga tidak menerima razia internal hingga terjadi keributan. Namun, dugaan tersebut belum menjadi kesimpulan akhir mengenai rangkaian kejadian.

“Masih kami dalami termasuk siapa yang membakar. Itu diduga dibakar,” kata Leonardo dalam keterangan yang diberitakan Mevin.ID, Jumat, 9 Oktober 2026.

Pemeriksaan HP Berlangsung Sejak Malam Sebelumnya

Amiranto dari Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Merauke menjelaskan bahwa pemeriksaan dilakukan terhadap seluruh kamar hunian. Warga binaan diminta menunjukkan telepon genggam yang mereka miliki sebagai tindak lanjut larangan peredaran HP di dalam lapas.

Menurut Amiranto, petugas tidak langsung menyita perangkat tersebut. Mereka meminta agar HP diserahkan kepada keluarga masing-masing untuk dibawa pulang ketika keluarga datang ke lapas.

Dalam keterangannya kepada Jubi, Amiranto menyebut sejumlah warga binaan mulai berkumpul sekitar pukul 08.00 WIT pada Jumat pagi. Sekitar satu jam kemudian, sejumlah warga binaan diduga menyerang petugas dan berusaha memasuki area kantor.

Petugas berupaya menahan mereka di pintu utama. Namun, menurut Amiranto, pintu samping kiri kemudian berhasil diterobos. Api selanjutnya terlihat menyala di area kantor lapas.

Amiranto mengaku belum mengetahui secara pasti siapa yang pertama kali melakukan pembakaran. Keterangan ini menyisakan bagian kronologi yang masih perlu diperiksa, terutama mengenai awal munculnya api dan pihak yang terlibat.

Api Dipadamkan, Pengamanan Diperketat

Wakapolres Merauke Kompol Jerry Koagouw mengatakan pihaknya menerima laporan keributan dari lapas sekitar pukul 10.00 WIT. Ketika personel kepolisian tiba, bangunan kantor sudah terbakar.

Petugas pemadam kebakaran, TNI-Polri, dan petugas lapas kemudian menangani kebakaran bersama. Mobil pemadam serta armada tangki air dikerahkan untuk membantu pemadaman di kawasan tersebut.

Metro Merauke melaporkan api berhasil dipadamkan secara keseluruhan setelah lebih dari tiga jam penanganan. Material bangunan yang mudah terbakar dan angin kencang disebut menjadi kendala selama proses pemadaman.

Pengamanan di luar tembok lapas juga diperketat ketika api membesar. Petugas memusatkan penanganan pada penyelamatan jiwa serta pencegahan gangguan keamanan selama evakuasi berlangsung.

Jumlah Warga Binaan yang Keluar Masih Didata

Dalam laporan awal Metro Merauke, Jerry membenarkan bahwa beberapa warga binaan yang melarikan diri telah diamankan di Polres. Akan tetapi, jumlah keseluruhan yang keluar saat kericuhan belum dapat dipastikan dan masih perlu dikoordinasikan dengan pihak lapas.

Amiranto juga menyampaikan bahwa petugas perlu memeriksa ulang penghuni dan mencocokkannya dengan data registrasi. Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan jumlah warga binaan setelah kericuhan dan kebakaran.

Sementara itu, Leonardo mengatakan polisi masih berkoordinasi untuk masuk ke area lapas dan melakukan pemeriksaan lanjutan. Hingga laporan Jumat siang yang dikutip Mevin.ID, tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Penyebab pasti kebakaran serta identitas pihak yang diduga melakukan pembakaran masih dalam penyelidikan.

Lokasi Berita:

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya