Kebakaran Cagar Alam Gunung Lokon di Tomohon, Sulawesi Utara, pada Selasa, 13 Oktober 2026, menghanguskan sekitar 200 hektare kawasan menurut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulut. Data Resort Cagar Alam Gunung Lokon sebelumnya mencatat lebih dari 100 hektare terbakar hingga pukul 13.00 WITA.
Total luas kawasan sekitar 720 hektare. Dengan angka BKSDA, area yang terbakar kira-kira 28 persen dari seluruh cagar alam.
Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulut, Hendrik Rundengan, menyampaikan angka itu saat dihubungi pada Selasa malam, 13 Oktober 2026.
“Kejadian terpantau sejak pukul 10 pagi.” — Hendrik Rundengan, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulut
Api bergerak ke arah utara di sekitar Batu Licin dan didorong angin. Petugas memusatkan upaya agar api tidak masuk ke permukiman di lereng gunung.
Luas kerusakan ekologis, jenis vegetasi terdampak, dan gangguan terhadap satwa liar belum diketahui secara rinci. Pada dini hari 14 Oktober 2026, pemadaman masih berlangsung.
Pemadaman lintas instansi
Wali Kota Tomohon Caroll Senduk memimpin koordinasi pemadaman di lapangan dan tiba di lokasi pemantauan sekitar pukul 13.30 WITA.
Petugas dari BKSDA Sulut, BPBD, pemadam kebakaran, Satpol PP, Polri, dan TNI terlibat, bersama aparat kecamatan, kelurahan, dan warga. PT Pertamina Geothermal Energy Lahendong dan PDAM Kota Tomohon memberi dukungan.
Medan yang sulit dijangkau selang dan angin kencang menghambat pemadaman. Kabut asap sempat menyelimuti Tomohon. Tidak ada laporan korban jiwa.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tomohon, Hengkie Y. Supit, menyebut pihaknya lebih dulu menghimpun aparat kelurahan dan warga untuk menahan api agar tidak sampai ke rumah-rumah penduduk.
Penyebab masih diselidiki
Hairil, personel Resort Cagar Alam Gunung Lokon, menyebut ada indikasi kebakaran diduga disengaja.
“Kami masih menyelidiki, ada indikasi dibakar.” — Hairil, personel Resort Cagar Alam Gunung Lokon
Hendrik Rundengan mengatakan satu orang terduga sedang diperiksa polisi di Tomohon.
“Pelaku terinformasi mengalami gangguan jiwa.” — Hendrik Rundengan, Kepala Seksi Wilayah I BKSDA Sulut
Kapolres Tomohon AKBP Novrial Alberti Kombo menyatakan, berdasarkan informasi warga, orang yang diduga menyulut api di titik pertama adalah orang dengan gangguan jiwa. Menurut dia, ada saksi warga di perkebunan yang melihat orang itu membakar.
Kapolres ikut memadamkan api di kaki gunung hingga malam.
“Ya sementara dalam penyelidikan, namun untuk saat ini bersama tim dan relawan fokus pada pemadaman dan antisipasi sebaran api ke pemukiman warga.” — Novrial Alberti Kombo, Kapolres Tomohon
Tulis Komentar