Senin, 26 Oktober 2026
Nasional

Usai Tol Paspro, Tol Cibitung-Cilincing Masuk Rencana Uji TNI AU

Pesawat tempur mendarat di Tol Probolinggo saat uji TNI AU 22 Oktober 2026. Simak ruas tol berikutnya, batasan KSAU, dan jadwal Tol Paspro dibuka kembali.

Ilustrasi jet tempur mendarat di ruas jalan tol lurus yang dikosongkan, dengan sawah di kedua sisi jalan
Ilustrasi uji pendaratan pesawat tempur TNI AU di jalan tol. Ilustrasi dibuat dengan AI. (Foto: Istimewa/Infonesiaku.id)

Pesawat tempur mendarat di Tol Probolinggo atau Tol Paspro, Jawa Timur, dalam uji TNI Angkatan Udara. Seusai uji itu, TNI AU sudah menyebut ruas tol berikutnya yang bisa disiapkan sebagai landasan alternatif pesawat tempur. Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menyebut Tol Cibitung-Cilincing serta rencana jalan tol di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tonny menyampaikannya di Probolinggo pada Kamis, 22 Oktober 2026, seusai uji pendaratan dan lepas landas di ruas Pasuruan-Probolinggo. Empat pesawat dikerahkan, yaitu dua F-16 Fighting Falcon dan dua EMB-314 Super Tucano. Uji berlangsung pukul 08.30 hingga 10.20 WIB di KM 834 sampai KM 837+500.

Cibitung-Cilincing dan Lombok Masuk Rencana

Menurut Tonny, pengujian berikutnya direncanakan di Tol Cibitung-Cilincing. Lombok juga masuk hitungan karena jalan tol di pulau itu masih berupa rencana pembangunan, dan TNI AU sudah membahasnya dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Penyiapan landasan alternatif, kata Tonny, melibatkan Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, pengelola jalan tol, pengatur lalu lintas udara, dan pemerintah daerah. “Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol,” katanya.

Lewat koordinasi itu, ruas yang memenuhi syarat diharapkan bisa disiapkan sebagai landasan alternatif. Menurut Tonny, kebutuhan sipil dan pertahanan juga akan dipertimbangkan bersama dalam pembangunan jalan tol baru.

Uji Kedua Setelah Tol Terpeka Lampung

Uji di Probolinggo merupakan yang kedua. Uji pertama digelar di Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka), Lampung, pada Rabu, 11 Februari 2026. Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan saat itu menyatakan uji berjalan sukses dan aman. “Terima kasih atas uji coba pendaratan pesawat tempur di segmen jalan tol ini dengan selamat,” kata Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti kala itu.

Segmen uji di Probolinggo sepanjang sekitar 3,5 kilometer, sedangkan segmen di Lampung 3 kilometer. Perbandingan kedua uji tersaji dalam tabel berikut.

Aspek Uji Lampung Uji Probolinggo
Ruas tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung Pasuruan-Probolinggo
Titik uji KM 228–231 KM 834–837+500
Panjang segmen 3 km 3,5 km
Tanggal Rabu, 11 Februari 2026 Kamis, 22 Oktober 2026
Pesawat F-16 dan Super Tucano 2 F-16 dan 2 Super Tucano

KSAU Batasi untuk Kondisi Terbatas dan Situasional

Tonny menegaskan, pemakaian ini tidak mengubah fungsi utama jalan tol sebagai sarana transportasi masyarakat. “Jalan tol ini bersifat terbatas, pemanfaatan jalan tol sebagai alternatif landasan ini bersifat terbatas dan situasional,” ujarnya.

Ia memberi contoh kapan jalan tol bisa dipakai pesawat. “Misalnya kami sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara,” kata Tonny. Uji semacam ini, menurut dia, juga menjadi bekal penerbang untuk beroperasi di landasan yang berbeda dari fasilitas pangkalan udara.

Pejabat daerah dan BPJT justru berharap landasan itu tak pernah dipakai. “Jadi, jalan tol ini cukup menjadi cadangan saja dan tidak pernah terpakai,” kata Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Ugas Irwanto. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ni Komang Rasminiati senada. “Semoga ke depan Indonesia tetap aman. Hanya sekadar cadangan-cadangan, enggak pernah terpakai,” ujarnya.

Verifikasi Ruas dan Jalannya Uji

Kedua Super Tucano berasal dari Skadron Udara 21 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Kedua F-16 berasal dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahjudi. Super Tucano tampil lebih dulu dan melintas rendah di atas landasan atau low approach sebelum mendapat izin mendarat.

Seusai giliran Super Tucano, petugas menyisir landasan untuk mencari benda asing atau foreign object debris (FOD). Benda asing di permukaan jalan dapat membahayakan pesawat saat mendarat maupun lepas landas. Setelah landasan bersih, giliran F-16 beraksi.

Sebelum pesawat turun, kata Tonny, kelayakan ruas itu diverifikasi bersama sejumlah instansi. Permukaan jalan, marka, hingga permukiman di sekitar lokasi ikut diperiksa. “Jalan tol ini sudah tersertifikasi dan bisa digunakan sebagai alternate landasan untuk pesawat terbang,” ujar Tonny.

Tonny menyebut lebar ruas uji 24 meter, sedangkan Rasminiati menyebut 24,5 meter. “Berdasarkan standar kriteria TNI Angkatan Udara, panjang lurusnya sepanjang 3,5 kilometer. Secara teknis, lebarnya 24,5 meter. Jadi, itu sudah layak secara teknis untuk dijadikan landasan pacu pesawat tempur,” kata Rasminiati.

Penutupan Ruas dan Jadwal Pembukaan Kembali

Untuk keperluan uji, PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol (TJPJT) menutup ruas GT Probolinggo Barat KM 829+000 sampai GT Probolinggo Timur KM 841+200. Penutupan berlaku sejak Senin, 19 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Gladi kotor digelar Selasa, 20 Oktober 2026, sedangkan gladi bersih dan manuver terbang rendah digelar Rabu, 21 Oktober 2026.

Jalur Grati menuju GT Probolinggo Barat serta GT Probolinggo Timur menuju GT Gending tetap beroperasi. Kendaraan dari ruas yang ditutup dialihkan lewat jalan arteri Kota Probolinggo. Tonny juga menyampaikan permintaan maaf kepada pengguna jalan yang terganggu selama persiapan dan pelaksanaan uji.

Median jalan dibongkar agar ruas bisa dipakai pesawat. BPJT berencana memulihkannya sebelum jalan kembali dilalui kendaraan. Untuk sementara, median diganti pembatas jalan berisi air atau water barrier, lalu pagar pengaman besi di sisi jalan dipasang kembali. “Karena fungsi utama jalan tol ini adalah melayani mobilitas masyarakat, tentunya kondisinya akan kami kembalikan,” kata Rasminiati.

BPJT menargetkan Tol Paspro kembali dibuka pada Kamis, 22 Oktober 2026 pukul 18.00 WIB. Manajer Operasi dan Konstruksi TJPJT Ahmad Ardi Santoso menyebut dua syarat pembukaan: seluruh tahap uji harus tuntas dan jalan harus aman bagi kendaraan umum. “Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan selama pengalihan sementara ini berlangsung,” ujarnya.

Komentar Pembaca

Komentar dimoderasi redaksi

Tulis Komentar

Komentar dimoderasi redaksi sebelum tampil. Gunakan bahasa yang santun.

Rekomendasi Untuk Anda

Indeks Selengkapnya