Kabut asap Sulut mencakup 15 kabupaten dan kota menurut Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, bersamaan dengan kebakaran di Gunung Lokon, Tomohon. Kepala BPBD Sulut Adolf Tumengkel menyebut lahan yang terbakar sekitar 300 hektare.
Dhira Utama menyatakan BMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulawesi Utara hingga Jumat, 16 Oktober 2026. Pernyataan itu disampaikan pada Rabu, 14 Oktober 2026. Menurut Dhira, citra satelit Himawari 9 menunjukkan asap yang masuk ke Sulut terbawa angin dari arah tenggara.
Kebakaran di Gunung Lokon
Kebakaran di kawasan Gunung Lokon dilaporkan mulai sekitar pukul 09.00 Wita pada Selasa, 13 Oktober 2026. Lokasinya di Kelurahan Kakaskasen Dua, Kecamatan Tomohon Selatan.
Adolf Tumengkel menyebut area yang terbakar berada di kawasan cagar alam dan hutan lindung. “Lahan terbakar sudah 300-an. Itu benar cagar alam, hutan lindung,” kata Adolf.
Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo menyampaikan luas kawasan Gunung Lokon sekitar 700 hektare. “Gunung Lokon total luasnya sekitar 700 hektare dan sampai malam tadi diperkirakan kebakaran sudah 300 hektare,” ujarnya.
Tanggap darurat dan pemadaman
Pemkot Tomohon menetapkan status tanggap darurat dan membentuk satuan tugas penanganan karhutla. Wali Kota Caroll J.A. Senduk menyampaikannya dalam apel penanganan di kawasan Gunung Lokon pada Rabu, 14 Oktober 2026. Kapolres Tomohon ditunjuk sebagai Komandan Satgas.
Menurut Novrial, personel gabungan dari TNI, Brimob, Polres Tomohon, Sabhara, dan pemerintah daerah dibagi dua tim. Mereka menyisir sisi kanan dan kiri area terdampak agar api tidak menjalar ke permukiman.
Novrial menjelaskan, pengecekan personel Kodim menunjukkan titik api di kawasan mendekati Batu Licin atau Gunung Empung telah padam. Ia mengingatkan api masih bisa muncul kembali karena kondisi angin. Polisi juga akan menyelidiki penyebab kebakaran.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tomohon Hengkie Y. Supit menyebut BPBD mengumpulkan aparat kelurahan dan warga sebagai langkah awal pada hari kebakaran. “Langkah awal yang kami lakukan yakni mengumpulkan aparat kelurahan bersama masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan,” ujarnya.
Tulis Komentar